BOGOR (LEAD.co.id) – Guna mengantisipasi terjadinya bencana alam di wilayah jajaran Korem 061/Sk, maka diperlukan pencegahan atau antisipasi untuk menanggulangi hal-hal yang tidak diinginkan yang bisa saja terjadi, kapanpun dan di manapun.
Hal itu disampaikan oleh Danrem 061/ Suryakancana (Sk), Brigjen TNI Achmad Fauzi dalam pembukaan latihan penanggulangan bencana alam, di lapangan Yonif 315/ Garuda, Kota Bogor, pada Rabu (27/10/2021).
Dalam amanatnya, Danrem menyampaikan bahwa latihan penanggulangan bencana alam di wilayah Korem 061/Sk ini untuk meningkatkan kesiapan satuan jajaran Korem 061/Sk dan unsur wilayah dalam rangka menanggulangi bencana alam yang sewaktu-waktu terjadi.
Menurut Danrem, adanya perubahan iklim yang ekstrim di wilayah Korem 061/Suryakancana saat ini, dapat menimbulkan ancaman terjadinya bencana banjir dan tanah longsor. Oleh karena itu, kesiap-siagaan dan kecepatan bertindak dalam rangka membantu penanggulangan bencana tersebut sangat diperlukan.
“Guna memelihara kesiapsiagaan itulah, maka hari ini kita melakukan kegiatan latihan sampai beberapa hari ke depan, sebagai upaya dalam rangka mempersiapkan diri dan satuan terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam tersebut,” jelas Danrem.
Latihan ini bertema “Satgas PRCPB Korem 061/Sk Melaksanakan Operasi Membantu Penanggulangan Bencana Alam Banjir dan Tanah Longsor di Kota Bogor dalam rangka operasi penanggulangan bencana di wilayah Korem 061/Suryakancana”.
Hal itu sejalan dengan UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia pasal 7 ayat 2 yang menegaskan bahwa TNI bertugas menanggulangi bencana alam, pengungsian dan pemberian bantuan kemanusiaan sebagai bagian dari tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
Dikatakan Danrem, Korem 061/Sk sebagai satuan kewilayahan ikut berperan serta untuk membantu Pemerintah Daerah dalam upaya penanganan bencana dan pengungsi, sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2005 tentang Badan Koordinasi Nasional Penanganan Bencana.
Pihaknya perlu kesiapan personel, material dan latihan penanggulangan bencana alam agar memahami dan mampu melaksanakan prosedur kerja hubungan komando dalam perencanaan operasi penanggulangan bencana alam. Para personil akan dibekali beberapa materi latihan yang meliputi teori dan praktek.
Dia meminta kepada personel untuk berlatih dengan semangat, pedomani protap, ikuti prosedur, patuhi instruksi pelatih dan pembimbing. Sedangkan kepada penyelenggara diminta perhatikan faktor keamanan dalam pelaksanaan latihan.
“Manfaatkan waktu yang singkat ini serta tingkatkan kemampuan kita bersama dalam menghadapi setiap kemungkinan bencana yang terjadi di wilayah ini,” pungkas Danrem.
Hadir dalam kegiatan tersebut yaitu Dandim 0606/Kota Bogor, Para Dan /Ka Balak Aju Jajaran Rem 061/SK, Kakorum Yonif 315/Grd, Ketua BPBD Kota Bogor yang mewakili, Tagana, Menwa, Satpol PP dan para peserta latihan Militer berjumlah 118 personil dan instansi terkait sebanyak 120 orang.
Reporter: Jhonie
Editor: Aru Prayogi
Sumber: Penrem 061/SK





