Oleh: Apendi Arsyad
Innalilahi wainna illahi rojiun, telah berpulang ke rahmatullah ibu Dr. Ir. Wini Nahraeni, MSi, hari ini Rabu 27 Juli 2022 dikediamannya di Sukabumi. Begitu bunyi pesan di WAG Dosen Faperta Universitas Djuanda Bogor, yang sempat saya baca postingan dari teman-teman dosen.
Setelah membaca postingan berita duka tersebut, saya tertegun sejenak dan rasa sedih-haru menyelimuti pikiran dan hatiku. Barangtentu, saya cukup mengenal dekat mengenai kepribadian almarhumah Dr Wini semasa hidupnya.
Kami ditakdirkan Allah SWT sama-sama berprofesi dosen pada prodi Agribisnis Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Djuanda Bogor, selama lebih kurang 3 dasa warsa mengabdi sebagai dosen, bekerjasama membimbing mahasiswa dan bersama mengembangkan pendidikan dan Tri Dharma Perguruan Tinggi, serta mengelola prodi Agribisnis (Agb) hingga terakreditasi berperingkat baik (B) hingga saat ini.
Keberlangsungan hidup dan eksistensi prodi Agb sampai saat ini, jujur saya berkata bahwa semua capaian keberhasilan itu tidak terlepas dari andil dan kontribusi besar dari almarhumah.
Almarhumah ibu Dr Wini adalah orang baik yang saya kenal, orangnya ramah dan santun, sosok ibu yang cerdas dan mendidik para mahasiswanya, berdedikasi tinggi terhadap pekerjaan. Beliau yang kini almarhumah juga pekerja keras, dan profesional dalam bekerja, disiplin dan tegas menegakan aturan dan kode etik akademik yang berlaku.
Almarhumah ibu Dr Wini Nahraeni, selain tekun mengajar beberapa mata kuliah, rajin membimbing praktek lapang dan skripsi beberapa mahasiswa Agb. Di samping beliau juga menjabat sebagai Ketua Prodi Agb terlama masa jabatannya, dan terakhir diakhir khayatnya menjabat Wakil Dekan Faperta UNIDA Bogor.
Disela-sela bertugas melaksanakan Tri Dharma PT (pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat) yang cukup padat di Kampus UNIDA, beliau ibu Wini masih berkesempatan menyelesaikan program magister dan doktornya di IPB University.
Saya salut dan mengapresiasi kerja keras beliau, yang sehari-hari tinggal di Cisaat Sukabumi. Selama bertugas di kampus UNIDA dan studi lanjut di kampus IPB Darmaga, beliau bolak balik Sukabumi-Bogor, yang menurut saya sebuah pekerjaan yang luar biasa bagi seorang ibu dari anak-anaknya dan istri dari suaminya.
Ketika itu saya sempat berkata sebagai sahabatnya itu, apakah ibu Wini tidak lelah dan capek? Ibu Wini tersenyum saja, sambil membentangkan kedua tangannya, sambil menggeleng kepalanya.
Saya pun berkata memuji dan salut bahwa ibu Wini adalah seorang “wanita besi” (a iron leady), saya teringat keperkasaan Mrs Margarett Teacher, PM Inggris di masa itu, yang diberi gelar “Wanita Besi”, makna lainnya sosok perempuan pemberani, tegas dan pekerja keras.
Itu sosok alm ibu Dr. Ir. Wini Nahraeni, MSi, yang membuktikan, beliau bisa meraih gelar akademik tertinggi Doktor tanpa meninggalkan tugas-tugas Tri Dharma PT di kampus “bertauhid” UNIDA Bogor.
Saya sebagai kolega kerja dalam suatu “team work” mengajar, tugas administrasi akademik dll bersama almarhumah Dr. Wini, saya merasakan suasana nyaman dan bisa bekerja produktif untuk mempertahan keberadaan prodi Agb, walaupun kami mendapatkan banyak kendala dan keterbatasan.
Berkat kerja keras dan komitmen yang kuat dari almarhumah, alhamdulillah banyak hal yang sudah dicapai, terutama menghasilkan lulusan yang baik dan bermutu.
Mereka para alumni Agb sudah banyak yang sukses bekerja di lingkungan masyarakat dengan berbagai profesi seperti ASN / pejabat, BUMN, karyawan, wirausaha, wakil rakyat/DPR RI, DPRD, dll.
Dengan berpulang kerahmatullah ibu Dr. Wini Nahraini, dosen senior Agb, kita sungguh kehilangan sosok seorang ibu yang baik, berdedikasi tinggi terhadap profesinya.
Tentu, kami ikhlas melepaskan kepergian almarhumah keharibanMu ya Allah, karena sudah sekian lama beliau menderita sakit. Ketika saya bersama dengan istriku dan beberapa teman dosen Faperta menjenguk ibu Dr. Wini di rumahnya di Perum Cisaat Sukabumi.
Saya tidak bisa menyembunyikan kesedihanku, setelah mendengar informasi sakitnya beliau, setiap lk 2 kali seminggu harus cuci darah di RSU Sukabumi. Mendengar hal itu, air mataku pun menetes dan mengalir di pipi dan suaraku pun serak.
Ketika melihat sahabatku ibu Dr.Wini Nahraeni, etnis Sunda asal Garut (berusia lk 60 thn) sakit, saya merasa sedih, seraya berdoa dengan membaca surat-surat juz Ammah-Al Quran, untuk memohon kepada Allah SWT agar ibu Dr. Wini sembuh dari penyakitnya.
Akan tetapi kini Allah SWT berkehendak lain, hari ini Rabu siang Allah SWT, Maha Pemiliknya menjemput sang kekasihnya.
Selamat jalan ibu Wini yang baik hati, dengan tenang dan penuh kedamaian untuk menghadap Tuhanmu, Allah SWT Sang Khalik dan Pemilikmu.
Semoga Allah SWT menempatkan arwahmu bersama orang-orang sholeh/sholehah di tempat mulia di Surga Jannatunnaim. Allahumagfirlaha warhamha, waafiiwa’fuanha. Al Fatihah.
Penulis adalah Pendiri-Dosen Universitas Djuanda Bogor, Konsultan, Pegiat dan Pengamat Sosial, salah seorang kolega kerja dan sahabat dekat almarhumah

