Kampung Diserang Preman, Ketua KPTB Jadi Korban

0
ilustrasi penyerangan

LEAD.co.id | Ratusan orang tak dikenal (OTK), melakukan penyerangan ke Kampung Padabeunghar, Kelurahan Babakan Pasar, Bogor tengah, Jumat dini hari (26/9/2020). Akibat itu, Ketua Komunitas Pengurus Terminal Baranangsiang (KPTB) Teddy Irawan bersama 3 rekannya menjadi korban penyerangan.

Sumber LEAD.co.id melaporkan, Teddy mengalami luka bacok dan sabetan senjata tajam pada tangan sebelah kiri hinga harus mengalami 10 jahitan. Saat kejadian itu, dirinya sedang melakukan ronda bersama warga.

“Saya lagi ronda dengan warga yang lainnya namun, saya mendengar ada ramai-ramai suara dan saya mencoba untuk menghampirinya. Eh malahan saya yang berjumlah sekitar 10 orang ini diserang,” kata Teddy, kepada LEAD.co.id, Senin (28/9/2020).

Baca :  Pilpres 2019, BPD Kota Bogor Siapkan 40 Tim Advokasi

Dirinya mengaku tidak tahu permasalahan penyerangan ini, hanya mengetahui ada suara ramai-ramai yang dikiran pengajian. Setelah ditelusuri, ternyata ada aksi premanisme atau penyerangan yang dilakukan oleh sekitar 100 orang tak dikenal.

“Saya kira pengajian, tapi setelah ditelusuri ada kelompok yang melakukan penyerangan ke kampung Kebun Jukut dan jalan Pedati,” ujar dia.

Dirinya juga menilai aksi penyerangan ini di lakukan secara terorganisir dan syarat akan kepentingan oknum-oknum.

“Awalnya serangan ini kebanyakan orang dewasa. Namun, setelah Polisi datang banyak remaja tanggung seperti anak sekolah,” tambahnya.

Baca :  Empat Korban DBD, FPI Fogging Dua Kampung

Sementara itu, Humas KPTB Didi Ponidi mengatakan, kejadian penyerangan itu terjadi pada haru jumat dini hari, sekitar pukul 02:00 pagi.

Atas kejadian ini, dia meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor agar memiliki ketegasan atas kejadian yang mengakibatkan korban luka-luka dan luka berat hingga dilarikan ke rumah sakit.

“Sudah jelas, pengawasan Pemkot Bogor harus tegas dan peka, ketika ada gerombolan harus dibubarkan dan jangan sampai terulang kembali,” cetusnya.

Didi juga menyayangkan, seharusnya di tengah fokus menangani kasus penyebaran Covid-19, masa masa kelompok tersebut bisa lolos dalam pengawasan jam malam. Karena itu, pihaknya meminta kepada Pemkot Bogor untuk lebih ketat dalam pengawasan jam malam.

Baca :  Buat KK, Akta Kelahiran dan Akta Kematian di Kota Bogor Semakin Mudah

“Saya juga meminta kasus ini harus tuntas ditangani oleh penegak hukum,” pungkasnya.

Reporter : Sally Sumeke
Editor : Aru Prayogi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here