YOGYAKARTA (LEAD.co.id) – BMKG menyisir jalur sesar opak untuk memitigasi potensi gempa di Yogyakarta. Survey dan kajian geologi ini dilakukan di Kalidadap, Goa Cerme, Lenteng Satu, Kedungrejo, Kedung Tolok dan Sungai Kaliurang.
Sesar Opak merupakan patahan aktif yang membentang di tengah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sesar ini bergerak aktif sehingga kerap kali menjadi penyebab terjadinya gempa yang mengguncang Jogja.
“Keenam lokasi tersebut dipilih karena termasuk dalam jalur Sesar Opak,” ungkap Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati saat mitigasi di Yogyakarta, pada Senin (10/1/2022).
Dia mengatakan, survey itu dilakukan untuk mengidentifikasi struktur geologi yang tampak dipermukaan sebagai bagian dari proses validasi hasil pengolahan data seismik yang dilakukan oleh Tim BMKG dengan melibatkan pakar geologi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Subagyo Pramumijoyo dan Gayatri Indah Marliyani.
“Hasil survey ini menjadi pijakan untuk mengenali lebih detil Sesar Opak dan mengantisipasi dampak dan kemungkinan yang timbul dari sesar ini. Mengingat sesar ini berkategori sangat aktif,” imbuhnya.
Dia berharap, Pemerintah Daerah secara aktif meningkatkan literasi dan melakukan langkah mitigasi guna mengantisipasi jatuhnya korban jiwa akibat gempa bumi.
Pemerintah, tambah Dwikorita, sebaiknya menetapkan standar bangunan aman gempa yang menjadi syarat diberikannya Izin Mendirikan Bangunan atau IMB.
Reporter: Jhonie
Editor: Aru Prayogi
Sumber: BMKG





