Kulminasi Perjuangan PARFI Adalah di Tahun 2020

oleh -278 views

LEAD.co.id | Komunitas yang menamakan dirinya PARFI Bermartabat, menggelar rapat terbatas sekaligus menyambut kunjungan salah satu tokoh kunci kongres XV Mataram 2016 Kontroversial, Hermansyah GA, bertempat di bilangan Bambu Apus, Rabu (20/11/2019).

Rapat terbatas tersebut menghasilkan 2 (dua) poin penting, teknis dan strategis. Keputusan teknis, diantaranya mulai minggu depan, panitia Parfi Award yang dikomandani senior PARFI, Firman Nurjaya akan mulai secara penuh turut bersekretariat ditempat yang sama, dan keputusan strategis yang dihasilkan adalah 1. Istilah tempat berkumpulnya para anggota PARFI di Bambu Apus itu, disebut homebase. 2. KLB mesti digelar di 2020. 3.Sebutan Penjabat Sementara (PJS) Ketum DPP Parfi, dihilangkan S (Sementara) nya “Ini karena setelah kasus Sdr Aa Gatot berkekuatan hukum tetap, maka secara otomatis Sdr Soultan Saladin menggantikan fungsinya sebagai Ketua Umum meskipun hanya sebatas PJ atau penjabat, ini amanah AD ART” yakin Herman GA yang akrab dipanggil Herman Lampung. “Saya ini pernah menjadi legislatif di propinsi bahkan ketua Banggarnya, jadi sedikit banyak saya tahu aturan main suatu organisasi. Ditambah lagi saya salah satu anggota PARFI yang kala para peserta kongres XV Mataram sudah pada meninggalkan Lombok, saya masih di lokasi sidang” tutur pimpinan kongres XV Parfi ini.

Baca :  Menkumham Yasonna Laoly Terima DPP Parfi Pimpinan Soultan Saladin

“Begini, kita ini seandainya memiliki masa lalu yang kontroversial, tapi sekarang kita mau benar. Tidak ada lagi waktu untuk bercanda dan berintrik seperti dulu lagi. PARFI dalam kondisi yang mengenaskan kini, mari kita sukseskan PARFI Award demi kembalinya martabat PARFI. Saya, maju terus apapun yang terjadi, PARFI Award yang sudah PJ Ketum Soultan Saladin & Sekjen Dr. Kun Nurachadijat SKkan saya sebagai ketua, akan saya notariskan. Saya serius ini!,” tandas Firman Nurjaya saat menjawab pertanyaan Herman Wijaya, wartawan artis senior yang mempertanyakan sejauh mana keseriusan panitia Parfi Award dalam mewujudkan acaranya di Maret 2020 esok.

Baca :  Dualisme Berakhir, PB dan DPP PARFI Sepakat Islah !

Sedangkan Ranu sebagai Bendahara Umum, pada rapat tersebut mempresentasikan gagasannya untuk membentuk suatu usaha mandiri agar PARFI ke depannya berdaulat secara finansial. Dan semua yang hadir bersepakat atas gagasannya itu.

Sebagai PJ Ketum PARFI, Soultan tidak banyak komentar “Saya tidak ada motif apapun dalam menjalankan roda organisasi PARFI ini, saya hanya ingin mengawal hingga KLB di 2020 berlangsung. Ini wujud saya bertanggung jawab atas semua yang terjadi di tubuh PARFI selama ini. Karena masyarakat PARFI pun tahu, yang berulah aneh aneh di PARFI ini awal mereka aktif di PARFI adalah saya yang ajak, sehingga harus tangan saya sendirilah yang membereskannya lagi. Setelah itu saya ingin istirahat. Silakan yang muda muda pegang ini organisasi,” pinta pemeran Soekarno dalam film Zu Enlai in Bandung ini.

Baca :  Presidium PARFI Unsur DPP PARFI, Lakukan Pemantapan Islah

“Saya haru, selama 3 tahun ini saya bersama bang Saladin bak Syafrudin Prawira Negara menjalankan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia dari gunung ke gunung, kini mulai bisa kembali lagi ke kota. PARFI sudah merona kembali menjadi sebuah patembayan, organisasi formal yang sedang menuju kebersatuannya kembali,” tegas Kun yang sempat bermain film besutan Sutradara Dedi Setiadi, yang per 28 Oktober 2019 juga menjadi Wakil Ketua Umum Purna Paskibraka Indonesia Pusat.

Acara yang juga dihadiri fungsionaris PARFI senior, Ucok, berlangsung relatif singkat ini ditutup secara khidmat dengan pembacaan doa oleh Herman Lampung. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *