LSM Rakyat Bersatu; RUU HIP Hanya Untuk Kepentingan Politik

0

LEAD.co.id | Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang keluar ketika Pemerintah Pusat dalam penanganan Covid-19 masih menjadi polemik dari berbagai kalangan.

Dalam hal itu, Lembaga Swadaya Masyarakat Mitra (LSM) Rakyat Bersatu Jamal, angkat bicara dengan kondisi ini. Menurutnya hal ini seharusnya disampaikan dahulu kepada masyarakat.

“Kalau kita pelajari, masyarakat tidak pernah mendebatkan masalah hal ini maka, masyarakat mana yang setuju dengan RUU HIP, rancangan ini sangat tidak relevan,” ucapnya kepada Lead.co.id, Rabu (24/06/2020).

Menurutnya, pancasila sudah jelas di setiap butir-butir yang tercatat. Maka, jika RUU HIP ini di rancang ulang sangat tidak masuk akal.

Baca :  KPMP Kota Bogor Ikut Berjuang Bersama, Tolak RUU HIP

“Semuanya tidak bertentangan, setiap manusia mempunyai tuhan dan dari sisi HAM ada dari kebudayaannya juga ada, religiusnya juga ada,” jelasnya.

Ia mengatakan, perubahan RUU HIP hanya sebagai kendaraan politis dan hanya segelintir orang yang mempunyai kepentingan dalam perancangan tersebut.

“Kalau saya cermati, hanya segelintir orang yang mempunyai kepentingan jadi, menurut saya ini hanya kepentingan politik saja,” paparnya.

Dirinya juga mempertanyakan tugas dan peran Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Presiden Pertama Bung Karno menyatakan, Pancasila itu bukan ideologi melainkan landasan, sedangkan Soeharto sendiri menyatakan juga itu azas tunggal.

Baca :  Konsisten, GPK Kota Bogor Tegaskan Tolak RUU HIP

“Kalau melihat kebelakang artinya, jas merah jangan dilupakan. Harus menjadi pertanyaan dimana BPIP selama ini,” tegas dia.

Sementara itu, ditempat terpisah, Ketua MUI Kota Bogor, KH. Muhammad Mustafa Abdullah bin Nuh mengatakan, bahwa Pancasila sudah merupakan satu basic dan tidak bisa di rubah atau di otak atik, oleh segelintir orang yang mempunyai politis.

“Ini sudah final dan tidak di rubah, kalau di rubah, harus cabang-cabangnya, jangan yang pokok,” ujar dia.

Menurutnya, selama di pelajari RUU HIP ini, bahwa akan ada pemanggelan Pancasila yaitu, bisa menjadi 3 sila bahkan jadi 1 sila yaitu gotong royong.

Baca :  1500 Orang Gabungan Ormas Islam Serbu DPR RI Tuntut Pencabutan RUU HIP

“Kami sangat menyangkan dengan kondisi ini, Pancasila iti sudah sakral dan tidak di rubah maupung di rancang kembali,” jelasnya.

Kalau pokoknya di rubah, kata dia, ini bisa membahayakan kedaulatan bangsa, karena ini sudah mengarah ke politis, seharusnya, biarkan saja ideologi pancasila yang sudah sepakati bersama menjadi landasan utama.

“Jangan di rubah, ataupun di rancang ibarat pohon itu sudah tumbuh, kalau mau di rubah yang dahan dan rantingnya. Kalau ada penolakan, mungkin mereka sepaham dengan saya,” pungkasnya.

Reporter : Jhonie
Editor : Aru Prayogi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here