Dokter Reisa Minta Pedagang Pasar Selalu Gunakan Masker

0
Gugus Tugas Nasional, Covid-19, Dokter Reisa, Pedagang, Pasar, Masker
Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19, dr. Reisa Broto Asmoro

LEAD.co.id | Pasar tradisional sejak lama menjadi tempat berkumpulnya masyarakat, sebagai penyokong tulang punggung ekonomi masyarakat. Karenanya, pasar termasuk dalam kategori rentan terjadinya penularan virus corona (Covid-19).

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 memaparkan hasil survei profil pasar tahun 2018 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa, terdapat lebih dari 14.000 pasar tradisional di Indonesia, atau sama dengan hampir 90% dari seluruh jenis pusat perdagangan yang ada di Indonesia.

Sementara, menurut Ikatan Pedagang Pasar Indonesia atau (IKAPPI), lebih dari 400 pedagang di 93 pasar tradisional telah terinfeksi Covid-19, menurut tes cepat yang dilakukan oleh beberapa pemerintah daerah.

Baca :  Presiden Dorong IKM Kerajinan Dobrak Pasar Internasional

Oleh sebab itu, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan sebagai bagian dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, telah mengeluarkan Surat Edaran Menteri Perdagangan Nomor 12 Tahun 2020 tentang pasar yang beradaptasi dengan kebiasaan baru (AKB).

Dokter Reisa, sebagai Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional mengatakan, arahan yang pertama dalam SE tersebut adalah agar para pedagang selalu menggunakan masker atau face shield serta sarung tangan selama beraktivitas di pasar. Dia juga menyarankan agar para pedagang tidak menyentuh area wajah dan menganjurkan agar sering mencuci tangan memakai sabun.

Baca :  BEM Unpak Turun Aksi, Berbagi Masker dan Hand Sanitizer

“Hindari menyentuh wajah, terutama mata, hidung, dan mulut, ketika berdagang. Apalagi, menaik turunkan masker dengan tangan yang kotor. Ingat, cuci tangan sesering mungkin,” kata Dokter Reisa seperti dikutip laman resmi BNPB, Sabtu (13/6/2020).

Sesuai SE Mendag Nomor 12/2020 tersebut, pedagang yang diperbolehkan melakukan aktivitas jual beli di pasar adalah mereka yang memiliki suhu tubuh di bawah 37,3 derajat celcius. Selain itu, orang dengan gangguan pernafasan seperti batuk, flu dianjurkan tidak masuk ke pasar.

“Orang dengan gangguan pernapasan, seperti batuk, atau flu, sebaiknya jangan masuk ke pasar. Resikonya terlalu tinggi,” kata Reisa.

Baca :  Dukung PSBB, Pengusaha Masifkan Bantuan untuk Masyarakat Bogor

Sumber: GTPP Covid-19
Reporter: Sally Sumeke
Editor: Aru Prayogi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here