Pengaruh negatif penggunaan media sosial
- Kecanduan media sosial
Candu dalam bermedia sosial ternyata dapat merangsang produksi hormone kesenangan dopamine di otak kita meningkat. Ketika tubuh menerima banyak hormone tersebut maka secara otomatis otak akan menganggap aktivitas yang kita lakukan bermanfaat dan perlu diulangi.
Pada akhirnya kita sendirilah yang sulit terlepas dari rasa malas yang mendarah daging dan akhirnya malah tidak fokus dengan perkuliahan jika tidak pintar menggunakan media sosial seenaknya.
2. Timbulnya sikap individual
Meskipun media sosial mengandung kata sosial, tapi jika mahasiswa dalam penggunaan media sosial sama sekali tidak bijaksana akibatnya malah menyebabkan kita tidak peduli dengan lingkungan sekitar karena terlalu fokus dengan dunia virtual.
Banyak dari kita mempunyai teman virtual yang hanya bisa berkomunikasi di media sosial saja tetapi tidak bisa dijumpai di dunia nyata dan mengakui pertemanan seperti itu aman dan mengasyikkan dibandingkan menjalin pertemanan secara langsung.
3. Kecemasan sosial
Mahasiswa yang mengalami gejala demikian kebanyakan hanya mengenalkan diri mereka di dunia virtual dengan memperkenalkan diri mereka sebaik mungkin tanpa ada kekurangan apapun kemudian tidak jarang berbeda dengan dirinya yang asli di dunia nyata.
Diartikan sebagai perasaan takut dan khawatir ketika kita berada pada situasi sosial, secara tidak sadar kita memilih untuk tidak berinteraksi secara langsung karena khawatir dengan penilaian masyarakat. Akibatnya lebih memilih untuk berdiam diri atau menjadikan media sosial sebagai solusi untuk tidak berkomunikasi secara tatap muka.
Setelah kita mengetahui pemanfaatan dan dampak yang bisa ditimbulkan oleh media sosial, harapannya adalah kita sebagai manusia mau bagaimanapun yang berhak mengatur ritme akal sehat adalah diri sendiri. Semoga kita bisa lebih bijak dalam menggunakan media sosial ya!
Penulis adalah mahasiswi Institut Ummul Quro Al-Islami Bogor (IUQI) Fakultas Dakwah & Komunikasi Islam (FDKI) Prodi Komunikasi Penyiaran Islam





