DPP PPMI Minta Statement Puan Maharani Tidak Di Politisir

oleh -190 views

LEAD.co.id | Ketua Umum DPP Pemuda Pemudi Minang Indonesia (PPMI), M. Raffik Perkasa Alam sampaikan keprihatinannya dengan somasi dan aksi yang dilakukan sekelompok Pemuda yang mengatasnamakan Pemuda Minang.

Menurutnya, dalam aksi yang dilakukan pada Jum’at (04/09/2020) di depan Markas Besar Polisi Republik Indonesia (Mabes polri) adanya ucapan Ketua DPRD RI, Puan Maharani saat memberikan SK Calon Gubernur Sumatera Barat.

“Saya yang secara adat Minang adalah tutur adek dari Uni Puan dan anak dari Bundo Megawati sangat menyesalkan adanya laporan dan somasi dari Lembaga yang mengatasnamakan Pemuda dan Mahasiswa Minang atas pernyataan Uni Puan Maharani,” ujar M Raflik yang juga Aktivis KNPI ini kepada Lead.co.id.

Baca :  Kedatangan Turis China, Pemerintah Perlu Prioritaskan Rakyat

Dirinya menyatakan, munculnya statement tersebut bukan tanpa alasan. Pasalnya, menurutnya diduga ada kelompok-kelompok Islam di Tanah Minangkabau yang tidak mengakui Pancasila sebagai Azas dan Dasar Negara.

“Statement Uni Puan itu bukan tanpa alasan, harusnya statement itu dijadikan instrospeksi bagi warga Minangkabau agar berkomitmen menjadikan Pancasila sebagai satu satunya azas berbangsa dan bernegara,” tambahnya.

Ketua DPP PPMI juga menyayangkan statement tersebut dijadikan komoditi politik oleh sekelompok orang minang. Dirinya juga mengutip ucapan Wakil Presiden RI, tentang Islam Nusantara yang mana di Minanf pun Islam.

Baca :  Bawa Aspirasi Masyarakat, UIKA Leaders Forum Datangi DPR RI

“Sebagai sesama muslim kita harus melakukan Tabayun kalo ada saudara kita yg salah, bukan malah menghujat. Apalagi Uni Puan dan Almarhum Taufik Kemas itu berdarah Minang,” sampainya.

M Raffik berharap, masyarakat Minangkabau dapat menahan diri dan tidak memperbesar persoalan kecil. Bahkan pihaknya pun menegaskan untuk kelompok tersebut dapat mencabut laporannya.

“Apalagi menjadikan masalah ini jadi komsumsi publik untuk menjatuhkan dan mencemarkan nama baik Ketua DPR RI tersebut” tegas Pengurus DPP Kops Alumni KNPI ini.

“Menyerang sodara sendiri dan dijadikan komoditi politik karena persoalan statement yang disampaikan sebelumnya sangat tidak sesuai dengan Falsafah pedoman hidup minang yang berlandaskan Al-Quran dan Sunnah. Kami pun siap untuk turun aksi guna membela Uni Puan jika klompok tersebut tidak mencabut laporannya,” tegasnya.

Baca :  DPR Sahkan UU Perjanjian Indonesia dan Singapura tentang Ekstradisi Buronan

Reporter : Rieke
Editor : Aru Prayogi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *