HMI Majalengka Demo Tolak Perpanjangan Jabatan Presiden

oleh -478 views
HMI Majalengka, Demonstrasi, Pemilu 2024 Ditunda, Masa Jabatan Presiden

MAJALENGKA (Lead.co.id) – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Majalengka menggelar aksi demontrasi untuk menolak penundaan Pemilu dan perpanjangan masa jabatan Presiden. Mereka juga memprotes kenaikan harga BBM dan Minyak Goreng.

Aksi mahasiswa itu dilakukan di titik 0,370 Majalengka, tepatnya di sebelah Utara Alun-alun Majalengka, pada Kamis (7/4/2022) sore hari. Mereka berorasi secara bergantian sambil menanti waktu berbuka puasa.

Dalam aksi itu, selain menolak perpanjangan masa jabatan Presiden, para mahasiswa juga mendesak pemerintah untuk membatalkan kenaikan bahan bakar minyak (BBM) dan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Baca :  Gelar Demonstrasi, Mahasiswa Beri Raport Merah ke Bupati Bogor

Dalam aksi itu, tampak dibentangkan sejumlah spanduk dalam bertuliskan “Tolak 3 Periode”, “Tolak Kenaikan BBM dan PPN”, dan “HBD Corona 2 tahun”.

Selain melakukan orasi di pusat kota Majalengka, mereka juga merangsek masuk ke kantor DPRD Majalengka, namun sayang para wakil rakyat itu sedang tidak berada di tempat. Sehingga, orasi para mahasiswa bergeser ke titik 0,370 atau di Tugu Perjuangan.

Ketua HMI Cabang Majalengka, Agi Muhlis Bahari menegaskan, ada tiga poin tuntutan mahasiswa kepada Presiden Jokowi yaitu meminta segera bersuara terkait penolakan kenaikan harga BBM, kenaikan pajak yang kini naik 11 persen dan menolak wacana jabatan selama tiga periode.

Baca :  Bupati Bogor Sampaikan Aspirasi Demonstran kepada Presiden

Menurutnya, dampak kenaikan BBM sendiri dirasakan langsung oleh para mahasiswa sendiri dan masyarakat pada umumnya. Oleh karena itu, pihaknya meminta Presiden Jokowi untuk peka terhadap keinginan rakyat.

“Jokowi diminta peka dan melihat suara rakyat yang tidak mengharapkan terjadinya kenaikan BBM, jabatan tiga periode dan penundaan Pemilu. Sebab tindakan itu telah melukai dan mencederai rakyat,” tegasnya.

Dia menambahkan, di masa jabatan Jokowi, biaya perkuliahan justru mengalami kenaikan. Sehingga, seluruh mahasiswa yang tergabung dalam HMI Majalengka menolak rencana masa jabatan tiga periode.

Baca :  GASAC Hadiahi Kejari Cianjur Tolak Angin

Pihaknya juga mengaku mewakili masyarakat yang selama ini mengeluh karena kesulitan membeli bahan-bahan dapur, khususnya minyak goreng. Bahkan, mereka menilai kepemimpinan Jokowi telah menyengsarakan.

“Minyak goreng pernah berada di fase tidak ada, tapi saat kalau ada juga mahal harganya. Kepemimpinan Jokowi malah menyengsarakan kami,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *