Penyair Legendaris ICMI, Sahabatku Sutan Ramilus

0
Penyair, Legendaris, ICMI, Sahabat, Sutan Ramilus
Tokoh ICMI Bogor, Drs. H. Sutan Ramilus [File: blog pribadi S. Ramilus]

Oleh: Dr. Apendi Arsyad

Suatu pagi sahabatku yang bernama Drs. H. Sutan Ramilus menelponku. Kami memang sudah hampir 30 tahun saling berkomunikasi akrab lewat telepon, WA japri maupun WAG ICMI atau dulu via SMS, atau kami saling berkunjung ke rumah masing-masing.

Terkadang saya bersilaturrahmi ke Cibinong ke rumah uda Ram di Kelurahan Pakansari ibu kota Kabupaten Bogor; dan kemudian uda Ram berkunjung ke rumahku di Kp Wangun Atas Kelurahan Sindangsari, Kota Bogor (daerah Ciawi).

Jika kami bertemu di rumah, tidak cukup sebentar karena panjangnya obrolan dengan berbagai topik yang melebar kemana-mana, terutama yang “hot” materi yang dibicarakan tentang dinamika ummat Islam Indonesia etc. Saking lama ngobrol, di rumahku selalu diakhiri makan bersama mencicipi masakan istriku, Hj. Sudarijati SE., MSi.

Uda Ram dengan nyonya rumah juga akrab bersahabat. Kami sekeluarga begitu akrab dan bersahabat dengan uda Ram. Apalagi uda Ram hadir dengan gaya bahasa senimannya berupa “guyonan-2” yang segar dan inspiratif membuat kami terhibur. Senang dan berbahagia rasanya saya dan istri bertemu dengan sosok penyair yg humoris dan “nasihat-nasihat” tausyiahnya serta agak “garang” meledak-ledak ini. Begitulah sekilas keakraban saya dengan sang penyair ICMI ini.

Tapi pagi buta itu, beliau, uda Ram menelpon saya materi pesannya agak berbeda dari biasanya, yang sering kami perbincangkan. Pagi itu, dia meminta saya membuat epilog dari kumpulan puisi-2nya yang akan dicetak menjadi sebuah buku yang akan diterbitkan MUI Kabupaten Bogor.

Ketika itu, saya pun agak “tersentak” mendengarnya suaranya yang serak dan tegas, dan baru sadar bahwa uda Ram sudah berulangtahun ke 53 tahun, dan buku puisinya ini adalah bukti “kado” ultahnya. Selanjutnya saya pun bertanya dengan polos kepada uda Ram, apa isi epilog itu? Beliau jawab singkat.. ya itu “terserah” antum, atau baca saja kumpulan puisi-2 yang dia gubah, begitu gumamnya uda Ram.

Baca :  Regenerasi Personil ICMI Sebuah Keniscayaan

Sebenarnya isi pesan Whatsapp (WA) japri Uda Ram sudah berapa minggu saya terima, beliau minta kata-2 epilog. Tapi saya agak merasa “kebingungan” bagaimana mengekspresikan pikiran-pikiran saya untuk mengulas dan atau menarasikan seorang sosok Drs.H.Sutan Ramelius, yang saya panggil uda Ram (perantau keturunan Minangkabau).

Menghayalkan sosok ini tidaklah ringan, keningku cukup mengkerut juga dibuatnya ha ha ha. Manusia unik dengan kepribadian yang amat langka inspiratif dan membangun kesadaran spiritual Islam yg kuat bagi yang menghayati karya sastranya, puisi-2 religiusnya.

Uda Ram salah seorang sahabat kentalku yang lk 30 tahun bergaul dan berhikmat di organisasi cendekiawan muslim terbesar di Indonesia, yakni ICMI. Karena sosok ini dimata saya memiliki watak yang “unik” dan “komplek” yang amat langka saya temui dalam pergaulan di masyarkat.

Sosok uda Ram adalah seorang penggubah puisi yang berjunlah ratusan bahkan sdh ribuan mungkin, seorang penyair yang attraktif, bersemangat dan menggugah alam sadar kita jika beliau tampil dengan gaya khas dan total di podium; seorang yang taat menjalankan syariah Islam (rutin puasa Senin Kamis) dengan pengetahuan agama yang luas dan mendalam. Bukan saja uda Ram alumni IAIN Ciputat Jakarta, tetapi beliau rajin membaca buku-buku dan kitab-kitab yang berwarna agama dan filsafat.

Sosok uda Ram memiliki kepercayaan diri yang tinggi, beliau bisa berbicara dengan siapapun, terutama kalangan “elite” yang baru dia kenal; sosok ini bicaranya berani dan lugas terutama soal moral agama dan syariat Islam dalam praktek-2 kehidupan sosial.

Sosok ini hidupnya sederhana dan tampil tanpa beban dan orientasi kehidupan akhiratnya begitu kuat dan mendalam, terutama bicara soal amar makruf nahi mungkar, surga dan neraka, dan lain-2 begitu unik dan kompleknya kepribadiannya di mata saya.

Baca :  Kemana KAHMI dan ICMI Bogor di Era Tolak RUU HIP

Sebelum mengakhiri pembicaraan di telepon pagi itu saya dengan uda Ram, saya minta disharekan kumpulan puisi yang baru dibuatnya. Beberapa menit kemudian, saya buka WA Japri saya dengannya, Wow hebat sekali uda Ram ini, kumpulan pusinya cukup tebal. ada sebanyak 87 halaman, yang telah dirancang untuk menjadi sebuah buku berjudul “Raut Wajah” S Ram.

Setelah saya baca berulang-ulang, kesan saya tidak salah selama ini bahwa sosok anak manusia memang “unik” dan luar biasa dan mantuul karya kreatif seniman besar ICMI ini.

Selama perjalanan hidupnya dan bergaul dengan saya, saya banyak menyaksikan “succes storynya” uda Ram, terutama dalam menghsdiri acara-acara ICMI di daerah dan nasional. Uda Ram adalah seorang penyair yang menggelegar dan spontanitasnya tinggi. Beliau menulis puisi pada saat proses sebuah acara yang sedang berlangsung, pada saat itu otak dan panca indranya merekam situasi yang berlangsung dan di akhir acara biasanya karya sastranya berupa puisi selesai dan siap dibacakan dan ditampilkan di podium.

Begitulah hebatnya sosok seniman besar ini, yang saya banyak saksikan di acara-acafa penting dan resmi ICMI, Kahmi dan forum-forum buka shaum bersama ICMI-Kahmi Bogor, seminar, musda, muswil, silaknas dan muktamar ICMI.

Pembacaan puisi di acara Silaknas ICMI sudah sangat sering beliau tampil mewakili dan menggarumkan nama ICMI Orwil Khusus Bogor di forum nasional. Dalam arti kata uda Ram sudah sangat dikenal publik ICMI penyair dari ICMI Orsat Cibinong Bogor, alhamdulillah beliau sudah go nasional.

Saking hebat dan populernya Uda Ram, beliau pernah berpuisi bersama Presiden RI ke3 Prof.BJ Habibie, pendiri dan Ketum Pertama ICMI di suatu forum acara Silaknas ICMI di Jakarta, yang kemudian puisinya dimuat di HU nasional Republika saat itu.

Baca :  Inmemorial Sahabat Kita Dr. Elis Dihansih

Bahkan suatu ketika pada saat buka shaum bersama Pengurus ICMI di rumah bpk Prof. BJ Habibie di Jakarta, saya pernah secara tidak sengaja melihat salah satu karya seni puisi gubahan uda Ramilus, yang terbingkai apik, yang menempel di ruang tengah rumah pribadi BJ Habibie di komplek Patrajasa Jakpus.
Kemudian ketika bpk Habibie sedang berziarah ke makam istrinya yang tercinta ibu Hj. dr. Ainun Bestari Habibie, jika saya tidak salah puisi uda Ram ikut juga ‘menyertainya’.

Ternyata seorang Presiden RI ke 3 yang legendaris ahli Iptek berkelas dunia dengan bereputasi tinggi, “kagum” juga dengan karya puisi sahabatku itu… uda Ram. Artinya karya sastra puisi itu, begitu diapresiasi dan mendapat pengakuan oleh seorang tokoh besar saintek dunia dan negarawan yang sukses sekelas Prof. BJ Habibie. Pokoknya uda Ram sahabat saya itu keren dan Mantul, Top markotop, memang beliau top deh…, alhamdulillah.

Saya pun akan mengatakan bahwa uda Ram sahabatku yang baik hati itu adalah seorang sastrawan yang sudah menjadi legendaris Ikatan Cendekiawan Muslim se Indonesia (ICMI).

Selamat Ultah ke 53 tahun. Sehat, sukses dan berbahagia selalu. Teruslah berkarya !. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi dan menolong hambaNya yang soleh dan gemar berbuat kebajikan. Amin-3 YRA.

Penulis adalah salah satu Pendiri ICMI di Malang (7 Des 1990), salah seorang Pemrakarsa berdirinya ICMI Orwilsus Bogor (Maret 1991), Wasek, Sekretaris dan 5 periode Wakil Ketua ICMI Orwilsus Bogor (1991-2019), kini Ketua Dewan Pakar ICMI Orwilsus Bogor; Pendiri-Dosen Senior Universitas Djuanda Bogor.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here