Mahasiswi UIKA Ikuti Puteri Muslimah Icon 2019

0

LEAD.co.id | Ajang pencarian bakat Puteri Muslimah Icon (PMI) 2019 yang digelar di Lippo Plaza Keboen Raya Bogor pada Minggu 1 September 2019 telah usai terlaksana. Ajang yang diikuti kurang lebih 60 muslimah berbakat ini berasal dari seantero JABODETABEK-BANTEN.

Gissa Marsela Putriyana hadir sebagai Winner PMI 2019. Sebuah kebahagiaan tersendiri tentunya bagi perempuan yang saat ini masih aktif sebagai mahasiswa semester 5 fakultas Hukum Universitas Ibn Khaldun Bogor.

“Alhamdulillah ini adalah pencapaian yang sangat luar biasa di ajang model muslimah, karna dengan ini saya berharap bahwa model muslimah tidaklah hanya menjadi model muslimah saja, tetapi bisa menjadi rules model untuk muslimah lain nya. Berkat Allah lah hati para juri tergerak menitipkan amanah ini,” ucapnya kepada Redaksi LEAD.co.id, Jumat (6/9/2019).

Baca :  Pelantikan Rektor, Dr. H. Endin Mujahidin Resmi Pimpin UIKA Bogor

Perjuangan mencapai titik ini bukanlah hal yang mudah banyak sekali hal hal yang di korbankan, dan mental yang kuat pun dibutuhkan disini. Sudah jadi barang tentu rasa putus asa dalam perjuangan, tetapi Gissa Marsela Putriyana tetap memegang teguh prinsipnya yaitu selalu menjadi muslimah yang bersyukur dan selalu ikhlas, maka dengan prinsip itulah Gisa bisa terus berproses sampai sekarang.

“Subhanallah luar biasa memang meniti karir ini, tapi rasa syukur dan ikhlas menjadi motivasi aku untuk tetap menikmati prosesnya,” ujar perempuan yang akrab di panggil Gisa.

Baca :  UIKA Bogor Sampaikan Penghargaan dalam Gebyar 1 Muharram 1442 H

Perempuan berdarah Sunda ini sudah memulai karir model muslimah sejak tahun 2017 lalu, winner pertama yang diraih pada event Bogor Hijab Fashion diesnatalis UIKA ke 58 menular di ajang selanjutnya. Sebuah langkah yang berani terjun di dunia modeling ditengah pro dan kontra dalam perspektif Agama. Keluarga yang jauh dari dunia modeling menjadi motivasi tersendiri untuk merubah paradigma masyarakat tentang model.

“Muslimah harus berani hadir, berani tampil berdakwah, bisa juga kok hobi jadi dakwah tergantung kita mengemasnya” Ujar perempuan yang juga aktivis HMI ini.

Mental menghadapi bonus demografi dan revolusi Industri 4.0 dapat dimulai dari mental tampil dimuka umum. Perempuan diharapkan hadir dalam setiap lini, untuk mengisi pos-pos yang mungkin dipandang sebelah mata.

Baca :  Ontrog Balaikota, KAMMI : Bima Arya Jangan Gagal Fokus

Dengan adanya ajang perlombaan muslimah seperti ini Gissa berharap para muslimah bisa berperan aktif dalam berprestasi, karna menurutnya hijab itu tidak sama sekali membatasi langkah nya untuk terus berkarir, justru dengan hijab dirinya terjaga dari mata mata jahat yang tidak bertanggung jawab.

“Dengan amanah ini saya berharap dapat menjadi motivasi muslimah-muslimah lain untuk terus berkarir percaya diri dengan hijab. Model muslimah inilah cara saya melukis masa depan,” tutupnya. (AP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here