Site icon LEAD.co.id

Kucing Jepang yang Mirip si Eco di Rumah Kita

Kucing Jepang, Kucing, Si Eco, Rumah Kita, Apendi Arsyad

Oleh: Apendi Arsyad

Subhanallah, ayah buka WAG Family terlihat gambar kucing di apartemenmu di Kyoto Jepang, sedang kamu elus-elus. Kelihatan ayah sangat lucu ya? Juga menghibur ya! melihat Kucing Jepang Okinawa, yang diposting Nisa itu ? lucu, ayah gemes melihatnya,….fosturnya mirip dengan kucing kita si Eco “gembrot” di rumah Ciawi Bogor. Demikian pun suara meongnya kedengaran agak nyaring, mirip bunyi suara si Eco.

Si Eco, apabila ayah berada di rumah, biasanya pada waktu ayah beribadah sholat, dia terkadang mendekat ke ayah, untuk minta dielus-elus badannya. Jika digaruk-garuk punggung dan dadanya, dia merebahkan diri di sajadah sholat ayah.

Pada waktu dielus dan digaruk-garuk tubuhnya si Eco yang gempal itu, matanya memejam sejenak. Hal ini pertanda si Eco, begitu menikmati belaian kasih sayang majikannya. Tak lama kemudian, dia pun duduk di sajadah sholat ayah, terkadang mengambil posisi tiduran dipangkuan ayah. Si Eco agak berbeda karakternya dengan 9 kucing piaraan kita yg lain di rumah.

Si Oly…yg agak cerewet, bersuara dan bisa berkomunikasi dgn baik, jika dielus-elus badan. Kulit dan bulunya putih bersih dan sedikit ada warna kecoklatan. Sifatnya berlawanan dgn si Eco, agak mobile, di rumah kucing ini disebut “inspektur’, tidak tinggal diam, suka naik genteng rumah dan pepohonan yang ada di pekarangan rumah.

Ada lagi, Si Abo, kucing perempuan yg sdh disteril ini, dia lebih “kalem”. Kulitnya bersih, bulunya kehitaman halus, bergaris-garis unik, halus mengkilap. Si Abo, kucingnya cantik dan menarik.

Selanjutnya ada lagi kucing di rumah, namanya si Uya. Kucing bayi jantan, yang dibuang orang tak bertanggungjawab, dan kemudian dgn rasa iba dipungut Nisa di got pinggir jalan Suryakencana Kota Bogor. Makanya namanya “Uya” berasal dari kata “Surya”, kemudian menjadi nama panggilan akrab si Uya.

Setelah dirawat bayi kucing itu cukup lama, diberi makan pakan khusus secara teratur, dan diberi minum susu bayi kucing yang bergizi. Kini si Uya, kucing remaja sudah tumbuh besar dan tinggi, fostur tubuh mirip seperti binatang “unta” apabila berjalan.

Jika bertemu majikannya dia sering berguling-guling di lantai untuk mencari perhatian majikannya, isyarat minta dielus-elus badannya. Si Uya warna buluhnya putih dan hitam, bersih, cukup lincah. Saat-saat diberi makan menu rutin “ikan tongkol” di pagi hari di dapur, dia si Uya selalu bertingkah paling ribut suaranya, tidak sabaran, dan dia usil kepada kucing-kucing yg lain, yang sedang antri menunggu suguhan makanan dari majikannya, mpok Ati di dapur.

Demikian juga, Si Uno, kucing jantan yg juga telah disteril, banyak tinggal di rumah saja, agak berbeda dgn si Eco, dia hobynya tiduran di beberapa pojok-2 rumah. Dulu sewaktu ditemukan diatas rumah, kurus jelek wajahnya. Sekarang setelah dirawat majikan, dengan makanan khusus yg cukup dan bergizi, setiap minggu dimandikan pakai Sampo (spt kucing yg lainnya), sekarang si Uno, sdh agak gemukan, ganteng dan lucu.

Juga si Soleh, ini kucing jenis “kampung” dipelihara pertama kali di rumah hasil peranakan kucing tetangga yg tak terurus, beranak di garasi mobil, kemudian diadopsi dan dirawat hingga besar. Sekarang si Soleh, kucing yang paling ganteng di rumah, kulit dan bulunya bersih, berwarna putih dan hitam pada bagian kepalanya.

Si Soleh, salah satu kucing yang senang dipangku, jika majikan sedang duduk menonton TV. Tetapi si Soleh, agak serius tidak mau bercanda, jika dielus-elus kepalanya, dia berontak dan marah. Si Soleh hobynya keluyuran di luar rumah, sering kehujanan dan pulang-pulang badannya basah. Pernah beberapa kali, majikannya merasa kehilangan, semalaman tidak pulang ke rumah, dicari-cari keliling kampung.tidak ketemu, eh …tahu-tahunya pagi-pagi hari si Soleh sudah muncul di mushollah rumah tiduran, dengan kondisi tubuh yang “kumal”.

Ada lagi, kucing imut-imut di rumah, namanya Si Cieka, kucing indukan yang cantik, wajahnya tampak gen campuran blasteran. Dulu kucing tetangga yang tak terurus, dan sering numpang makan di rumah. Eh tak lama kemudian, si Chieka hamil dan beranak di dibawah atap genteng rumah dan pernah juga melahirkan di grasi mobilku.

Jika tak salah si emut Cieka ini telah melahirkan sebanyak 3 kali di rumah, diantara anaknya adalah si Uno dan si Abo yg lucu. Dan terakhir anaknya si Cieka ada 3 ekor, yang kesemuanya lucu-lucu, namanya si Bucil (3 warna), si Ocil (mirip Oly, 2 warna) dan si Ecil (2 warna, mirip Eco, juga fostur tubuhnya gemuk dan gembrot). Ketiga kucing bocah ini hidupnya, dikurung di dalam kandang khusus, tetapi 2-3 jam dikeluarkan dari kandang untuk rileks bersama para seniornya, dan terkadang bercanda-ria dgn majikannya yg memang senang kucing.

Ada 3 ekor kucing piaraan di rumah, yang diberikan nama yakni Eco, Ono dan Oly. Itu berasal dari “Ecofunopoly” karya inovasi “environment education of board game” yang telah banyak mendapat penghargaan dunia internasional, karya dari anakku Annisa Hasanah, SP.MSi, yang kini sedang studi Doktor/S3, guna mendalami Sains edukasi lingkungan di Kyoto University, Jepang.

Si sulungku Annisa jika berkomunikasi dengan mama dan adik-adiknya di rumah Ciawi Bogor, pasti Nisa akan bertanya tentang kondisi kucing-kucingnya, dan sekali gus menshote kucing-kucing yang ada di rumah melalui zoom/video call Tri-G. Ketika gambar kucing tersenter kamera, anakku itu mulai berkomunikasi dengan hewan hewan ini. Saya pun tak tahu, apakah bahasa merayu, bercanda dan godaan-godaan oleh anakku Annisa Hasanah bisa dipahami kucing-kucing piaraan kami itu?, wallahua’lam.

Tetapi memang ada reaksi positif dari kucing-kucing itu, ketika melihat wajah majikannya Nisa dari Jepang di video call-Tri G tersebut. Begitulah salah satu sisi pola kehidupan kami di rumah sehari-hari, anak-anakku kangen, senang dan sayang sama kucing-kucing yang lucu dan menggemaskan.

Alhamdulillah, dengan adanya 10 (sepuluh) ekor kucing piaraan ini di rumahku, kami para majikannya cukup senang dan terhibur. Suasana kehidupan rumahku di era pandemi Covid 19 tidak lagi sunyi dan sepi, kami bekerja dari rumah (works from home) ada teman-teman kucing yang menyertai kami dengan aneka tingkahlakunya yang lucu dan menggemaskan.

Repotnya memang ada, seperti penyediaan makanan, memandikan setiap minggu, membersihan kotorannya setiap hari, membersihkan kandang dan membawa ke klinik dokter hewan apabila kucing-kucing itu sakit. Biaya ke dokter hewan, biasanya lebih mahal dari dokter pengobatan manusia. Tapi karena anggota keluargaku, istri dan ketiga putriku senang dan menyayangi si hewan-hewan itu.

Makanya semuanya itu menjadi beban yang ringan, dan tidak memberatkan melakukan pekerjaan-pekerjaan merawat hewan kucing-kucing ini. Apalagi pekerjaan tersebut merupakan bagian dari pengisi waktu luang sehari-hari yang banyak tersedia di masa pandemi Covid 19 yang telah menyesengsarakan kehidupan ummat manusia di berbagai belahan dunia ini.

Subhanallah, kehadiran beberapa ekor kucing di rumah tangga bisa juga menjadi sarana hiburan buat kami sekeluarga, dan sebagai pengisi waktu luang, rehat, terlebih di era pandemi Covid 19. Keberadaan kucing piaraan di rumah itu bisa berfungsi untuk menghalau rasa jenuh (boring) dalam diri para penghuni rumah.

Lebih jauh ada pertanyaan?, mengapa keluargaku kok senang memelihara kucing? Faktor penyebab utamanya, adalah keluargaku gemar dan senang memelihara kucing disebabkan adanya keyakinan dan kepercayaan bersumber dari Al Quran dan Sunnahrasul (QnS), jika kita memberikan makan-minum secara teratur, bergizi dan merawat kucing-kucing penuh rasa kasih dan sayang, maka rezeki kita pun akan semakin murah dan bertambah-tambah dari Allah SWT. Demikian juga kita memeliharanya akan mendapat pahala, sehingga bisa menolong kita di kehidupan akhirat, kelak di kemudian hari nanti, insyaAllah.

Oh ya Nisa, Sekarang ayah sedang menginap di hotel Haris di kota Gorontalo, pagi-pagi sambil melihat postingan kucingmu di apartemen di Jepang, dan ayah sambil mengisi waktu setelah sholat subuh, tergerak pula untuk menulis artikel mengenai kucing-kucing ini. Sebab seketika lihat gambar kucing postinganmu, muncul inspirasi ayah untuk menarasikan tentang kucing Jepang yang ananda Nisa elus-elus tadi, yang tampak sangat lucu sekali. Lantas ingat kucing-kucing di rumah, yang sudah ditinggal ayah beberapa hari karena bertugas keluar kota.

Mohon doanya agar tugas ayah di lapangan dimudahkan dan lancar. Kemaren ayah beserta 3 orang Team TA Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD) Ditjen Bina Pemdes Kemendagri. Alhamdulillah ayah dkk sudah berkunjung ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat (PMD) Kabupaten Gorontalo Utara kemaren, diterima langsung oleh bapak Kepala Dinas dan didampingi para pimpinannya, sedangkan hari ini ayah bersama teman-teman akan berkunjung ke Dinas PMD Provinsinya. InsyaAllah Sabtu besok baru pulang kembali ke Bogor, semoga bisa bertemu dan bercengkrama lagi dengan kucing-kucing kesayangan kita yang lucu-lucu yang ada di rumah.

Oh ya nanti, Senin sd Rabu minggu depan ini, ayah mendapat tugas lagi untuk kunjungan kerja dinas P3PD ke Padang Sumbar, tetapi karena pada hari Rabu berangkat ke Tg Pinang, sudah ada rencana cukup lama untuk menghadiri HUT 80 tahun bpk Tuo H.Edward Arfa SH di Kota Tanjung Pinang Kep Riau, dan bermalam tahun baru di Kota Batam, maka ayah terpaksa minta izin dan mohon digantikan dengan Tenaga Ahli (TA) P3PD yang lainnya. InsyaAllah bisa !.

Oh ya..maaf, Ini sakit “encok” pinggang bagian kanan ayah, kemarin waktu terbang dengan Garuda dari Sutta Jkt ke kota Gorontalo kambuh lagi. tetapi Alhamdulillah mulai kemaren sore sepulang dari Gorontalo Utara, agak membaik, sakitnya berkurang dan hilang, alhamdulillah. Mohon doanya, agar kita selamat, dan ayah juga tak henti-hentinya mendoakan agar ananda Annisa Hasanah bersama menantuku Andik Fatahillah baik-baik saja di rantau orang, sehat walaffiat dan tak kurang sesuatu apa.

Terima kasih postingan kucingnya di apartemenmu dari Kyoto Jepang, sehingga ayah terinspirasi menulis kehidupan kucing-kucing kita yang ada di rumah.

Harapannya bagi yang sempat membaca tulisan saya ini, tergerak hati (mau dan mampu) untuk merawat dan menyayangi makhluk Allah, yang namanya hewan kucing, dimana pun berada. Ingat, Kucing adalah salah satu hewan, makhluk ciptaanNya yang disayangi nabi dan rasul Muhammad SAW.

Sekian dan syukron barakallah, semoga Allah SWT senantiasa memberkahi hidup kita, Amiin3 YRA. Salam sayang dari Ayah buat keluarga.

Haris Hotel, Gorontalo City, 24 Desember 2021.

 

Penulis adalah Dosen-Pendiri Universitas Djuanda Bogor, Konsultan K/L Negara, Pegiat dan Pengamat Sosial

Exit mobile version