Dorong Peningkatan FLPP, Ketua Komisi V DPR RI; Agar MBR Bisa Mendapatkan Rumah

0

LEAD.co.id | Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI F-PPP, Hj. Nurhayati Monoarfa angkat bicara tentang pemberitaan yang berkenaan dengan komitmen pemerintah dalam mengatur land banking di udang-undang.

Menurutnya, keterbatasannya lahan selama ini menjadi hambatan fisik bagi masyarakat khususnya pengembang dalam menyediakan lahan untuk perumahan. Terbatasnya lahan menyebabkan harga lahan semakin naik kemudian berdampak pada susahnya pembahasan lahan.

“Karena hal itu sudah pasti perlu adanya komitmen dari pemerintah untuk mengatur land banking dalam Undang-undang yang kemudian juga harus dikelola oleh lembaga pemerintah. Sedangkan saat ini tidak ada aturan land banking dari pemerintah sehingga harga lahan terus berkembang dan susah sekali pembebasannya,” sampainya di Senayan, Kamis (09/07/2020).

Baca :  1500 Orang Gabungan Ormas Islam Serbu DPR RI Tuntut Pencabutan RUU HIP

Seharusnya, masyarakat ataupun pengembang mudah mendapatkan lahan tanpa harus menemui kesulitan membebaskan lahan atau terkendala harga yang semakin meningkat. Belum lagi mereka terkendala urusan sertifikat dan perizinan yang sulit.

“Padahal kebutuhan masyarakat akan kepemilikian rumah terus meningkat, backlog setiap tahunnya terus meningkat. Oleh karena itu, land banking itu adalah hal yang diharuskan diatur oleh pemerintah. Karena jika land banking diadakan oleh swasta maka makin lama pasti harga tanah akan mengikuti harga yang ditetapkan pada hari itu. Tetapi apabila pemerintah yang mengatur maka harga tanah akan dikendalikan sehingga akan pengembang akan mendapatkan lahan dengan mudah,” paparnya.

Baca :  ANAK NKRI Akan Terjunkan Massa dalam Aksi Tolak RUU HIP Jilid 2

Dirinya menambahkan, pihaknya tengah mendorong pemerintah agar Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) ditingkatkan setiap tahunnya untuk memenuhi kebutuhan perumahan masyrakat.

“Sehingga khususnya Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) bisa mendapatkan rumah dengan mudah dan terjangkau,” pungkasnya.

Kontributor : A Haqqi
Editor : Aru Prayogi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here