Oleh: Dr. Apendi Arsyad
Subhanallah, tiba-tiba pagi Jumat ini tergerak saja hati ini untuk menulis tentang Kadin. Selasa siang, 3 hari lalu saya menerima surat undangan Pjs Ketua Kadin Kabupaten Bogor, bang Drs. Jasfarizal via WAG Kadin bahwa seluruh jajaran pengurus Kadin Kabupaten Bogor (Wanhat; Wantim dan Pengurus) diharapkan hadir dalam acara silaturrahmi sambil makan siang bersama (dalam tradisi masyarakat Sunda, disebut “Cucurakan”) dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1442 H, yang beberapa hari lagi akan tiba. Kalander PP Muhammadyah dan menurut perhitungan (hisab) 1 Ramadhan 1442 H diperkirakan akan jatuh pada Selasa tgl 13 April 2021, jadi tinggal 4-5 hari lagi kita akan berpuasa.
Bagi ummat Islam puasa Ramadhan adalah salah satu rukun Islam dan merupakan ibadah wajib (fardhu ain). Begitu pentingnya momentum bulan Ramadhan bagi kaum muslimin. Menurut ajaran Islam, demikian banyak fadhillah dan pahala yang akan diperoleh karena ridho Allah SWT jika ummat menjalankan amalan lainnya yang khusuk seperti sholat tarawih, tahajut, tadharus, berinfaq dan besedekah, mempererat silaturrahmi keluarga, dll.
Bulan suci Ramadhan, diyakini sebagai bulan penuh ampunan dosa-dosa (maghfiroh), bulan penuh rahmat dan keberkahan, dimana para setan dibelenggu, pintu neraka tertutup rapat; sebaliknya pintu-pintu syurga terbuka lebar. Dalam rangka menyambut bulan mulia inilah, sebagaimana Sunnahrasul dianjurkan menyiapkan diri atau membersih jiwa-raga (tawadduak) agar kita siap fisik dan mental menjalankan ibadah fardhu shaum Ramadhan.
Kita melihat di masyarakat, berbagai cara dan tradisi-budaya keagamaan dilaksanakan ummat, terutama bagi umat Islam Indonesia, biasanya waktu.menjelang memasuki puasa, mereka saling bersilaturrahmi antar kerabat (bhs Sunda, disebut “munggahan”) yang bagi perantau pulang ke kampung halamannya untuk berkumpul keluarga, dan dengan para sahabat untuk bisa berjabat tangan dan saling memaafkan satu sama lainnya. Ada yang melakukan berkunjung ke rumah yang orang tua dan saudara lebih tua, dan atau mengadakan acara pertemuan silaturrahmi, seperti yang diselenggarakan Kadin Kabupaten Bogor di Graha Kadin saat ini. Bahkan menjelang Ramadhan tempat pemakaman pun ramai dikunjungi warga masyarakat, mereka mendoakan para leluhurnya (orangtuanya) dan kerabat lain yang telah mendahuluinya, meninggalkan alam fana (dunia), kini berada di alam baka (akhirats).
Dengan adanya pertemuan silaturrahmi antar sahabat, warga Kadin, ini barang tentu akan memantapkan jalinan komunikasi sambung rasa yang baik (dengan hati yang lapang) dan berkualitas atas dasar ketaqwaan kepada Allah SWT, dan tentunya menjadi ibadah yang mengharapkan perolehan pahala dari Allah SWT. Amin YRA.
Menurut ajaran Islam (DinnulIslam) sebagaimana landasan Al Quran dan Sunnahrasul (QnS), mereka yang rajin mengamalkan silaturrahmi akan memperoleh banyak manfaat (fadhillah), diantaranya yang lazim kita dengar adalah sbb:
1. Diberikan panjang umur oleh Allah SWT, ada silaturrahmi akan membangun komunikasi sambung rasa (qalbu) yang membuat jiwa kita manusia tetap menjadi sehat, tidak stress, berpikiran positif (positive thinking). Dengan berjabatan tangan yang tulus antar sesama kita, insyaAllah terkikislah dan hilanglah kesalahpahaman (misunderstanding) yang selama ini terjadi, menguras energi. InsyaAllah penyakit jiwa (hati) berupa iri, hasyad, dengki, buruk sangka (shuuzon) dsb menjadi sirnah, insyaAllah, dosa-dosa kita, yang kita buat selama ini pun juga terampuni dan terhapus. Komunikasi berikutnya semakin lancar, cair, rasa persaudaraan (ikhuwah Islamyah) akan bersemai dalam diri masing-2individu pengurus dalam kehidupan sosialnya. Kehidupan bermasyarakat dan berorganisasi semakin rukun, toleran, damai dan harmonis. Organisasi tempat berkumpul orang-2 memiliki tujuan dan cita2 bersama seperti Kadin akan semakin kuat, solid dan tidak mudah terjadi konflik-2 sosial yabg mengundang disintegrasi atau disorganized.
2. Diperoleh kemudahan dan kemurahan mendapatkan rezeki baik material (harta benda) maupun spiritual (kemudahah-2 yang mententramkan hati dan ketenangan batin). Adanya silaturrahmi antar individu dan warga masyarakat, antar anggota organisasi profesi seperti Kadin akan mendatang berbagai manfaat baik sosial maupun ekonomi. Karena dengan silaturrahmi akan memantapkan jejaringan sosial (social net working), yang bagi seseorang pelaku bisnis amat penting dan suatu keharusan. Kita tahu bahwa kuatnya networking ini akan berdampak positif untuk mendapat sumber modal, peluang pasar, konsultansi iptek dan aksesibilitas lainnya. Hampir tidak mungkin ada bisnis yang sukses tanpa ada dukungan kalaborasi, sinergitas dan kemitraan (partnership) yang kuat dan meluas. Dengan kata lain, networking bisnis berkorelasi positif terhadap perolehan omset, skala usaha dan profit.
Dengan landasan berpikir yang baik inilah, kita saat ini mengadakan silaturrahmi sambil.makan siang bersama (cucurakan) di Kantor Sekretariat/Graha Kadin Kabupaten Bogor. Oleh karenanya saya selaku anggota Penasehat Kadin Kabupaten Bogor sangat menghargai (appresiate) langkah Pjs Ketua (bung Jasfar) yang diambil untuk menginisiasi adanya pertemuan silaturahmi-saling memaafkan saat ini, guna menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan 1442 H sebentar lagi akan tiba.
Dengan harapannya forum silaturrahmi juga dapat kita jadikan moment (kesempatan) yang tepat untuk mengkonsolidasikan warga, akibat mencairnya dan terbukanya saluran komunikasi yang beberapa bulan terakhir pola relasinya agak retak, “tersendat”, bahkan “macet” sehingga berpotensi menimbulkan friksi-2 dan konflik sosial (disintegrasi sosial) akibat berbagai peristiwa pendulum yang sudah terjadi seperti al: (1) dampak pandemi Covid 19, munculnya prokes jaga jarak sosial (social distansing) sehingga kita jarang bertemu.muka, kecuali komunikasi via WAG Kadin, itu pun banyak miscomnya; (2) hasil Musda VI Kadin Kabupaten Bogor di Hotel Lorinn Sentul Bogor tahun 2019 diintervensi berlebihan oleh pimpinan Kadin Jawa Barat (kang Tantan Cs) dengan menunjuk Carateker Kadin yang tidak ada landasan yuridis frudensi yang jelas, sehingga menyebabkan susunan kepengurusan yang baru “terbelah dua” disaat acara pelantikan, maaf saya tahu karena saya menjadi saksi dalam serah terima jabatan Ketua Kadin bersama Bupati Bogor di gedung Tegar Beriman dan telah membaca beberapa dokumennya.
Selanjutnya terakhir adanya kejadian musibah, muncul suasana berduka cita yang mendalam akibat kita kehilangan vigur pemimpin bung Ir. H Moch Ruddy Ferdian, Ketua Kadin Kabupaten Bogor, yang telah berpulang kerahmatullah, menghadap Sang Khalik pemilik semua makhluk ciptaanNya, Almarhum Ruddy merupakan seorang sosok atau vigur yang bisa mempersatukan warga Kadin yang beragam dan banyak kepentingan, kini beliau telah tiada. Mari kita doakan, alm Bung Ruddy ditempatkan Allah SWT yang terbaik, Syurgajannatunnaim. Al Fatihah….
Sesuai AD dan ART Kadin (UU Nomor 1 thn 1987 dan Kepprres No. 17 thn 2010), dengan berhalangan permanennya Ketua Kadin, kepemimpinan Kadin Kabupaten Bogor dijabat oleh Wakil Ketua Satu Bidang Organisasi bung Drs. Jasfarizal sebagai Pejabat Ketua Sementara (Pjs). Kita tahu dan sadar bahwa mengemban amanah sebagai Pjs Ketua Kadin Kabupaen Bogor yang baru tidaklah mudah memang, dituntut kesabaran dan kecerdasan, dan mau mendengar berbagai opini dan aspirasi para pemangku kepentingan (stakeholders), karena begitu banyak dan besarnya tantangan dalam menghadapi berbagai kepentingan dari berbagai pihak.
Kita berharap, Pjs Ketua mampu menjalankan amanah berdasarkan AD dan ART serta Peraturan-peraturan Organisasi Kadin yang berlaku. Kita dituntut mau dan mampu membacanya, terutama bagi para pengurus inti/pengurus harian Kadin.
Kita semua warga Kadin dituntut paham, mengerti, dan wajib mentaati segala aturan-aturan yang berlaku, serta berupaya sekuat tenaga untuk menjaga etika dalam berorganisasi dengan landasan moral, budi luhur dan berakhlaq mulia. InsyaAllah kita bersatu dalam kesamaan cita-cita walaupun kepentingan kita agak berbeda, dan mari kita jadikan perbedaan kepentingan untuk sejalan dengan capaian misi organisasi Kadin sebagai wadah komunikasi dan konsultasi antar pengusaha Indonesia dan antar pengusaha dengan Pemerintah mengenai hal-hal yang berkaitan dengan masalah perdagangan, perindustrian dan jasa.
Adanya momentum silaturrahmi Ramadhan 1442 H, yang kita selenggarakan ini untuk saling menjaga dan menegakkan etika, moral, budi luhur dan akhlaq yang baik dan mulia. Konsekwensinya, mudah-mudahan kita yang sedang bernaung dalam organisasi Kadin akan mendapatkan perolehan manfaat (fadhillah) yang berguna dalam kehidupan kita baik di dunia dan akhirats kelak. Amin-3 YRA.
Demikian narasi ini dibuat, semoga bermanfaat, jika ada hal-hal yang kurang berkenan mohon saya dimanfaatkan. Marhaban ya Ramadhan 1442 H. Semoga Allah SWT memberkahi kita semua warga Kadin. Syukron barakallah.
Penulis adalah Aktivis Kadin Kabupaten Bogor secara berturut-turut (pernah 3 periode sebagai Wakil Ketua, 1 periode sebagai Ketua Wantim dan 2 periode hingga sekarang sebagai anggota Wantim). Penulis saat ini sebagai Ketua Wankar ICMI Orwilsus Bogor, Ketua Majelis Pakar Dekopinda Kabupaten Bogor; Pendiri-Dosen Senior Universitas Djuanda Bogor.





