LEAD.co.id | Kelompok aktivis Jaringan Pemuda Yangon, salah satu yang terbesar di Myanmar telah meluncurkan kampanye pembangkangan sipil melalui media sosial usai militer merebut kekuasaan dan menahan Aung San Suu Kyi.
“Jaringan Pemuda Yangon … mengumumkan dan mendesak CD (pembangkangan sipil) sebagai tanggapan segera,” kata seorang perwakilan di Twitter yang dikutip Reuters, pada Selasa (2/2/2021).
Itu adalah salah satu tanda pertama dari tindakan khusus untuk menentang kudeta. Pihaknya mengungkapkan bahwa, dokter di sebuah rumah sakit di Mandalay juga telah memulai kampanye semacam itu.
Militer Myanmar dilaporkan telah merebut kekuasaan dan menahan Suu Kyi beserta pemimpin sipil lainnya dari partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), pada Senin dini hari.
Penahanan para pemimpin sipil tersebut dengan alasan “kecurangan pemilu” pada bulan November 2020 lalu. Sementara, kekuasaan diambil alih panglima militer Min Aung Hlaing dan duberlakukan keadaan darurat selama satu tahun.
Reporter: M. Ikhsan
Editor: Aru Prayogi
Sumber: Reuters

