Dukungan ICMI untuk Pemekaran Kabupaten Bogor Barat

0
ICMI, Pemekaran, DOB, Kabupaten Bogor, Bogor Barat

Oleh: Dr Apendi Arsyad

Bismillahirrahmanirrahim

Kawasan Bogor Barat (Bobar) yang merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Bogor yang sangat luas dan berpenduduk sangat besar mendekati 5 juta jiwa dengan 40 kecamatan. Daerah ini merupakan daerah penyangga (buffer zone) ibu kota DKI Jakarta dengan sengkarut permasalan sosialnya tapi memiliki potensi ekonomi dan sumberdaya alam (SDA) yang besar dan melimpah.

Kabupaten Bogor sejak lama dalam dokumennya memiliki arah kebijakan perencanaan pembangunan daerah terdapat 3 (tiga) kluster pengembangan daerah yakni Bogor bagian barat (Bobar) dengan 11 kecamatan yg berpusat di Lw Liang, Bogor bagian tengah (Boteng) dengan 20 kecamatan yg berpusat di Cibinong, sekarang sebagai ibu kota Kabupaten Bogor, tepatnya Kelurahan Pakansari; sedang Bogor Bagian Timur (Botim) dengan 9 kecamatan yang berpusat di Jonggol. Ketiga kluter memiliki karakteristik yang agak berbeda ditinjau dari potensi SDA (kondisi topografi) SDM (demografi) dan sistem kelembagaan sosialnya, aksesibiltas, serta dinamika sosialnya masyarakat desanya.
Kondisi struktur masyarakat Kab.Bogor sangat beragam (heterogen) ditinjau dari sejumlah aspek dan bidang kehidupan sosial.

Gejala sosial yang menjolok adanya ketimpangan sosial ekonomi yang cukup tinggi, kondisi masyarakat Bobar jauh tertinggal dari Boteng dan Botim. Padahal, potensi SDAnya cukup kaya dan melimpah dengan banyaknya sentra pertambangan dan kawasan Gunung Salak Endah (GSE) serta potensi ekonomi wisata dan industri kreatifnya yg cukup potensial, tapi kondisi sosek atau SDM agak tertinggal, banyak yang hidup miskin dan terbelakang. Artinya adanya ko disi paradoks antara ketersediaan SDA versus SDM yg belum sejahtera. Hal ini salah satu penyebabnya adalah lemah dan kurang rentang kendali pemerintah daerah Kabupaten Bogor untuk mendoring kesejahteraan masyarakat Bobar. Oleh karena itu desakan Bobar dimekarkan menjadi daerah Kabupaten adalah salah satu solusi untuk mengejar ketertinggalan daerah Bobar ini.

Sebenarnya, sejak munculnya gerakan reformasi tahun 1999, sudah ada inisiatif memperjuangkan Kabupaten Bobar oleh sejumlah tokoh masyarakat. Tapi entah mengapa gaungnya kurang bergema dan tidak kedengaran lagi. Justru akhir-2ini yang terpublikasi perjuangan kawasan Botim menjadi Kabupaten baru dengan ibu kota Jonggol atau Cariu.

Dengan fakta ini wajar kiranya dan seharusnya ICMI Orda Bobar yang bermarkaa di Leuwi Liang untuk mengambil peranan memperjuangkan kembali dengan penuh semangat dan percaya diri bahwa Bogor Barat (Bobar) dimekarkan menjadi Kabupaten Bobar, dan barang-tentu dengan melakukan langkah-2 konsolidasi, sinergi dan komunikasi antar pemangku kepentingan (stakeholders) yang ada di kawasan Bobar.

Baca :  BMH Ungkap Dugaan Korupsi di PDAM Kabupaten Bogor

Salah satu wadah bernilai strategis adalah pemanfaatan forum Silakda ICMI untuk menampung berbagai aspirasi masyarakat Kecamatan se Bobar, dimana Orsat-2 ICMI ada didalamnya. Forum Silakda ICMI Bobar merupakan momen yang tepat untuk membuat rekomendasikan.dan mempromosikan adanya upaya pemekaran wilayah Bogor menjadi Kabupaten baru.

Pada hari ini Sabtu tanggal 1 Mei 2021 insyaAllah organisasi daerah Ikatan Cendekiawan Mualim se Indonesia (ICMI) menyelenggarakan forum Silaturrahmi Kerja Daerah (Silakda) ICMI Bogor Barat (Bobar).
Silakda Orda ICMI Bobar tersebut adalah salah satu nstitusi forum pengambil keputusan organisasi tertinggi di Orda dibawa Musyawarah Daerah (Musda), yang bertugas merumuskan demgam menampung berbagai aspirasi warga ICMI yang dirumuskan dalam bentuk rekomendasi baik internal maupun eksternal berdasarkan AD dan ART ICMI.

Forum Silakda ICMI Orda Bobar akan dihadiri peserta yang terdiri dari unsur pimpinan (Ketua, Sekretaris dan Bendahara) dari 12 Orsat ICMI se Bobar, segenap pengurus Orda ICMI Bobar dan pengurus Inti Orwil Khusus Bogor, yang jumlah semua peserta diperkirakan hanya lk 50 orang, dibatasi karena masih dalam kondisi pandemi Covid 19. Forum Silakda ICMI Bobar wajib mentaati protokol kesehatan pencegahan pamdemi Covid 19 dalam era new niormal society yakni pakai masker, jaga jarak (tidak berkerumun) dan cuci tangan serta selalu menggunakan hand sanitizer untuk pencehah virus Covid 19 demi menjaga keseharan dan keselamatan kita bersama tanpa kecuali.
Dalam acara Silakda ICMI Bobar tshun 2021 ini
akan sejumlah rangkaian acara yakni amtara lain sbb:

1. Sambutan dan arahan Ketua ICMI Orwil Khusus Bogor pada acara pembukaan Silakda;
2. Sambutan dan arahan Camat Kecamatan Lw Liang Kab.Bogor pada acara pembukaan;
3. Materi orasi Ketua ICMI Orwilsus Bogor yang berjudul “Mengembangkan potensi SDM dan SDA Daerah Bobar untuk Mengakselarasi Pemekaran Bobar menjadi Kabupaten Baru” pada sesi pertama pleno Silakda; dan
4. Materi dan presentasi Ketua Wanhat ICMI Orda Bobar bpk H.Asep Wahyuwijaya.SH.MPd dengan judul “Donamika dan dorongan Politik untuk Desakan Percepatan Bobar menjadi Kabupaten.”

Dengan memperhatikan dan menyimak narasi materi diatas berupa arahan, isi orasi dan presentasi narasumber, serta dari hasil diskusi peserta forum Silakda ICMI Orda Bobar, maka direkomendasikan hal-hal yang bersidat mendesak sbb:

A. Internal
1. Melakukan konsolidasi organisasi melalui pemekaran 3 orda di daerah Bobar dalam.rangka mengantisipasi dan mengakselerasi Bibar menjadi Kabupaten baru.
2. Memantapkan pelaksanaan program 5 kualitas SDM anggota/warga dan simpatisan ICMI yaitu peningkatan kualutas imtaq, pikir, karya/inovasi, hidup dan keluarga sakinah mawaddah warohmah;
3. Membantu Pemerintah Daerah dalam mensukseskan prigram dan kegiatan pembangunan pada sektor pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial melalui pendayaan Badan Otonom ICMI spt Alisa Khadijah, Masika ICMI, MKPD ICMI dan Yayasan ICMi untuk pemberdayaan masyarakat lokal;
4. Membantu mensukseskan agenda politik nasional dan daerah seperti Pileg, Pilkadal dan Pilpres yang cerdas (anti money politik, nalar sehat), rukun dan damai.
5. Berupaya keras, cerdas dan ikhlas melaksanakan pemberdayaan ekonomi ummat melalui pengembangan ekonomi dan perbankan syariah yang berbasis SDA dan SDM yang terdidik dan terlatih. Oleh karena pendidikam dan pelatihan SDM yang.memadukan keyakinan iman dan taqwa (imtaq) dan kemampuan ilmupemgetahuan dan teknologi serta sentuhan seni-budaya Islami (ipteks) mutlak dibutuhkan untuk membangun masyarakat madani (civil society) di kawasan Bobar.

Baca :  Dugaan Korupsi PDAM Bogor, Ada Setoran ke Oknum Dewan ?

B. Eksternal
1. Mendesak Bobar menjadi Kab Bobar dengan 11-12 daerah Kecamatan.berdasarkan dokumen perencanaan pembangunan Kab.Bogor dengan 3 (tiga) cluster pengembangan potensi daerah Kab.Bogor ysng terdiri dari Bobar (Lw Liang), Boteng (Cibinong) dan Botim (berpusat di Jonggol/Cariu)
2. Menyiapkan dan menata sarana dan prasarana umum daerah Bobar dlm upaya pengembangan ekonomi masyarakat lokal yang kondisinya masih tertinggal;
3. Meningkatkan kualitas SDM masyarakat Bobar dalam bidang pendidikan, kesehatan dan kesejshteraan sosial
4. Demi melestarikan nilai-2 sejarah perjuangan/kepahlawan tokoh masyarakat Bobar dan dalam rangka mempertahabkan harkat-martabat (marwah) daerah Bobar dalam sejarah perjuangan ikut andil dalam mempertahankan NKRI dari penjajahan Belanda kembali (pada masa Agresi 1 dan 2), kami warga Bobar meminta Pemerintah Pusat atas usul Pemkab Bogor dan Pemprov.Jawa Barat mengangkat dan mengukuhkan almarhum KH Soleh Iskandar sebagai Pahlawan Nasional, hal ini mengingat begitu besar jasa-2nya almarhum sbg Komandan Militer Batalion O Siliwangi dengan basis perjuangan di daerah Bobar, Lw liang dan sekitarnya untuk mempertahankan kemerdekaan RI, dan di era pembangunan (orla dan orba) almarhum KH Soleh Iskandar memiliki andil dan kontribusi besar mengisi kemerdekaan, yang dibuktikan demikian banyak karya pengabdiannya dimanfaatkan warga masyakat Bogor seperti sarana pendidikan (ponpes Darul Falah, Tarbiyatun Nisa dan universitas/UIKA Bogor) kesehatan (RS Islam Bogor), pemberdayaan ekonomi ummat dan ponpes (BKSPP Jawa Barat) perbankan keuangan syariah (BPRS Amanah Ummah), perumahan Rakyat di lokasi Pamijahan, dll. Peran dan fungsi alm. KH Soleh Iskandar berdasarkan hasil kajian ilmiah dan UU Kepahlawanan dan Pemberian Gelar atas Jasa terhadap NKRI sudah memenuhi syarat untuk diusulkan menjadi Pahlawan Nasional, sudah diterbit buku autobiografi ajengan KH Soleh Iskandar; dan
5. Mengembangkan potensi SDA yg kaya yang ada di daerah Bobar untuk dikelola untuk kesejahteraan sebesar-besarnya rakyat Bobar, yang kini masih tertinggal dibandingkan dengan Daerah Bogor Tengah dan Timur. Padahal daerah Bobar.memiki kekayaan alam spt aneka tambang, wisata alam kawasan GSE, pertanian dan perikanan yg subur dan lain-lain, yang belum dikembangkan optimal sesuai konsep pembangunam berkelanjutan dan SDGs 17 indikator capaian tujuan pembangunan berkelsnjutan (keseimbangan ekonomi, ekologi.dan ekososial) yakni mendorong pertumbuhan ekonomi-bisnis dan investasi; menggalakan upaya pelestarian/konservasi SDA dan lingkungan hidup dan pembangunan daerah yang berkeadilan sosial (social equity). Maknya bahwa proses pengelolaan SDA Bobar tidak boleh terjadi atau membuat ketimpangan kehidupan sosial, merusak ekosistem alam.dan mencemari lingkungan hidup dan kesejahteraan bersama sesuai UUD 1945 pasal 33, bebas dari cengkraman oligarky dan konflomerasi.
6. Menolak, mencegah dan melawan muncul dan berkembangnya paham dan ideologi Komunisme/new PKI/newNasakom, liberalisme dan sekularisme yang menjauh dan berlawanan dengan ajaran agama Islam (Dinnulislam) berdasarkan Al Quran dan Sunnah Rasulullah serta ideologi dan falsafah Pancasila dan UUD 1945, yang kini gejala sosial semakin menampakan diri melalui RUU HIP (munculnya konsep Sila pertama Ketuhanan Yang berkebudayaan, Pancasila menjadi Ekasila-GotongRoyong dari the Ruling Party, hilangnya frasa agama dalam dokumen Roadmap Pendidikan Nasional Kemebdiknas, dll.

Baca :  Rumuskan Program Kerja, DDII Kabupaten Bogor Gelar Rakerda

Demikian rekomendasikan untuk disampaikan kepada Pemerintah dan jajaran ICMI untuk diperjuangkan dalam mewujudkannya dalam waktu tidak terlalu lama. Semoga Allah SWT meridhoi segala usaha kita.

Berdasarkan pembicaraan kita tempo hari dengan kang Hendi, dan sesuai komitmen saya. Saya telah tulis materi rekomendasi
ini masih berupa draf/rancangan konsep usulan rekomendasi dari saya untuk disempurnakan lebih lanjut oleh kawan-2 orda ICMI Bobar. Tulisan ini sebagai materi pembahasan dalam sesi pleno terakhir Silakda ICMI Bogor Barar 2021.

Penulis adalah Pendiri-Dosen Universitas Djuanda Bogor, dan Pendiri ICMI di Malang thn1990/Aktivis ICMI kini Ketua Dewan Pakar ICMI Orwil Khusus Bogor
30/4-2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here