DD Dorong Kewirausahaan Sosial untuk Tanggulangi Dampak Pandemi

oleh -178 views
Dompet Dhuafa, Kewirausahaan, Sosial, Pandemi
Konferensi daring Social Enterprises Advocacy and Leveraging Asia (SEAL) yang diikuti oleh sekitar 200 peserta dari negara-negara Asia Pasifik tanggal 16-17 September 2020 kemarin.

LEAD.co.id | Dompet Dhuafa, bersama Institut for Social Enterprise in Asia (ISEA) dan Komisi Ekonomi dan Sosial PBB untuk Asia Pasifik (UNESCAP), menyerukan agar kewirausahaan sosial (social enterprise) harus didorong untuk menjawab tantangan ini agar kemiskinan akibat pandemi di banyak negara bisa ditanggulangi.

Pandemi ini telah menyebabkan dunia semakin jauh dari target-target Pembangunan yang Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) atau SDG’s yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ini merupakan akibat dari lemahnya komitmen negara-negara anggota dan krisis ekonomi akibat pandemi.

Dalam konferensi daring Social Enterprises Advocacy and Leveraging Asia (SEAL) yang diikuti oleh sekitar 200 peserta dari negara-negara Asia Pasifik tanggal 16-17 September 2020 kemarin, Dompet Dhuafa menawarkan penerapan konsep pemberdayaan perempuan di rantai pasok produk-produk pertanian dan perlunya kewirausahaan sosial di bidang layanan kesehatan untuk mengatasi pandemi Covid-19.

Baca :  Community Festival 2021, DD Apresiasi Komunitas yang Peduli Kemanusiaan

“Kekuatan kewirausahaan sosial terletak di pemberdayaan karena memposisikan masyarakat sebagai small producer yang menjadi mitra usaha dan agen perubahan sosial sekaligus. Dompet Dhuafa sebagai sebuah kewirausahaan sosial menjalankan fungsi ini,” ujar Nasyith Majidi, Ketua Yayasan DDR, di hadapan negara-negara peserta Konferensi SEAL.

Pada kesempatan itu, Dompet Dhuafa menyampaikan konsep Health for All untuk kewirausahaan sosial yang bergerak di bidang kesehatan. “Konsep ini bertumpu pada tiga hal pokok, yaitu pendekatan kesehatan yang holistik, pemberdayaan kesehatan masyarakat dan blended finance antara dana-dana filantropi seperti zakat dan wakaf, investasi, asuransi, dan jaminan sosial Pemerintah,” papar Nasyith. Saat ini, Dompet Dhuafa juga menggulirkan berbagai program Aksi Peduli Dampak Corona (APDC) di beberapa daerah di Indonesia bersama RRI, Kemendagri, dan banyak pihak.

Baca :  YBM PLN Pangkalan Susu bersama DD Waspada Distribusikan Paket Sembako ke Lima Desa

Ketua Panitia SEAL, Marie Lisa Dacanay dari Filipina, menyatakan saat ini banyak perusahaan yang bertumpu para kewirausahaan lokal di Asia Pasifik terpukul oleh krisis ekonomi. “Konferensi ini sebagai sarana saling belajar, saling menguatkan dan saling bermitra agar kewirausahaan sosial ini bisa bangkit kembali dan memberikan kontribusi terhadap ekonomi dan perubahan sosial sekaligus,” kata Lisa.

Konferensi SEAL kali ini membahas lima platform kewirausahaan sosial agar dapat bangkit kembali, yaitu Pemberdayaan Perempuan di rantai pasok pertanian (We Live Food), Kesehatan untuk Semua (Health for All), Pendidikan dan Pekerjaan Layak (Education and Decent Work), Konsumsi dan Produksi yang Berkelanjutan dan Ekonomi Sirkular (Sustainable Consumption and Production and Circular Economy), dan Revitalisasi Desa dan Kewirausahaan Sosial Pemuda (Rural Reconstruction and Youth Social Enterpreneurship).

Baca :  Hubungan Sistem Politik dan Ideologi: Peran NDP HMI dalam Kehidupan Sosial Kebangsaan

Editor: Aru Prayogi
Sumber: Humas DD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *