Oleh: Dr Apendi Arsyad
Allahu akbar, Subhanallah, Walhamdulillah walaillah haillAllah… Inilah ungkapan kata-kata yang tepat dan mulia diucapkan pada 62 tahun perjalanan hidupku hingga Oktober 2021.
Pada hari itu Jumat, bertepatan tanggal 8 Oktober 2021, alhamdulillah sudah 62 tahun usiaku. Di sore hari itu, bakdah sholat magrib, dan kemudian sebagaimana kebiasaanku dilanjutkan bertadarus Al Quran dan membaca terjemahannya untuk memahami maknanya.
Entah mengapa, setelah itu, jari jemariku ini tergerak ingin menyentuh alat komunikasi Handphone (Hp) yang tergeletak di sisi kiri meja kerja Perpustakaan pribadi di dalam rumahku.
Aku buka WA japri Sahabatku Ramelius di HP-ku, disana ada file yang berlabel Pesan Suara (3.55), maksudnya suara berdurasi 4 menit kurang 5 detik. Aku pun arahkan kursol ke file tersebut, setelah dibuka WA japri, ternyata ada suara merdu nan bernas dari sosok penyair yang amat aku kenal selama ini, khusus beraktivitas di organisasi Ikatan Cendekiawan Muslim se Indonesia, ICMI Orwilsus Bogor bernama lengkap Drs. H. Sutan Ramelius MPd, saat ini sahabatku ini adalah seorang mubaligh kondang lulusan IAIN Jakarta, rajin mendatangi dan menyapa ummat. Beliau juga adalah aktivis dakwah Islamiyah, pendiri dan Ketua Orda ICMI Cibinong Kabupaten Bogor.
Aku simak kata demi kata puisi sahabatku uda Ram itu. Dengan hati yang “berbunga-bunga”, terkadang gelak tertawa, sambil tersenyum bahagia dan pikiran pun menerawang jauh ke belakang dan ke depan, mengenang kilas balik dinamika perjuangan hidup aku yang sempat direkam dan dipotret sahabatku uda Ram selama aku bergaul akrab dengannya selama lk 25 tahun.
Dari ungkapan untaian kata dari puisi dan dibacakan khusuk oleh uda Ram, sungguh aku menemukan sesuatu informasi yang sangat bernilai dan berharga di dalam perjalanan hidupku yakni berupa pesan-2 moral, mawas diri dan pendorong semangat serta motivasi perjuangan “amar makruf nahi mungkar”, terungkap dari bait-bait prosa yg dibacakan uda Ram dengan suara lantang dan terkadang juga mendayu-dayu yang menyentuh rasa, qalbu.
Aku simak dan cermati betul maknanya dengan otak (pikiran) yg jernih dan hatiku yang lapang, ternyata memang begitu indah gubahan puisi dan sekaligus membacakan puisinya dengan penuh semangat dan rasa haru.
Uda Ram begitulah panggilan akrabnya, orang soleh, gemar berdakwah keliling, mudah bergaul dengan siapapun, percaya diri, hidup sederhana dan baik hati. Aku mengenal baik watak dan kepribadian orangnya. Beliau adalah seorang penyair dan sastrawan keturunan etnis Minangkabau (Pagaruyuang) yang handal, dan alhamdulillah telah melegenda di lingkungan sosial ICMI.
Uda Ram sering tampil membaca puisi hasil karyanya sendiri pada event-event penting tingkat nasional, regional, daerah dan bahkan lokal lingkungan kehidupan kampung yang bersahaja. Beliau telah banyak menghasilkan karya-karya sastra berupa kumpulan puisi yang telah dicetak dalam beberapa buku Sastra.
Untuk Milad ke 62 tahun hidupku, aku mendapat rezeki yang tidak disangka-sangka, memberi sebuah “kado” 62 tahun usiaku, yang sungguh bermakna. Beliau telah berbaik hati merespon berupa karya puisi sebagai respon dan refleksi terhadap isi tulisanku yang berjudul “Tafakkur 62 tahun Usiaku”. Alhamdulillah tulisan tersebut sudah diviralkan di medsos oleh Lead.id.com, kang Samsul Alam, dan uda Ram, sastrawan kita ini berkesempatan membacanya, dan kemudian beliau membuat puisi seperti yang terdengar indah di Hpku ini.
Saya tak menyangka sebagus dan seindah ini isi puisi gubahan uda Ram, dan dibacakan dengan nada dan intonasi suara yg “serak”, sendu, penuh ekspresi dan penjiwaan, yang membatin, membuat aku terharu. Uda Ram telah menunjukan kelas berkomunikasi sastranya yg hebat dan mantul, mantap-betul konten puisinya. Aku sangat terhibur dan senang mendengarnya, walaupun durasinya hanya lk 4 menit.tetapi sangat berkesan dan mencerahkan nuraniku.
Syukron, hatur nuhun uda Ram atas atensi dan appresiasinya dalam mengenang 62 tahun perjalanan hidupku hingga Jumat 8 Oktober 2021 saat ini, barakallah. Akhurulkalam, mohon doanya, semoga Allah SWT selalu melindungi dan menolong hambaNya yang beriman-bertaqwa dan gemar berbuat kebajikan serta percaya kehidupan akhirats. “Hablum minallah waniakmal wakil minnal maula waniakman natsir”.
Salam sehat dan tetaplah bersemangat uda Ram, sahabat sejatiku hampir seperempat aku telah bergaul dengannya. Titip salam buat keluarga yang Samarah.
Penulis adalah Dosen, Pendiri dan Ketua Dewan Pakar ICMI Orwil Khusus Bogor





