Site icon LEAD.co.id

Makna Berbagi di balik Pisang Kepok

Makna Berbagi, Berbagi, Apendi Arsyad, Pisang Kepok

Oleh: Apendi Arsyad

Ternyata benar pisangnya “manis”, orangnya juga manis, he he he. Demikian kata ibu Hj Etty Eidman SH. Beliau adalah guru dan dosenku, yang rumahnya beralamat di jalan Sempur Kota Bogor. Mohon maaf ananda “sering” datangi untuk mengantar pisang untuk ibu, semata ingin berbagi rezeki dari hasil kebunku.

Gambar pisang Kepok dengan bersisir dan berbuah banyak-padat itu, merupakan salah satu bentuk anugerah dan rezeki yang Allah berikan kepada hamba-hambaNya.

Saya juga senantiasa bersyukur dan takjub melihat sejumlah tandan pisang di pohonnya, jika hadir di kebun ananda yang berlahan sempit, yang terdapat di belakang rumahku.

Beberapa rumpun pisang baik jenis Kepok Besar maupun Kecil telah berbuah, dan subhanallah silih berganti, tak berhenti-hentinya. Ada tidak kurang 7 sampai 9 tandan pisang yang bergayut di setiap pohon buahnya. Padahal ananda hanya pekerjaannya sekali seminggu merapikan sekitar pangkal dan batang-2nya dari dedaunannya yg sdh layu, membusuk dan mati.

Di samping itu sebulan sekali, saya memberi pupuk organik, berupa sampah daun pepohonan dan bunga yang dikumpulkan dan berasal dari pekarangan rumahku. Memang sesuai konsep “green my house”, pekarang rumahku penuh ditumbuhi beraneka jenis pohon.dan tanaman hias (bunga-2an) yang indah dan sedap dipandang mata.

Dengan kehadiran kebun skala “sangat kecil” di lahan sempit di kawasan pemukiman perkotaan (urban farming) yang kini ditanam (budidaya) berbagai tanaman hias, sesayuran (kangkung, cabe, kancang dan singkong). Sedangkan dipinggir batas kebun ditanam pokok Jambu Manis, Rambutan Aceh dan Mangga Manis asal Madiun, maksudnya sebagai peneduh, dan bila musimnya pepohonan itu berbuah, kemudian dipetik untuk dinikmati.buahnya bersama para tetangga.

Di lahan kebun yang sempit tersebut pada bagian lainnya, ditanam pohon pisang Kepok itu, blok A untuk pisang Kepok jenis Besar dan blok kavling lain ditanam komoditas Pisang Kepok Kecil. Pisang Kepok kecil ini ternyata jika digoreng dirasakan lebih enak ketimbang Kepok Besar. Nggak tahu mengapa rasanya kok berbeda, demikian?.

Alhamdulillah, dengan tanaman pisang di kebun berbuah banyak, dalan arti jumlah sisirnya padat-berlapis-lapis, dan pohon pisang berbuah terus menerus, maka hal ini menyadarkan kita akan suatu kebenaran kandungan
ayat Al Quranulkarim.

Firman Allah banyak mengungkapkan bahwa jika hambaNya banyak berbagi, mau bersedeqah, berinfaq, berdinasi dll dari dan untuk (antar) sesama, maka Allah SWT dengan sifat Rahman-RahiemNya, Dia berikan lebih banyak lagi, dan bahkan berlipat-lipat.

Dalam kitab suci Al Quran, Allah SWT mengkiaskan, begitu banyak manfaat (fadhillah) yang diterima hambaNya yang mau dan mampu (gemar) berbuat kebajikan. Tuhan Allah mengkiaskan begini, jika sesorang memberikan 1 (satu), atas izin Allah, ia akan bercabang menjadi (7) tujuh.. dan kemudian bercabang lagi memjadi 100 (seratus)… wow akhirnya “booming” menjadi 700. Apa tafsiran makna ayat ini sesungguhnya para ulamalah (KH, ustadz) yang tahu dan mampu menjelaskan kepada ummat tentang sifat Maha PemurahNya Allah.

Bagi ananda sendiri selaku orang awam hanya mengalaminya dan menikmati berbagi rezeki harta dari hasil kebun Pisang yang tampak secara kasat mata semakin “bertambah-tambah”, dan selain itu bagi ananda dan keluarga, berguna sebagai bahan pelajaran (i’ktibar) dalam menjalani hidup ini yang banyak tantangan dan godaan-2.

Dengan banyak dan rutin bersedekah sebagai salah satu perbuatan Sunnah Rasullah Muhammad SAW, insyaAllah terhindar dari malapetaka dan bencana. Mudah-mudahan kita terhindar dari musibah dan azab Allah, seperti pandemi Covid 19 yang telah mensengsarakan berjuta-juta ummat manusia saat ini

Begitulah “Rahman dan RahiemNya” Tuhan Allah kepada kita hambaNya yang beriman, bertaqwa dan gemar berbuat kebajikan antar sesama. Menurut pendapat saya, Itulah hakekat sesungguhnya apa makna dibalik perbuatan baik nan mulia, kita mau berbagi harta tersebut kepada orang lain, terutama bagi orang-2 terdekat, tetangga, para kerabat dan sahabat.

Mohon maaf jika ibu dosenku Hj.Etty Eidman SH, yang terkadang menerima pisang Kepok baik jenis Besar dan atau Kecil dari hasil kebun ananda sendiri. Niatnya dalam hati, selain menghormati dan merawat silaturrahmi dengan ibu guruku yg telah “sepuh”, kini menikmati masa pensiunan, dan beliau telah berjasa mencerdaskan saya hingga menjadi “manusia” begini.!. Juga niatnya untuk menambang pahala dari Allah SWT, agar hidup kita ini bermanfaat dan berkah di dunia ini dan insyaAllah juga menjadi bekal akhirats kelak. Amiin-3 YRA.

Ananda doakan, semoga ibunda selalu dalam keadaan sehat walaffiat dan selalu bersemangat ibu Etty, ibu yang baik; konselor (pembimbing akademik) saya dulu semasa menjadi mahasiswa IPB duduk di Tingkat Persiapan Bersama (TPB) IPB (now, IPB University) di masa transisi dan adaptasi untuk memasuki dunia baru “kampus Rakyat” agar hidup sukses, dan sekaligus Dosen matkul Hukum dan Peraturan Perikanan dan Kelautan, pada Faperikan IPB thn 1982-1983, yang membuka wawasan nusantara dengan sumberdaya perikanan dan kelautannya yang kaya dan melimpah, manfaatnya bagi kemajuan bangsa, NKRI: Indonesian Archipelago. Mohon maaf jika ada bahasa dalam tulisan ini yang kurang berkenan.

Allah berfirman berkali-kali dengan ayatNya dalam surah Ar Rahman (surat ke 55) .yaitu: .”Maka nikmat Tuhanmu yang manakah Yang kamu dustakan”?. Harapannya ayat ini menjadi renungan kita bersama untuk selalu ingat kebesaran Allah SWT.

Exit mobile version