LEAD.co.id | Kesatuan Aksi Mahasiswa Bogor Raya (KAM-BR) menggelar aksi unjuk rasa, di depan Kantor Polres Bogor dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor, Jumat (20/11/2020). Mereka meminta aparat penegak hukum agar tidak bungkam dan tutup mata terkait proyek proyek bermasalah.
Ketua KAM-BR, M Ikhsan mencontohkan adanya proyek jembatan kali angke (jalur cepat) yang digarap oleh PT. Mulyagiri memiliki banyak kejanggalan. Namun demikian, aparat penegak hukum terkesan tutup mata.
“Kemana aparat penegak hukum, jangan diem-diem bae,” ujarnya.
Sebelumnya, KAM-BR juga melakukan unjuk rasa di Dinas PUPR Kabupaten Bogor. Mereka mengkritisi proyek pembangunan jembatan kali angke (Jalur Cepat) pada ruas jalan Sukahati-Jampang, Kecamatan Kemang.
Ikhsan mengatakan, proyek jembatan kali angke tersebut bermasalah. Pasalnya, dari laporan hasil audit BPK RI ditemukan adanya kelebihan pembayaran pada pekerjaan tersebut hingga 1 Miliar lebih.
“Dalam laporan BPK ada kelebihan pembayaran yang mencapai 1 Miliar lebih pada proyek yang dimenangkan PT Mulyagiri tersebut,” jelas Ikhsan.
Selain itu, ia juga membeberkan bahwa terdapat ketidakpatuhan dalam pelaksanaan pemilihan penyedia yang dilakukan oleh Kelompok Kerja (Pokja) 2.
“Sejak awal memang prosesnya tidak beres, padahal seharusnya PT Mulyagiri gugur karena tidak memenuhi syarat dalam dokumen pemilihan,” ungkap Ikhsan kepada LEAD.co.id, Jumat lalu (6/11).
Pantauan LEAD.co.id, pada aksinya kali ini, KAM-BR mengirimkan surat laporan resmi yang ditujukan kepada Kapolres Bogor dan Kepala Kejari Bogor agar segera menindaklanjuti permasalahan tersebut.
“Sudah terlalu lama Aparat penegak hukun diam melihat permasalahan ini, saatnya sekarang bergerak cepat mengusut tuntas agar menjadi terang benderang,” sebutnya.
Bahkan mahasiswa juga menantang Aparat penegak hukum untuk segera menggarap permasalahan tersebut. “Kami tunggu siapa yang lebih cepat dan berani menggarap kasus ini,” pungkasnya.





