LK1 HMI Komisariat Faperta Cabang Merauke, Banyak Mahasiswa 3K

0

LEAD.co.id | Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Merauke Komisariat Faperta mengadakan pembukaan Basic Training atau Latihan Kader (LK 1), di aula LPTQ, Masjid Raya al Aqsa, Merauke, Jumat (6/9/2019).

Kegiatan yang bertema “Mengaktualisasikan Peran HMI, Organisasi Keumatan dalam Bingkai Kehidupan Berbangsa dan Bernegara” tersebut dihadiri oleh ketua Kohati Badko HMI Papua-Papua Barat, demisioner HMI cab Merauke, para ketua Komisariat di cabang Merauke, serta MD KAHMI Merauke.

Dalam laporannya, Rangga Dana Langit selaku ketua panitia mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu mensukseskan kegiatan ini. “Banyak mengucapkan terima kasih kepada segenap panitia yang telah menyukseskan acara ini,” ucapnya.

Menurutnya, LK1 HMI ini dilaksanakan karena seorang Mahasiswa harus memiliki kemampuan organisir yang baik. Dia melanjutkan, kemampuan dibutuhkan karena disitulah kita berproses dengan organisasi sebagai wadah, disamping akademis yang diutamakan.

“Di HMI dilatih softskil, manajemen waktu, hingga kerja sama. Di organisasi inilah saya dibesarkan beserta teman tema yang lain,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komisariat Faperta HMI Cabang Merauke, Ridho Panca Bakti mengatakan, Basic Trainig atau LK1 merupakan pintu pengkaderan di HMI yang menjadi organisasi pencetak para tokoh disetiap generasi.

“Kalian lah yang akan melanjutkan ke generasi selanjutnya,” tegasnya kepada peserta LK1.

Selanjutnya Ketua Umum (Demisioner) HMI Cabang Merauke, Sultan mengatakan bahwa, Mahasiswa merupakan tingkatan tertinggi di Kalangan intelektual. Namun demikian keluh Sultan, di zaman Mileneal ini, Mahasiswa kehilangan arahnya.

“Banyak Mahasiswa ‘3K’, Mahasiswa kampus, Mahasiswa kantin, Mahasiswa kos dan kampung,” kelakarnya.

Dirinya melanjutkan, HMI adalah organisasi perkaderan mahasiswa dan merupakan organisasi untuk mengembangkan kapasitas mahasiswa. Karenanya, di era milenial sudah banyak mahasiswa yang sudah kehilangan intelektualnya tetapi HMI tetap menjaga wahana keilmuan agar mahasiswa bisa bersaing di era 4.0.

“Jika kaum muda tidak mampu bersaing maka. Dia akan digiling oleh zaman,” tutupnya. (Ul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here