Ketum PB HMI : Strategi Kebudayaan dan Ketahanan Bangsa Harus Dilakukan dalam Menghindarkan Perang Sipil di Papua

0

LEAD.co.id | Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiwa Islam (PB HMI) menguraikan bahwa, kondisi konflik sosial yang didasarkan gerakan etno-nasionalisme di Papua mesti diawali oleh setiap putra bangsa dan pemerintah untuk melakukan strategi kebudayaan secara internal, yang dimaksud strategi kebudayaan adalah usaha yang dilakukan melalui komunikasi mengangkat figur dan kelompok yang mewakili kepentingan etno-nasionalisme, dalam hal ini secara kesenian dan olahraga.

Berbeda penekanan dalam konflik di Aceh dan Maluku, Papua harus dapat disadari untuk pendekatan kebudayaan. Gerakan etno nasionalisme akan menggiring pada potensi adanya perang sipil, sehingga peran negara dalam membangun strategi Ketahanan bangsa perlu dilakukan. kata Saddam.

Baca :  Pleno II PB HMI, Bakornas LAPMI Laporkan Pertanggungjawaban

Menurut Kandidat Doktor Ilmu Pemerintahan ini menekankan bahwa potensi terjadinya perang sipil harus segera diredam dengan langkah jangka panjang strategi kebudayaan hingga kedepannya. Potensi Gerakan Etno-Nasionalisme muncul akan membuat kondisi konflik dengan jangka panjang, sehingga Negara selain dengan pendekatan kenegaraan perlu diambil pendekatan kebangsaan.

Bisa 10-20 tahun kedepan potensi gerakan etno-nasionalisme ini hadir, maka semestinya pendekatan kebudayaan, baik diplomasi kebudayaan secara internasional, nasional, dan lokal mesti disinergiskan untuk kepentingan bangsa. Tegas Saddam

Saddam mencoba menerangkan bahwa kondisi yang menjadikan Papua secara pemerintahan sebagai daerah otonomi khusus harus dibarengi dengan pendekatan kebudayaan secara khusus, terutama kepada generasi muda dan anak-anak di Papua.

Baca :  Kasdam Cendrawasih : Infanteri Kuat Bersama Rakyat

Terakhir Saddam mengatakan, Negara harus mendengarkan pandangan tokoh-tokoh Papua dengan simultan dan terus menerus, dari nasional hingga setiap suku di Papua, untuk menghindarkan perang sipil di Papua. (Ul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here