Harga Cabai Tinggi, Perumda PPJ Fasilitasi Gelar Pangan Murah

oleh -258 views
Optimalisasi, Blok F, PemKot Bogor, Sterilisasi, PKL
Direksi Perumda PPJ Kota Bogor saat meninjau pembongkaran TPS Blok F Pasar Kebon Kembang

LEAD.co.id | Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) memfasilitasi operasi gelar pangan murah di sejumlah pasar di wilayah Kota Bogor selama bulan Maret. Operasi ini untuk merespon tingginya harga cabai rawit akibat cuaca ekstrim.

Operasi gelar pangan murah (GPM) ini merupakan program Kementerian Pertanian (Kementan) yang difasilitasi oleh Perumda PPJ Kota Bogor bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) setempat. Operasi GPM dilaksanakan di wilayah Jabodetabek mulai tanggal 8 sampai 30 Maret 2021.

Sesuai jadwal dari Kementan, operasi GPM (bazar) untuk wilayah Kota Bogor akan dilaksanakan di Pasar Kebon Kembang (Pasar Anyar) pada tanggal 13-14 dan 27-28 Maret 2021. Sedangkan di Pasar Sukasari akan dilaksanakan pada 17-18 Maret dan di Pasar Bogor pada 21-22 Maret.

Baca :  Jadi Sumber Bencana, Perumda PPJ Bersihkan Sampah di Pasar Tekum

Kasubag Humas Perumda PPJ Iwan Arif Budiman membenarkan adanya rencana operasi gelar pangan murah yang dilaksanakan oleh pihak PPJ. Menurutnya, jadwal tersebut masih bersifat tentatif, menunggu keputusan antara pihak PPJ dan Kementan serta Dinas terkait.

Dia menyebutkan, harga cabe rawit di Kota Bogor pada bulan Maret mencapai rata rata Rp 110ribu/ Kg, sedangkan untuk harga cabai rawit hijau mencapai Rp 60ribu/ Kg.

Sementara sumber Kementan menyebutkan, harga cabai rawit merah di wilayah Jakarta mencapai rata rata 122.428/ Kg dan cabai merah keriting Rp 58.228/ Kg. Pihak Kementan telah menginisiasi operasi GPM untuk menekan tingginya harga cabai.

Direktur Utama Perumda PPJ, Muzakkir menjelaskan, gelar pangan murah untuk menstabilkan harga pangan agar tidak fluktuatif. Karena, fluktuasi pasokan dan harga komoditas pangan dapat mempersulit kebutuhan warga.

Baca :  Jelang Nataru, Perumda PPJ Pastikan Kebutuhan Pokok Aman Terkendali

“Diharapkan kehadiran PMT/TTIC (operasi gelar pangan murah) di masyarakat mampu menstabilkan gejolak harga pangan yang dihadapi pemerintah dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan,” harap dia.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan RI Agung Hendriadi mengatakan, gelaran cabai rawit murah ini untuk membantu masyarakat mendapat cabai karena dalam beberapa waktu terakhir mengalami kenaikan yang sangat signifikan.

Hal itu sesuai dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang meminta jajarannya untuk memastikan ketersediaan pasokan dan harga cabai agar tidak mengalami gejolak di tengah pandemi Covid-19.

“Sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian, gelaran cabai rawit murah ini merupakan agenda jangka pendek kita untuk memudahkan masyarakat mengakses cabai yang murah,” sebut Agung melalui keterangan pers, pada Minggu (7/3).

Baca :  Usai Lebaran, Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Kota Bogor Stabil

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan RI Prihasto Setyanto memaparkan, berdasar data series produksi 5 tahun terakhir, produksi cabai rawit pada bulan Desember-Februari adalah bulan waspada karena produksi cenderung menurun dibanding bulan lainnya.

“Untuk saat ini, adanya cuaca ekstrim (La Nina) semakin menyebabkan produksi terganggu. Seperti bunga rontok menyebabkan gagal berbuah,” sebut dia dalam siaran pers Kementan RI, pada Senin (8/3/2021).

Pihaknya mengaku telah menggerakkan seluruh jajarannya untuk memonitor kondisi pertanaman cabai di lapangan dan melakukan upaya-upaya untuk meredam gejolak harga agar tidak berkepanjangan.

Reporter: M. Ikhsan
Editor: Aru Prayogi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *