Dampak PPKM Mikro: Pendapatan Warga Kota Bogor Jatuh

0
PPKM Mikro, Pendapatan Warga, Situ Gede, Bogor Barat
Peserta KTD GMNI Cabang Bogor saat menemui warga Situ Gede yang terdampak kebijakan PPKM Mikro, pada Minggu (21/2/2021)

LEAD.co.id | Warga di Kota Bogor mengeluhkan pendapatan yang terus mengalami penurunan setelah diterapkan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatanmasyarakat (PPKM) skala Mikro hingga tingkat RT – RW.

“Biasanya omset saya dalam sepekan mencapai 1juta rupiah, tetapi sekarang tutun drastis akibat PPKM ini,” ungkap Rusman, seorang pedagang ikan hias jenis Cupang di Kelurahan Situ Gede, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, pada Minggu (21/2/2021).

Hal yang sama diungkapkan oleh Marni, sejak pandemi ini pendapatan sang istri juga menurun drastis, biasnya dalam satu bulan mendapatkan Rp 6.000.000 sekarang hanya Rp 4.500.000.

Baca :  Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa wilayah Ciomas Dapat Pembekalan Tracing PPKM

“Dikarenakan banyaknya orang yang takut untuk keluar rumah berbelanja,” ujar Marni, seorang Pedagang yang berdomisili di Situ Gede ini.

Persolan ini telah direspon oleh Dharma, peserta Kaderisasi Tingkat Dasar (KTD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Bogor. Menurutnya, berdasar analisis sosial kepada masyarakat, terbukti bahwa Pandemi ini sangat berdampak terhadap perekonomian masyarakat.

Terkait itu, pihaknya menyarankan agar dibentuk Balai Latihan Kerja (BLK) agar para pemuda yang belum bekerja dapat menjadi garda terdepan dalam memenuhi kebutuhan hidup keluargannya ditengah pandemi Covid-19 ini

Baca :  Lapak PKL hingga Posko Ormas Dibongkar Aparat Gabungan

“Agar perekonomian masyarakat kelurahan situ gede stabil maka dapat di lakukan cara pengalokasian pengangguran melalui program BLK ditingkatan kota,” ujar Dharma.

Reporter: Jhonie
Editor: Aru Prayogi
Sumber: Febri Ramdani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here