Dua Masjid di Singapura Jadi Sasaran Teroris

oleh -293 views
Masjid, Singapura, Teroris
Masjid Assyafaah, salah satu masjid di Singapura yang menjadi pusat serangan teroris. [File: AP/ Annabelle]

LEAD.co.id | Dua Masjid di Singapura dilaporkan menjadi sasaran serangan teroris yang direncanakan oleh seorang siswa berusia 16 tahun. Pihak kepolisian telah meningkatkan patroli di daerah tersebut.

Otoritas Singapura dilaporkan telah menahan tanpa pengadilan terhadap seorang remaja etnis Kristen India yang sedang bersiap untuk melancarkan “serangan teroris” di masjid-masjid dengan parang (senjata tajam).

“Dia terinspirasi oleh seorang supremasi kulit putih Australia yang membunuh 51 jamaah di dua masjid di Christchurch di Selandia Baru pada 2019, kata Departemen Keamanan Dalam Negeri seperti dikutip Associated Press (AP), pada Kamis (28/1/2021).

Baca :  Polisi Berhasil Tangkap Jaringan ISIS di Bogor

Staf di Masjid Assyafaah dan Masjid Yusof Ishak di utara Singapura mengatakan bahwa, patroli yang sudah sering dilakukan kini telah diperketat.

Para pemimpin Muslim dan Kristen telah bertemu di salah satu masjid yang ditargetkan untuk mengisyaratkan saling pengertian dan kepercayaan mereka di negara Singapura ini.

Meski demikian, para jemaah terus mengunjungi masjid, meskipun beberapa mengatakan ragu-ragu untuk membawa anak-anak. Muhammad Aref mengatakan, keluarga dan teman-temannya “shock” tetapi melanjutkan kunjungan harian mereka ke masjid.

“Itu mengingatkan kami pada serangan Selandia Baru di Christchurch. Tapi kami cukup tenang, tidak ada protes karena kami yakin (pada) sistem pertahanan Singapura,” kata dia.

Baca :  Jelang Ramadhan, Kaum Syarikat Islam Bebersih Masjid

Pihak Dewan Agama Islam Singapura mengatakan, kasus tersebut menyoroti ancaman radikalisasi online, dan mengutuk tindakan teror dan kekerasan “yang tidak memiliki tempat dalam agama apa pun.”

“Tindakan ini akan menghancurkan komunitas,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Dewan Gereja Nasional mengaku ingin “meyakinkan teman-teman Muslim kita bahwa tidak ada permusuhan di antara komunitas kita” dan tetap berkomitmen untuk mengalahkan kebencian dan kekerasan.

Rohan Gunaratna, seorang profesor studi keamanan di Sekolah Studi Internasional S. Rajaratnam, mengatakan pemerintah telah membangun hubungan yang erat dengan komunitas Muslim dan kepemimpinannya sejak serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat.

Baca :  Penuh Kearifan Lokal, Dompet Dhuafa Luncurkan Masjid Panggung Cordofa

“Muslim Singapura mempercayai pemerintah Singapura untuk melindungi mereka dari ancaman,” kata Gunaratna.

“Penguasaan dunia maya oleh teroris menghadirkan tantangan yang semakin besar,” katanya. “Pemerintah di seluruh dunia perlu mengejar ketinggalan untuk melawan kehadiran teroris yang meningkat di dunia maya.”

Reporter: M. Ikhsan
Editor: Aru Prayogi
Sumber: AP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *