Datangi Balai Kota, Pemuda Sunda Menggugat Tolak Glow Kebun Raya Bogor

oleh -828 views
Balai Kota Bogor, Pemuda Sunda, Budayawan Sunda, Glow, Kebun Raya
Ratusan massa dari Pemuda Sunda Menggugat saat melakukan unjuk rasa di Balai Kota Bogor untuk menolak Glow Kebun Raya Bogor, pada Kamis, 28 Oktober 2021 [File: LEAD.co.id]

BOGOR (LEAD.co.id) – Ratusan orang yang mengatas-namakan Pemuda Sunda Menggugat melakukan unjuk rasa di Balai Kota Bogor, pada Kamis (28/10/2021). Aksi mereka untuk menolak Glow Kebun Raya Bogor (KRB).

Dalam aksi ini, massa membentangkan spanduk bertulis “Jangan lingkari komplek Keramat dalam kebun Raya dengan gemrlap lampu dan hingar bingar, jangan ubah Kebun Raya menjadi pasar Raya, Kebun Raya bukan untuk wisata malam”.

Koordinator Lapangan (Korlap), Putra Sungkawa menyatakan, aksi ini untuk menyampaikan tuntutan yaitu menolak program Glow Kebun Raya Bogor. Dia meminta mengeluarkan pihak swasta dan investor dari KRB untuk dikembalikan kepada instansi semula.

Baca :  Pengemudi Angkot Sesuaikan Jalur Dua Arah di Seputar KRB

“Kembalikan fungsi KRB kepada marwah semula, yaitu area penelitian, edukasi dan area rekreasi alam bagi seluruh lapisan masyarakat,” kata Putra Sungkawa saat menyampaikan tuntutan.

Dalam aksi ini, demonstran menyatakan menolak segala bentuk komersialisasi yang mengeksploitasi KRB, karena akan berdampak rusaknya tatanan originalitas yang sudah terbentuk selama berabad-abad.

Oleh karena itu, kata Putra, Wali Kota Bogor harus bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi apabila diteruskan, karena bertentangan dengan marwah Kebun Raya Bogor dan Perwali 17 Tahun 2015.

“Walikota Bogor turun dari jabatan apabila tidak segera mengambil keputusan menghentikan Glow,” kata dia dalam orasinya.

Baca :  Pemkot Bogor Minta Aktivitas Glow Dihentikan Sementara

Para demonstran juga mendesak Wali Kota Bogor dan DPRD Kota Bogor untuk menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) untuk merawat, menata dan mensakralkan petilasan leluhur Raja dan Kolot Sunda agar tidak diambil alih oleh pihak manapun.

 

Reporter: Jhonie
Editor: Aru Prayogi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *