LEAD.co.id | Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Bogor menilai Pemerintah kabupaten (Pemkab) Bogor tidak bijak dan terkesan tak bertanggung jawab atau ‘cuci tangan’ pada persoalan gedung Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bogor.
Sebelumnya, terkait robohnya gedung KONI yang baru dibangun ini, Bupati Bogor, Ade Yasin berkomentar bahwa pembangunan itu dilakukan bukan pada eranya.
Kabid Kebijakan Publik (KP) KAMMI Bogor, Ray Rahil mengatakan, bahwa bukan sikap pemimpin yang baik jika hanya melempar tanggung jawab seperti itu. Ia juga merasa heran perihal robohnya gedung KONI.
“setau saya bangunan itu baru jadi, masa kualitas proyek pemerintah daerah abal-abal kaya gitu. Memangnya tidak ada standart atau quality qontrol nya?,” ujar Kabid KP KAMMI Bogor yang akrab disapa Ray.
Ia meminta pemerintah agar lebih baik lagi dalam mengontrol proyek pembangunan yang ada.
“Jangan sampe buang-buang uang rakyatlah, kita juga meminta agar aparatur pemerintah tidak saling melempar tanggung jawab. Karena bisa membuat masyarakat bingung dan skeptis terhadap pemerintah. Kalau memang ada indikasi penyelewengan pada proses pembangunan gedung KONI, harus segera diusut tuntas,” Pungkasnya.





