LEAD.co.id | Aktivis muda, Desta Lesmana menklarifikasi beredarnya video Wali Kota Bogor Bima Arya saat di Pasar Anyar, Jl. Dewi Sartika, Kota Bogor, Selasa kemarin (28/4/2020). Dia menegaskan bahwa, Bima Arya saat itu tidak marah-marah sehingga masalah ini tidak perlu dibesar-besarkan.
“Tidak benar bahwa Walikota marah-marah,” tegas Desta melalui keterangan pers kepada LEAD.co.id, Rabu (29/4/2020).
Pendukung setia Bima Arya ini mengungkapkan bahwa, Wali Kota bermaksud memberikan imbauan kepada para pedagang pakaian dan toko emas agar menutup toko untuk memutus mata rantai pandemi Covid-19. Namun, lanjut dia, saat itu tidak ada pengeras suara meski sudah memerintahkan Pol PP untuk mencarikan.
“Terpaksa pak Wali memberikan imbauan tanpa pengeras suara. Karena volume suara dimaksimalkan, jadi terlihat seperti marah-marah. Kebetulan saat itu saya ada di situ dan mengikuti sampai selesai,” ungkap mantan Ketua GMNI Bogor Raya ini.
Atas hal itu, dia berharap masalah ini tidak dibesar-besarkan. Mengingat sekarang ini saatnya untuk bersama-sama melawan dan memutus mata rantai Covid-19.
Sedangkan terkait polemik anggaran penanganan Covid-19 di Kota Bogor, dia meminta agar anggaran dana Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kota Bogor dialihkan untuk kebutuhan pokok masyarakat di tengah dampak pandemi Covid-19.
“Anggaran Pokir senilai 500 M lebih baik dialihkan saja untuk penanggulangan covid-19,” pungkas penggemar musik rock ini.





