Guru dan Struktur Ilmu

oleh -87 views
Apendi Arsyad, Perjalanan, Wisata, Jepang, Japan

Oleh: Dr. Ir. H. Apendi Arsyad, MSi

Menjelang memasuki keheningan malam, bersiap keperaduan untuk beristirahat, tepat pukul 0.50 wib, saya membuka Hp dengan jemariku, alhamdulillah, subhanallah, saya membaca artikel “Guru dan Struktur Ilmu”, oleh penulisnya di WAjapri kepadaku. Saya pun tergugah untuk bernarasi sebagaimana tulisan ini.

Memang kami sudah sejak lama bersahabat, kami selalu saling bertukar (sharing) tulisan dan opini, apabila saya AA dan mas Hery selesai menulis untuk saling bertukar opini dalam merespon dinamika kehidupan sosial, tulisan yang masih “hangat” dishare kepada saya AA dan saya pun hampir jarang melewatkan dan membaca seksama artikel mas Hery tsb.

Berdasarkan pengalaman dan pengamatan saya AA, mas Hery, banyak menulis artikel, dengan narasinya agak filosofis dan religi, dengan bahasa sastranya cukup kuat, beliau mas Hery menurut saya AA adalah sosok seorang suffi, mukmin yang taat dan patuh menjalankan ibadah hanya kepada Allah SWT. Sedangkan saya AA, maaf agak lebih pragmatis dan kritis dalam merespon kehidupan sosial dalam beberapa aspek/dimensi ipoleksusbudhankam, alias menu “gado-gado” lebih variatif, tergantung trending topik yang sedang berkembang “top hit-issuses”.

Baca :  HGN 2020: Santri Baitussalam Kejutkan Para Guru

Dengan perbedaan gaya penulisan dan basis aliran pikiran (makzab) tsb, maka, barangtentu kami bisa memetik sebuah pelajaran (lesson learn) dan bilhikmahnya yakni: kami bisa saling mengisi dan melengkapi kekurangan masing-masing dalam menuju sebuah “kesempurnaan” dan pendewasaan berpikir dan berperilaku. Ingat firman Allah SWT dalam surat Al Asr.. “Watawa shaubilhaqqi watashau bissobri”, artinya..”saling menasehati antar sesama dalam kebenaran dan kesabaran.. “

Kali ini artikel mas Hery, yang barusan dishare japri untuk saya AA, sungguh hebat dan mantul.
Tulisan sahabat saya AA: Yudha Heryawan Asnawi, call name Hery.. Ini menurut saya adalah salah satu artikel terbaiknya, saranku, sebaiknya/seharusnya sebagai cendekiawan, intelektual muslim (ulil albab) agar membaca artikel “Guru dan Struktur Ilmu” ini, terus disimak konten-pesan moral-ideologisnya, kemudian, dimaknai, diinterpretasikan, dan terakhir temukan hikmahnya apa dan bagaimana sebagai modal sosial (social capital) dalam berperilaku menuju akhlaqul karimah untuk pergaulan sehari-hari, yang menuntut kemampuan Ilmu pengetahuan dan teknologi (sainteks). Allah SWT berfirman, bahwa orang yang beriman-bertaqwa dimuliakan Allah SWT, sedangkan orang yang memiliki dan menguasai saintek akan ditinggikan derajatnya oleh Allah SWT.

Baca :  Merdeka Belajar: Guru Merdeka, Guru Sejahtera

InsyaAllah kita dalam menjalani hidup ini, melakukan amal perbuatan secara berimbang dan seimbang sebagai jalan keselamatan, “rabbana atina fitdunya hasanah, wafil akhiroti hasanah waqinah azabbannar..”. Sebagaimana massages doa sapujagat tsb. kejarlah dunia yang fana ini untuk hidup selalu dalam kebahagiaan (always happy), akan tetapi janganlah melupakan kehidupan akhirat yang baqa, hidup setelah mati dengan bercita-cita dan berharap menjadi penghuni Surgajannatunnaim. Aamiin3 YRA.

Gallery and Ecofunopoly, Kp Wangun Atas Rt 06 Rw 01 Kel. Sindangsari, Botim City, West Java Jumat malam 1.30 wib, 8 Mei 2026

Baca :  Bentuk Karakter Anak-Anak Perbatasan, Satgas 643 Jadi Guru PAUD

Penulis adalah Pendiri dan Ketua wanhat MPW ICMI Orwilsus Bogor merangkap Wasek Wankar MPP ICMI, Pegiat dan Pengamat serta Kritikus Sosial melalui Tulisan-tulisannya di Media Sosial