Gelar Webinar Energi, Gagas Nusantara; Bersama Kita Dukung BBM Euro 4 Ramah Lingkungan

oleh -274 views
FOTO. Aru Prayogi (kiri) dan Romadon (kanan) saat diskusi webinar Energi (10/09/2020)

LEAD.co.id | Pandemi Covid-19 yang menjadi isu kesehatan, kini membuat dampak pada bidang ekonomi. Pasalnya sejak pandemi ini menyebar, telah banyak PHK massal, penutupan pabrik-pabrik, goncangan terhadap supply and demand hingga terjadinya penurunan daya beli (konsumsi) masyarakat.

Menurut Aru Prayogi, Aktivis Peduli Lingkungan, Indonesia seharusnya belajar dari pandemi ini dengan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya bahan bakar minyak (BBM).

“BBM dengan nilai oktan tinggi yang ramah lingkungan guna menciptakan hidup sehat pasti berdampak bagi semua,” sampainya dalam diskusi energi webinar sebagai narasumber yang bertema “Mendukung BBM Euro 4 Ramah Lingkungan” yang diselenggarakan Gagas Nusantara, Jakarta, Kamis (10/09/2020).

Romadhon, Direktur Gagas Nusantara sebagai penaggung jawab acara webinar menyambut baik langkah PT Pertamina serta mendukung BBM ramah lingkungan.

Baca :  Ombudsman: Revitalisasi Aset Pertamina untuk Perbaikan Pelayanan Publik

“Kita ketahui bersama dalam kampanye dukungan tersebut, Pertamina memberikan diskon harga Pertalite sebesar Rp. 1.200 per liter. Ini menunjukkan Pertamina konsisten mangawal isu lingkungan kearah lebih baik dan menyehatkan,” ucapnya.

Diskusi yang digelar dalam rangka memberikan kontribusi pemikiran dan gagasan di bidang energi untuk mengatasi masalah lingkungan dari penjualan BBM beroktan rendah dengan ron 88. Sebagai contohnya premium dan ron 90 pertalite yang sudah tidak layak lagi di produksi.

Aru menambahkan, berdasarkan penugasan dari pemerintah, saat ini Pertamina masih menyalurkan, menyediakan Premium dan pertalite di Indonesia. Selain itu, Pertamina juga menyediakan jenis BBM Umum yang meliputi Perta Series (Pertamax dan Pertamax Turbo) dan Dex Series (Pertamina Dex dan Dexlite).

“Di sisi lain, Pertamina juga dihadapkan pada regulasi lingkungan. Merujuk pada ketentuan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) No 20 Tahun 2017, disyaratkan standar baku mutu emisi gas buang kendaraan bermotor sesuai dengan standar EURO 4 sehingga BBM yang digunakan untuk uji emisi agar minimal mengikuti RON minimal 91 atau CN minimal 51,” ungkap Aru.

Baca :  Membahayakan, Aktivis Minta Perbaiki Jembatan Ciodeng

Menurutnya, sesuai kesepakatan dunia dan pemerintah, setiap negara berupaya menurunkan emisi karbon dan mengurangi polusi udara. Salah satunya dengan menggunakan BBM yang lebih berkualitas dan ramah lingkungan.

“Oleh sebab itu, Pertamina juga terus melakukan edukasi dan mendorong konsumen agar beralih menggunakan BBM yang lebih ramah lingkungan. Seperti yang sudah kita rasakan sejak PSBB, langit biru dan udara lebih baik, untuk itu kami mengajak dan mendorong masyarakat dalam webinar ini untuk menggunakan produk yang lebih berkualitas,” katanya.

“Kita seharusnya mengikuti aturan Kementrian LHK, dengan menggunakan BBM ramah lingkungan. Tapi, faktanya masih ada komponen masyarakat yang membutuhkan BBM Ron 88 (Premium),” kata Nia (salah satu peserta webinar yang mengingatkan semua untuk mengikuti dan melaksanakan UU lingkungan tsb).

Baca :  Tingkatkan Daya Saing, Jokowi Resmikan Penggabungan BUMN Pelindo

Sebelum selesai, Aru mengingatkan, bahwa Indonesia sudah teken Paris Agreement bahkan dirativikasi menjadi UU.

“Maka sebagai kesepahaman kami mengajak sekali lagi perlu adanya komitmen dalam penutup diskusi ini untuk mendukung dan mendorong masyarakat Indonesia menggunakan BBM ramah lingkungan,” pungkasnya
Acara diskusi ini diikuti oleh puluhan peserta baik dari undangan aktivis cipayung dan maupun dari kalangan umum.

Reporter : Sally Sumeke

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *