KPI Dorong Industri Penyiaran Hadirkan Informasi Yang Mendidik & Berkualitas Di Tengah Covid-19

0

LEAD.co.id | Pandemi Covid-19 telah membawa perubahan sosial ditengah masyarakat, semua sektor juga terkena imbasnya tak terkecuali industri penyiaran. Dalam serial ‘Ngobrol Dari Rumah’ yang disiarkan langsung oleh Inspira TV menghadirkan Komisioner KPI Pusat, Nuning Rodiyah, Sekjen ATSDI, Tulus Tampubolon dan dipandu Ketua Umum ATSDI, Eris Munandar dengan tema ‘Media Ditengah Covid-19’.

Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Nuning Rodiyah mengungkapkan, diawal kemunculan Covid-19, kepemirsaan televisi khususnya berita naik secara signifikan. Hal ini disebabkan masyarakat yang sedang mencari informasi secara komperhensif terkait Covid-19.

Baca :  Pelaksanaan Riset KPI Tidak Terhambat Pandemi Covid-19  

“Biasanya yang tidak nonton berita pada nonton berita semuanya, bahkan berita itu bisa diakses 3 kali oleh masyarakat baik melalui televisi maupun radio dan ada juga yang melalui sosmed,” ucapnya, Minggu (17/05/2020).

Menurutnya, diawal Covid-19 viral dan meledak, berita yang sebelumnya hanya 12% meningkat menjadi 13,8% atau sekitar 1 juta pemirsa yang menonton berita.

Nuning juga menjelaskan, adanya himbauan belajar dan bekerja dari rumah oleh pemerintah, screan time itu menjadi lebih panjang, yang biasanya 4 jam 48 menit itu naik menjadi 5 jam 29 menit.

Baca :  Melalui Riset Indeks Kualitas, KPI Akan Evaluasi 477 Program Siaran Televisi

“Jadi siginifikan memang naiknya, disamping itu karena anak-anak belajar dari rumah kepemersaan anak ini menjadi yang paling tinggi retingnya, ada sekitar 16,2% khususnya anak di usia 5 – 9 tahun, dan ini belum termasuk program yang belajar dari rumah,” katanya.

Sebabnya KPI meminta Industri Penyiaran khusunya televisi untuk tidak menimbulkan kepanikan dan keresahan di masyarakat dengan pemberitaan yang spekulatif.

“Harus ada Government satu pintu yang menginformasikan, informasi yang terkonfirmasi dan dapat dipertanggungjawabkan kepada pihak penyiaran, KPI juga meminta khusunya dalam program berita untuk menghadirkan narasumber yang kompeten, tidak hanya sekedar berani dan bisa bicara,” jelasnya.

Baca :  Menjaga Integrasi Nasional, KPI Gelar Literasi Media untuk Papua

Lebih jauh Nuning menjelaskan, KPI juga akan memberikan sangsi kepada penyiaran yang menginformasikan identitas pasien Covid-19, seperti menyebutkan, tempat tinggal, namanya dan sekolah dimana, karna hal ini dapat menimbulkan kepanikan yang luar biasa di masyarakat.

“Itu tidak boleh disebutkan secara detail identitas pasien, media hanya boleh menginformasikan terkait jumlah pasien Covid-19, yang sembuh berapa dan yang meninggal berapa,” pungkasnya.

Kontributor : A Haqqi
Editor : Aru Prayogi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here