Kreasi Seniman Jalanan, Manfaatkan Bahan Alami untuk Tambah Penghasilan

0
RKPK, Seniman, Jalanan
Komunitas Rumah Kreatif Penghuni Kolong (RKPK)

LEAD.co.id | Tidak mudah memang menjalani hidup di tengah pandemi yang serba dibatasi. Itulah yang dirasakan para seniman jalanan Kota Bogor yang tergabung dalam Komunitas Rumah Kreatif Penghuni Kolong (RKPK) Kota Bogor.

Pembatasan kegiatan seperti acara pentas seni bahkan kegiatan yang memang menjadi matapencaharian mereka sebagai penopang kebutuhan membuat mereka kehilangan penghasilan, dan ini tidak lantas membuat para seniman itu berpangku tangan atau menunggu bantuan yang tak kunjung datang.
Dengan mengandalkan jiwa seni yang mereka miliki dan semangat serta kemauan yang keras, mereka berupaya tetap bertahan dengan cara membuat bergbagai kerajunan tangan yang memang tidak memerlukan begitu banyak modal serta mampu di kerjakan di sela-sela mengamen di jalan.

Baca :  Beda Lembur Tetep Dulur, Komunitas ARTA Salurkan Bantuan Bencana di Sukajaya

Akrie salah satu pengamen dan anggota dari rkpk menuturkan apa yang dia kerjakan adalah bentuk kreatifitas berkarya yang sebenarnya semua orang mampu mengerjakan asal ada kemauan.

“Kita buat kerajinan tangan seperti ini selain untuk tetap bisa bekarya dan juga untuk sedikit memenuhi kebutuhan kita sehari hari, karna memang keseharian kami di jalan dan memang hanya berkesenian dan berkarya lah yang mampu kami kerjakan, ketimbang berharap sesuatu yang tidak pasti lebih baik kami tetap berupaya berjuang sebisa kami, yang penting tetap terhitung baik dan halal”,ungkap nya

Baca :  Pasca Bencana, Forum Vespa Bogor Konsen untuk Sukajaya

Di lokasi yang sama Awang yang juga anggota RKPK menuturkan bahwa, proses pencarian bahan baku hingga pembuatan kerajinan tangan dilakukan secara hand made, dengan alat seadanya.

“Kami manfaatkan alam yang sudah menyediakan dan dari bahan bahan yang mungkin tidak di gunakan oleh orang lain bahkan dianggap sampah. Itu kami kumpulkan secara bersama sama, seperti sisa sabut kelapa, bekas karung goni dan buah buahan keras yang tidak dikonsumsi orang dan tidak di mamfaatkan kami kumpulkan karena sebenarnya bisa menjadi bahan baku jika di olah oleh tangan tangan kreatif”, ungkap awang

Baca :  Komunitas Mata Kita Bali Adakan Takjil On The Road

“Kalau yang memang harus di beli kami membeli kumpulan dari hasil ngamen,tapi kebanyakan kita cari sendiri di alam, bahkan alat untuk produksi nyapun hanya menggunakan pecahan beling dan beberapa alat sederhana, ya hanya itu yang kami miliki, mudah mudahan kedepan kami bisa menjadikan kegiatan ini menjadi penghasilan utama dan bukan kegiatan di sela sela ngamen di jalan, mengumpulkan alat yang layak, memiliki whorkshop sendiri dan memiliki pasar sendiri untuk penjualan, yah itu cita cita kami walaupun baru sampai di keinginan,” pungkasnya.

Reporter: Yudi Setiawan
Editor: Aru Prayogi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here