Demonstrasi Kembali Pecah di Iraq Usai Penunjukan PM Allawi

oleh -252 views
Demonstrasi di Baghdad Iraq, PM Allawi
Usai pengangkatan Peedana Menteri Iraq yang baru, Gelombang protes kembali pecah di Baghdad, Minggu (2/2/2020).

LEAD.co.id | Setelah Presiden Iraq, Barham Salih menunjuk Mohammad Tawfiq Allawi sebagai Perdana Menteri, gelombang protes kembali pecah di Baghdad, sejak Sabtu malam. Penunjukan Allawi menggantikan Adil Abdul Mahdi ini bermaksud untuk mengakhiri kerusuhan politik.

“Allawi adalah anggota permainan politik yang telah menghancurkan Irak, dia harus pergi,” kata Malek Jawad, seorang mahasiswa yang berdemostrasi.

Hingga esok hari, ribuan orang masih berkumpul untuk menolak langkah tersebut, di tempat kamp protes utama, alun-alun Tahrir Baghdad, hingga hari Minggu (2/2/2020).

Mereka menggebuk drum serta meneriakkan yel yel penolakan Perdana Menteri Allawi dan pentolan Syiah di Baghdad, Moqtada al-Sadr. “Tolak Allawi,” teriak para demonstran seperti dilaporkan Reuters.

Baca :  Demo DPRD, Alpart Sebut Bank Jatim Lakukan Pencucian Uang Nasabah

Merespon hal itu, Moqtada al-Sadr menyerukan pengikutnya untuk membantu pasukan keamanan membersihkan jalan yang diblokir selama berbulan-bulan oleh para demonstrasi. Dia menghimbau untuk kembali ke kehidupan normal setelah penunjukan perdana menteri baru.

Sadr, disebut secara bergantian memihak para demonstran anti-pemerintah dan kelompok-kelompok politik yang didukung Iran, mendesak para pendukungnya yang dikenal dengan “topi biru” untuk bekerja dengan pihak pemerintah, untuk memastikan sekolah dan perekonomian dapat berjalan normal lagi.

“Saya menyarankan pasukan keamanan untuk menghentikan siapa pun dari memotong jalan dan kementerian pendidikan harus menghukum mereka yang menghalangi jam kerja reguler, baik itu siswa, guru atau orang lain,” himbau Sadr dalam akun Twitternya yang dikutip Reuters.

Baca :  Demonstran di Thailand Menuntut Reformasi

Beberapa pengikutnya telah membantu membersihkan lokasi protes di Lapangan Tahrir semalam. Reuters menyebut beberapa jam sebelum pengangkatan Allawi, topi biru bersenjata tongkat menyerang lokasi yang diduduki para demonstran sejak Oktober, di Tahrir Square, yang dikenal sebagai Restoran Turki.

“Mereka menyerang kami dengan terkejut dan memaksa kami keluar dari gedung sambil berteriak bahwa kami tidak melakukan hal baik pada negara kecuali merusak ekonominya,” kata pengunjuk rasa Rassoul (20).

Beberapa pengunjuk rasa di Baghdad pada hari Minggu ini tampak mengibarkan bendera nasional, sementara yang lain menggunakan bendera PBB dan Uni Eropa.

Baca :  Banyak Kasus Mangkrak, HMI Demo Kejari Ciamis

“Kami menyerukan PBB untuk mendukung dan melindungi para demonstran Iraq,” kata para Demonstran. (Red/Reuters)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *