LEAD.co.id | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menyatakan siap melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro hingga tingkat RT/RW.
“Intinya Jateng sudah siap untuk melaksanakan PPKM berkonsep mikrozonasi ini. Kami sudah punya datanya lengkap, daerah mana saja yang harus menjadi sasaran,” sebut Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo dalam keterangan pers, pada Jumat (5/2/2021).
Menurutnya, dari data sebaran Covid-19 di Jateng saat ini, tinggal 4 kabupaten/ kota yang masuk risiko tinggi, yakni Grobogan, Klaten, Kota Semarang, dan Kendal. Sementara risiko sedang ada 31 kabupaten/ kota.
Sedangkan di level kecamatan, ada 29 kecamatan yang berisiko tinggi. Sisanya, ada 467 kecamatan risiko sedang, dan 62 kecamatan berisiko rendah. Ada juga 18 kecamatan yang tidak ada kasus.
Jika diturunkan ke level Desa, maka ada 182 Desa yang masuk kategori risiko tinggi, 2.585 Desa kategori sedang, dan 1.225 risiko rendah. Bahkan ada 4.574 Desa yang tidak ada kasus.
“Kalau PPKM mikro diterapkan di Desa yang risiko tinggi dan sedang saja, maka hanya ada 2.767 desa yang kita sasar,” tambah Ganjar menjelaskan.
Program penanganan di level mikrozonasi, lanjut Ganjar, juga sudah dilakukan di Jateng dengan penguatan seluruh Puskesmas dan pemberlakuan program Jogo Tonggo. Dia menyatakan bahwa, PPKM mikro bisa langsung diterapkan.
“Tinggal nanti camat menjadi supervisi, dan kita perkuat Puskesmas dan Jogo Tonggo, dengan sumberdaya manusia sekaligus peralatannya. Kalau nanti aturan dari pusat sudah turun, kita sudah siap mengeksekusi,” tegasnya.
Reporter: Jhonie
Editor: Aru Prayogi
Sumber: Humas Jateng





