Oleh: Dr Apendi Arsyad
Syukron ibu Ruminah / Dosen PAI IPB dan sahabat dekat alm ibu Dra Hj Kokom Komariah Firdaus, begitu dalam makna tausyiahnya dan menarasikan kebaikan-kebaikan almarhumah yang terus berjuang, berdakwah menegakkan Dinnulislam di masyarakat bawah (desa-desa miskin) hingga akhir khayatnya. Tausyuah disampaikan pada acara tahlilan mengenang almarhum ibu Dra Hj Kokom Komariah Firdaus lewat aplikasi zoom meeting kaum ahkwat alumni IPB / aktivis BKI IPB, Kamis malam tanggal 22/7-2021
Begitu runtut ibu Ruminah menarasikan pengalamannya bersama almarhumah, dan uraian tersebut menyentuh hatiku menyimak penjelasan tentang sosok dan vigur seorang ibu yang baik hati dan hidupnya terus mendampingi dan membela ummat, terutama kaum fuqoro masakin dan anak yatim.
Sebenarnya begitu banyak catatan kebaikan almarhumah ibu Kokom, yang tak muat jika ditulis di ruang ini. Tapi saya akan menyebutkan salah satu perbuatan kebajikan almarhum ibu Dra. Hj. Kokom Komariah, yakni beliau aktif dan berhikmat di organisasi kaum ibu-ibu saudagar ICMI yaitu Batom ICMI Alisa Khadijah Daerah Bogor, yang membuat program dan kegiatan pengabdian membantu kaum dhuafa.
Pada suatu malam ibu Kokom menelpon saya bahwa ibu menginformasikan ada proposal kegiatan membantu keluarga dhuafa, termasuk anak yatim, yang ada di desa binaannya di salah satu Kecamatan di Bogor Barat, Leuewiliang. Waktu ibu menjelaskan tentang kegiatan dakwah bilhal yang beliau kerjakan bersama kawan-kawan al ibu Dr. Tience Darmayanti, mbak Tati dll.
Saya pun tergerak untuk bergiat menyampaikan proposal Alisa Khadijah ICMI tersebut ke para Sahabatku yang saya pandang mampu dan muridnya ibu, diantara saya hubungi Ir.Abdul Azis MBA, big boz grup CT. Alhamdulillah, beberapa hari kemudian ibu Kokom menelpon saya, beliau memberi tahu bahwa infaq dari Abdul Azis, muridnya, untuk membeli paket bantuan kpd kaum dhuafah dan anak yatim sudah diterima beliau di rekening.
Ibu Kokom senang sekali menerima infaq yang begitu besar tersebut. Saya pun ikut merasakan berbahagia sdh membantu program ibu Kokom yang begitu amat mulia tersebut.
Saya sering kali bertemu dgn ibu Kokom, biasanya di acara-acara forum organisasi ICMI, Alisa Khadijah, dan saya selalu menghampiri, menyapa dan menyalami ibu Kokom, beliau merespon ramah muridnya, sambil bertanya apa khabar?.
Ketika saya bertemu muka dengan ibu, saya menemukan “aura dan chemistry” seorang sosok Mujahiddah yg tak kenal lelah dan menyerah, terus berdakwah Islamiyah, tutur kata ibu begitu lembut, juga terkadang ceria dan ramah, serta wajahnya tetap terawat cantik dan awet muda, membuat hati ini senang bersua dan berbincang “berlama-lama” dgn ibu, terutama bicara tentang masalah keummatan dan bangsa, dengan armarhumah semasa hidupnya, subhanallah, beliau begitu bersemangat.
Jujur saya berkata, ibu Kokom kalau boleh saya menilainya, adalah termasuk salah seorang hamba Allah, yang patut kita jadikan contoh (disuritauladani), tingkah lakunya almarhumah menginspirasi kita untuk selalu berbuat kebajikan dalam hidup di dunia yang fana ini. Beliau, almarhumah adalah simbol kebaikan dan kebajikan bukan saja bergiat dalam dakwah billisan (berucap) tapi juga hebatnya dakwah bilhal (bekerja nyata). Beliau ibu Kokom bersungguh-sungguh mentaati dan mengamalkan Dinnulislam, yang bersumber ajaran Al Quran dan Sunnahrasul (QnS) secara kaffah.
Kata demi kata, dengan bahasa yang runtut dari ibu Hj. Dra. Ruminah (dosen PAI-ku tahun 1980an) dengan merujuk beberapa ayat Al Quran dan Sunnahrasul, membuat hatiku bergetar dan tanpa sadar air mataku pun meleleh dan membasahi pipiku. Begitulah harunya perasaanku dan takjubnya mendengar dan melihat kiprah pengabdian sosok dan vigur almarhumah ibu Hj. Kokom Komariah, yang memang amat langka kita lihat dan temukan di masyarakat pada era millenial sekarang ini.
Seorang Ibu yang dekat hati dan pikirannya untuk membela kaum fakir-miskin (fuqoro masakin) dan membantu kehidupan anak yatim, secara berkelanjutan tanpa henti hingga akhir hayatnya.
Semoga tausyiah ibu Dra. Hj. Ruminah disampaikan kepada kita dalam pengajian akhwat zoom meeting pada malam Kamis 22/7-2021 menjadi pelajaran (iktibar) bagi kita semua sekalian. Kesuritauladan yang diberikan almarhumah ibu Kokom, bisa terus kita semaikan dan perjuangkan di tengah-tengah masyarakat sebagai muridnya. Mari kita doakan almarhumah: Al Fatihah..
Alllahumaghfirlaha warhamha wa’afini wa’fuanha.. InsyaAllah alm.ibu Kokom husnul khotimah, dan menjadi hamba yang betul-2 dikasihi Allah SWT dan ditempatkan di Surgajannatunnaim. Amiin-3 YRA.
Penulis adalah Aktivis dan Sekum BKI IPB 1981-1982





