LEAD.co.id | Presiden Jokowi memerintahkan jajarannya untuk segera melakukan langkah-langkah tanggap darurat usai terjadi gempa berkekuatan Magnitudo 6,1 di wilayah Jawa Timur (Jatim) pada Sabtu, 10 April 2021 kemarin.
“Saya juga tadi mendapatkan laporan juga bahwa terjadi gempa susulan pagi hari tadi,” ujar Presiden dalam keterangannya di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (11/4/2021)
Langkah tanggap darurat diperintahkan Presiden kepada jajarannya mulai dari Kepala BNPB, Kepala Basarnas, Menteri Sosial, Menteri Kesehatan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Panglima TNI dan Kapolri, hingga Pemerintah Daerah setempat.
Presiden juga menginstruksikan untuk mencari dan menemukan korban yang tertimpa reruntuhan dan segera melakukan perawatan pada korban luka-luka dan juga penanganan dampak dari adanya gempa bumi tersebut.
“Saya atas nama pemerintah dan seluruh rakyat menyampaikan dukacita yang mendalam atas korban yang meninggal dunia,” imbuhnya.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah merilis perkembangan terkini, Minggu (11/4) pukul 08.00 bahwa, sebanyak korban meninggal dunia sebanyak delapan (8) orang, luka ringan 36, luka sedang hingga berat tiga (3) orang.
Adapun total rumah rusak dengan kategori berbeda berjumlah 1.189 unit, dengan rincian rusak berat (RB) 85 unit, rusak sedang (RS) 250 dan rusak ringan (RR) 854. Kerusakan juga dialami fasilitas umum (fasum) dengan total kerusakan sejumlah 150 unit.
Di Malang terjadi kerusakan rumah RR 525 unit, RS 114, RB 57, sedangkan kerusakan pada fasilitas pendidikan 14 unit, fasilitas kesehatan 8, tempat ibadah 26 dan jembatan 6 titik. Sementara di Blitar kerusakan rumah RR 217 unit, RS 85 dan RB 10, sedangkan kerusakan fasum 9 kantor dan 3 balai desa.
Sejumlah lokasi kerusakan lain yaitu seperti wilayah Kabupaten Lumajang, Pasuruan, Trenggalek, Probolinggo, Ponorogo, Jember, Tulunggagung, Nganjuk, Pacitan, sedangkan wilayah kota yaitu Blitar, Kediri, Malang dan Batu.
BNPB telah mendapat laporan dari BPBD tentang adanya gempa susulan di wilayah Jawa Timur sebanyak delapan kali dengan magnitudo berbeda.
Presiden Jokowi mengingatkan, Indonesia berada di wilayah cincin api atau ring of fire sehingga aktivitas alam seperti gempa bumi dapat terjadi kapan saja. Untuk itu, dia meminta kepada jajaran di daerah senantiasa mengimbau masyarakat untuk tanggap bencana.
“Oleh sebab itu, saya mengingatkan kepada gubernur, bupati, dan wali kota untuk terus mengimbau masyarakat untuk mempererat kerja sama dan meningkatkan kesiapsiagaan, kewaspadaan akan datangnya sebuah bencana,” tandasnya.
Reporter: M Ikhsan
Editor: Aru Prayogi
Sumber: BPMI Setpres, BNPB





