Cuaca Ekstrem, BMKG Minta Kapal Tidak Berlayar

oleh -272 views
Cuaca Ekstrem, BMKG, Kapal, Kapal Tidak Berlayar

JEMBRANA (LEAD.co.id) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau para operator kapal penyeberangan untuk tidak berlayar saat cuaca buruk. Hal ini untuk mencegah kecelakaan serta menjamin keselamatan para penumpang.

“Informasi cuaca pelayaram selalu kami update kepada Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan. Tolong patuhi jika rekomendasi yang keluar adalah dilarang berlayar. Ini semua demi keselamatan bersama,” ungkap Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati saat di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk, Bali, pada Minggu (12/12/2021).

Dalam kunjungannya ke Pelabuhan Gilimanuk, Bali, Dwikorita melakukan inspeksi dan pengecekan peralatan-peralatan yang digunakan untuk melakukan monitoring dan prakiraan cuaca, termasuk proses diseminasi informasi cuaca dan iklim.

Baca :  Update BMKG; Waspada Potensi Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan

“Kami ingin informasi iklim dan cuaca ini benar-benar diterima dengan baik, betul-betul dipahami, dan betul-betul dipatuhi agar kasus kecelakaan laut akibat gelombang tinggi bisa dicegah,” ujar dia.

Pada kondisi riil di lapangan, ketinggian gelombang bisa berpotensi lebih tinggi dari prakiraan dan pantauan data satelit. Karenanya, Dwikorita juga berharap kepada kantor syahbandar untuk tidak menyetujui kapal yang akan berlayar.

“Kepada kantor syahbandar, kami juga berharap agar tidak menerbitkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) manakala ada kapal yang memaksa berangkat dengan alasan apapun saat cuaca buruk,” tambah dia.

Baca :  BMKG: Musim Hujan Lebih Basah hingga Maret 2021

Saat ini Indonesia sedang memasuki musim penghujan. BMKG telah mengeluarkan peringatan dini La Nina, fenomena ini dapat meningkatkan curah hujan pada bulan November – Desember – Januari hingga 70 persen dari kondisi normal. Termasuk potensi terjadinya gelombang tinggi.

Saat berlayar, kata Dwikorita, situasi cuaca di tengah lautan tidak bisa diprediksi, baik angin maupun gelombang laut. Sehingga, operator kapal dan nelayan sebaiknya menunda untuk berlayar atau melaut hingga kondisi cuaca berangsur membaik.

Sementara itu, Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo mengaku akan melakukan sosialisasi secara massif kepada para operator kapal agar punya pemahaman yang sama terkait informasi cuaca dan iklim.

Baca :  BMKG: Waspada Potensi Hujan Lebat pada 27 April - 3 Mei 2020

Dengan begitu, lanjut Eko, mereka mampu membantu kebutuhan perencanaan berlayar dan menghindarkan dari risiko akibat cuaca ekstrem.

“Kami terus membangun sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah, ormas, dan lembaga non profit sehingga kejadian kecelakaan kapal bisa dihindari dau ditekan sedemikian rupa,” pungkas Eko.

 

Reporter: Sally Sumeke
Editor: Aru Prayogi
Sumber: BMKG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *