LEAD.co.id | Israel menghimbah masyarakat internasional bergabung untuk menghadapi ancaman negara Iran. Pidato itu disampaikan dalam peringatan 75 tahun pembebasan kamp kematian Auschwitz (Holocaust Forum), di Yerusalem.
“Menyerukan kepada masyarakat internasional untuk bergabung dengan upaya vital untuk menghadapi Iran,” tegas Perdana menteri Israel, Benjamin Netanyahu seperti dilansir BBC News, Kamis (23/1/2020).
Kepada pemimpin dunia, Netanyahu memperingatkan bahwa, Iran saat ini telah berusaha mengembangkan senjata nuklir dan memusnahkan satu-satunya negara Yahudi.
“Saya menyerukan semua pemerintah untuk bergabung dalam upaya menghadapi Iran. Israel akan melakukan apa pun yang harus dilakukan untuk membela rakyatnya dan masa depan Yahudi,” seru dia.
Forum Holocaust Dunia Kelima adalah acara diplomatik terbesar dalam sejarah Israel. Lebih dari 40 pejabat menghadiri dan meletakkan karangan bunga, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier, Wakil Presiden AS Mike Pence dan Pangeran Wales, yang melakukan perjalanan resmi pertamanya ke Tanah Suci.
Lusinan pemimpin dunia menghadiri acara itu di pusat zikir Yad Vashem. Hal itu diadakan untuk menjaga memori enam juta orang Yahudi yang terbunuh dalam skala industri oleh Nazi dan kaki tangan mereka selama Perang Dunia Kedua.
Hampir satu juta orang Yahudi dibunuh dengan gas, kelaparan, bekerja sampai mati dan bahkan dibunuh dalam eksperimen medis di Auschwitz, di Polandia yang diduduki Nazi.
Sekitar 75.000 warga sipil Polandia, 15.000 tahanan perang Soviet, 25.000 Roma dan Sinti, serta Saksi-Saksi Yehuwa, homoseksual dan tahanan politik juga dihukum mati disana.
Pada kesempatan itu, Netanyahu juga bersumpah bahwa, “tidak akan ada Holocaust lagi”.
Ditempat yang sama, dalam pidato pembukaan, Presiden Israel Reuven Rivlin berterima kasih kepada para pemimpin negara yang telah hadir.
“Atas komitmen Anda untuk mengingat Shoah [Holocaust], atas komitmen Anda kepada warga dunia, kepada mereka yang percaya pada martabat manusia,” ucap Reuven Rivlin. (BBC/Red)





