Site icon LEAD.co.id

Epi Martison, Seniman dan Budayawan Kuansing Mendunia

Epi Martison, Seniman, Budayawan Kuansing, Apendi Arsyad

Epi Martison, Seniman dan Budayawan asal Kuansing

Oleh: Dr Apendi Arsyad

Subhanallah, walhamdulillah pagi Ahad, tanggal 21-11- 2021, saya mendapat WA japri, dari orang kampung saya, etnis Melayu Riau, bang Epi Martison. Beliau bang Epi menshare agenda festival seni-budaya (tari, teater, musik) dan perfomance penyair dalam rangka memperingati HUT ke 10 Borobudur Writer and Culture Festival (BWCF), lengkap dengan gambar-gambar visual yang estetik dan menarik, beserta captionnya.

Acara festival berlangsung secara virtual, dimulai, tepatnya pada tanggal 18 sd 21 November 2021. Acara pertunjukan seni Budaya ini diselenggarakan Dinas Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Tengah, bekerjasama dengan beberapa Lembaga lainnya.

BWCF juga bertujuan dalam upaya mengingatkan dan membangun kesadaran publik untuk melestarikan maha karya anak bangsa Indonesia, berupa “world harritage of Borobudur” yang berdiri bangunan yang anggun dan megah di Magelang Jawa Tengah, agar tidak mengalami desrupsi di era millenial, memasuki abad 21 ini.

Berdasarkan catatan agenda kegiatan pentas seni-budaya virtual HUT ke 10 BWCF ini, akan tampil jika tidak salah ada 7- 8 orang seniman dan Budayawan besar Indonesia yaitu Anwari, Afrizal Malna, Heru Joni Putra, Darlane Litaay, Warih Wisatsana, Rianto, Tanto Mendut dan Epi Martison.

Epi Martison, orang kampung saya ini akan menampilkan karya seni-budaya keatifnya berjudul “Genta-Genta Mendut”, yang mengeksplor bunyi-bunyi genta baik kecil maupun besar yang ada di Vihara Mendut Jawa Tengah. Dari aneka rupa karakter bunyi-bunyian itulah bang Epi Martison memakai peralatan tersebut, kemudian mengolahnya menjadi sebuah karya seni-budaya yang estetik yang layak ditonton publik dan insyaAllah menghibur serta menginspirasi.

Menurut Agenda Acara pementasan karya seni-budaya “Genta-Genta Mendut” akan dilangsungkan malam ini (jam 19.30 sd 20.30 wib) Ahad 21 November 2021 secara virtual di Youtube https://bit.ly/Senipertunjukan-4_21Nov. Marilah kita menonton bareng dengan mengajak para dunsanak (kerabat) dan teman sejawat untuk menikmati karya seni orang kampuang kita Kuansing Riau, sambil memberikan dukungan penuh kepada bang Epi Martison dengan memencet tombol Subcribe, like & coment pada Youtube tersebut.

Dengan kata lain, karya seni-budaya “Genta-Genta Mendut” karya bang Epi Martison bisa tampil sukses dan membanggakan kita semua, terutama para penikmat seni. Terus terang saya dan kita harus bangga dengan prestasi dan dedikasi bang Epi Martison, yang sejak muda dan hingga kini beliau sudah lama berhikmat, berjibaku di bidang seni-budaya suku-bangsa, etnis lokal di negeri ini.

Bang Epi telah berkontribusi besar dan banyak dalam mempromosikan seni budaya tradisional etnis-etnis lokal di negeri, yang kita cintai ini, termasuk local wisdoms, seni budaya tradisional yang ada di daerah kita (kampuang awak) Rantau Kuantan dan Singingi, telah banyak bang Epi angkat ceritanya di berbagai pertunjukan dan pementasan dalam dan luar negeri.

Beliau bang Epi Martison memiliki banyak pengalaman memimpin delegasi seniman Indonesia ke sejumlah negara di benua Asia, Eropah, Amerika dan Afrika, diantaranya kota-kota besar seperti Canada, Paris Francis, Afsel, London UK, Culumbia, Roma, Swiss, Denmark Germany, Amsterdam Amerika Serikat dll.

Hal ini saya baru tahu, ketika 2 tahun lalu beliau bersama keluarga berkunjung dan bertamu ke gubukku di Ciawi Bogor. Ketika berada di rumahku, kami saling bertukar informasi tentang pengalaman kami masing-masing. Saya bercerita tentang dunia pendidikan tinggi dan perencanaan pembangunan, sebagai dosen dan konsultan di Kementerian dan Lembaga (K/L) negara yang lk 30 tahun bekerja, sedang bang Epi bercerita tentang dunia seni dan budaya sebagai seorang kreator seni dan juga Dosen di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) bersama istrinya.

Dari pertemuan itulah, saya tahu biografinya bang Epi Martison, kelahiran Baserah Kuansing, bertetanggaan dengan Cerenti kampungku. Berkat kesungguhannya, beliau merupakan salah seorang seniman dan budayawan besar Indonesia saat ini, yang sangat produktif, yang turut mengharum nama negeri ini, Indonesia. Beliau ini orangnya baik, ramah, pembelajar yang tekun dan mudah bergaul dengan siapa pun.

Beliau pun awalnya mengenal saya AA lewat tulisan-tulisan saya di media sosial (Lead.id.com; Amanah-news.id.com etc), dan beberapa kali ikut webinar IKKS se Indonesia sebagai narasumber. Kemudian beliau tertarik dan ingin bertemu, mau berkunjung ke rumahku untuk bersilaturrahmi di kawasan Puncak, Ciawi, Bogor, Jawa Barat.

Tampilnya bang Epi dalam acara Borobudur Writers and Cultural Festival 2021 berdampingan dengan seniman seniman besar lainnya. Hal ini membuktikan bahwa bang Epi setara dengan budayawan besar lainnya, bang Epi adalah seniman dan budayawan asal Kuansing Riau yang sdh mendunia (mengglobal).

Harapan saya dan kita semua, semoga bang Epi Martison, putra Kuansing selalu produktif dengan karya2 seni-budayanya yang kreatif dan inovatif, yang menghibur dan menginspirasi banyak orang. Hayoo mari kita berikan dukungan dan appresiasi dengan menonton di Yoetube dgn ramai-ramai memberikan subcribe di medsos pada minggu malam ini.

Hatur nuhun..
Selamat berjuang. Bang Epi, semoga sukses dan Allah SWT selalu melindungi dan menolong hamba-hambaNya yang sholeh dan gemar berbuat kebajikan, Amiin3 YRA.

 

Penulis adalah Dosen dan Pendiri Universitas Djuanda Bogor, Pendiri dan Ketua Dewan Pakar ICMI Orwilsus Bogor, Ketua Majelis Pakar Dewan Koperasi Kabupaten Bogor, TA P3PD Ditjen Bina Pemdes Kemendagri, dan Ketum IKC Se Jabodetabek 2002-2019, etc

Exit mobile version