Manfaat Foto Jadoel Bagi Keluarga Besar

oleh -580 views
Manfaat, Foto, Foto Jadoel, Keluarga Besar, Apendi Arsyad

Oleh: Dr Apendi Arsyad

Wah asyik ini postingan fhoto jaman doeloe (jadoel) kiriman adinda Yulizar dari Cerenti, tarimo kasiah. Dengan fhoto jadoel ini kita merasa keasyikan, dan menarik melihatnya, ada memory nostalgia dari berbagai gaya dan rona wajah. Gambar (fhoto) hitam putih ini adalah salah satu karya fhotografer (juru fhoto) legendaris dari nagori Caghonti, yang teramat dikenal saat itu, yakni bapak Monua.

Pada tahun 1960-an dan atau thn 1970-an di negeri Cerenti Kabupaten Kuansing Provinsi Riau, terdapat seorang yang berprofesi sebagai tukang fhoto keliling di kampung-2 dan beliau juga membuka studio fhoto di rumah atau ruko yang disewanya, pernah di pasar Cerenti dan Koto Peraku, namanya bpk M Nur, tetapi panggilan akrabnya bahasa Cerenti menjadi Monuo.

Bpk.Monua, orang berkulit agak sedikit gelap (hitam), mulutnya agak maju ke depan (manyun). Beliau memiliki suara khas, kurang jelas pronousationnya dan agak parau kedengarannya, tapi nyaring, serta pendengarannya mulai agak berkurang (sedikit pekak), sehingga bicaranya terpaksa “agak keras”, jika kita berkomunikasi antar pribadi dengannya.

Jika kita sedang berfhoto di studionya bpk Monua yang sudah disetting dalam ruang agak gelap temaram, bpk Monua kepalanya diselimuti kain hitam, lantas ketika saat2 cepretan, beliau berposisi jongkok menatap lensa kamera fhoto, kemudian beraksi, bersuara untuk memberikan abah-2 kepada yg difhoto, dgn kata-2 “khas tenornya”…”satu” “dua” sambil mengacungkan jempolnya dan memasuki kata “tiga” cepret “cahaya putih kilat” dari kamera pun muncul, berarti event memotret pun selesai. Demikianlah narasi singkat penuh kenangan manis (sweet memory) berfhoto di studio bpk Monua tempo doeloe, seru dan mengasyikan.

Fhoto jadoel yang dimiliki penduduk Cerenti, pada umumnya merupakan
koleksi fhoto/gambar hitam-putih, yang banyak menghiasi rumah omak-ayah kita di desa-desa se Cerenti, termasuk juga rumah orangtuaku di Bukit Gudang Desa Kampung Baru Cerenti, berasal dari hasil potret bpk Monua. Orangtuaku termasuk orang yang hobby berfhoto dgn berbagai gaya dan momen misalnya waktu hari raya, pesta perkawinan (bagholek), berwisata (toering) dll, sehingga tabiat tersebut menurun kepadaku anaknya. Hingga sekarang sejumlah koleksi gambar dalam berbagai ukuran adalah karya cepretan alm.bpk Monua, yang kini masih menghiasi dinding “rumah tuo-pusako” warisan ayah-ibu kita di desa-2 di kampuang.

Baca :  Paradoksal Alam Indonesia: Sebuah Catatan Perjalanan ke Pulau Terluar Morotai

Menurut saya dengan masih adanya berbagai koleksi fhoto jadoel yang berbingkai dan tergantung dibagian dinding ruang tamu dan ruang tengah rumah “tuo-sako” warisan orangtua kita. Hal ini telah memberikan banyak manfaat bagi keluarga besar untuk warga se keturunannya. Beberapa manfaat itu antara lain saya akan sebutkan dan jelaskan adalah sbb:

1. Terpajangnya dokumen koleksi fhoto lama hitam putih (zaman doeloe/jadoel) karya fhotografer bpk Monua yg sangat bernilai sejarah tinggi bagi keluarga. Dengan melihat wajah-2 dulu ketika masih balita, remaja dan mulai tumbuh dewasa, kita bisa mengenang suasana tempo doeloe (masa lalu), bernostalgia yang sungguh mengasyikan dan sekaligus membahagiakan berkumpul bersama dengan para dunsanak baik keluarga inti (nucleus family: ayah, ibu dan anak-2nya) maupun dengan keluarga luas (extended family) bersama para kerabat spt bpk/ibu mertua, moman/niniak mamak, makcik-pakcik, ipar, para kemenakan, cucu-2 dll, yang dipotret pada beberapa dasawarsa yg lalu. Biasanya fhoto-2 jadoel yang banyak terpajang pada dinding-2 rumah pada umumnya fhoto keluarga inti ketimbang keluarga luas.

Pengalaman pribadi saya, jika pulang (baliak) ke kampung saya selalu menyempatkan diri ke ruang tamu dan ruang tengah rumah “tuo-pusako” di desa untuk melihat-lihat koleksi fhoto jadoel keluarga, ketika saya melihat aneka wajah dan gaya serta dandanan para anggota keluarga saya tempo doeloe, pikiran saya pun menarawang jauh ke situasi kehidupan keluarga saya di masa lalu. Tentunya melihat fhoto2 jadoel tersebut, yang bernilai sejarah bagiku, itu akan semakin merperkuat jalinan tali persaudaraan antar sesama anggota keluarga antar generasi. Saya akan diingatkan tentang berbagai peristiwa terutama informasi tentang sisilah keluarga utk 2-3 generasi.
Jadi kumpulan fhoto jadoel yang ada di rumah peninggalan orangtua kita itu, jika dirawat akan berfungsi sebagai “museum-abadi” keluarga yang sebaiknya kita jaga baik-2, dan lestarikan berbagai dokumen fhoto2 tersebut, sehingga perjalanan sejarah keluarga besar seperti misalnya “the Arsyad Family” akan bisa dibuktikan. Hal ini berkat adanya fakta berupa arsip fhoto dari berbagai aktifitas keluarga tempo doeloe yang masih tersimpan dalam album-2 fhoto lama, maupun yang masih terpajang di dinding dalam rumah orangtua dan atau kakek-nenek (datuak-ino) kita.

Baca :  Polres Cianjur Akan Tindak Foto Bugil Viral di Gunung Gede

2. Dengan melihat fhoto2 jadoel itu, kita akan merasa terhibur, perasaan kita ikut menjadi senang dan ada kebanggaan akan harga diri, marwah keluarga (the family dignity) serta muncul berbahagia. Kenapa bisa terjadi demikian ? Karena dari penampilan wajah kita yg digambar saja, semasa kecil dan remaja dulu akan tampak “lucu”, imut-2, mungil dan “krempeng” dilihat dari perwajahan dan fostur tubuh sangat jauh berbeda dengan kondisi kita saat ini, yang barangtentu tampak semakin menua, ada diantara mereka yg sudah berstatus ayah dan ibu dari anak2nya dan bahkan ada yg sudah menjadi datuak dan ino (kakek dan nenek) dari para cucunya.

Jadi keberadaan fhoto2 jadoel yang masih ada dan tersimpan di rumah “tuo” peninggalan orangtua di kampuang sangatlah bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan hiburan bagi keluarga besar (adik beradik, anak, kemenakan dan cucu), bisa bernostalgia mengenang peristiwa-2 tempo doeloe semasa kecil dan remaja.menjelang dewasa, yang mengesankan, membekas dalam ingatan kita peristiwanya; dan

3. Dengan melihat fhoto jadoel itu, barangtentu ada wajah-2 sanak family kita tidak bersama kita lagi saat ini, mereka telah mendahului kita menghadap Allah SWT alias sudah almarhum. Kita pun bersedih hati dan seraya mendoakan arwahnya agar diberikan tempat terbaik disisiNya yakni SurgaNya Allah SWT, yang kemudian menjadi bahan pelajaran (iktibar) dan perenungan bagi diri kita yang masih hidup agar bersiap diri untuk menyusul ke alam baqa, dengan bekal dan mempertebal keimanan dan ketaqwaan kpd Allah SWT.

Baca :  Keprihatinan Nasib Tugu Pahlawan Cerenti

Dengan begitu penting manfaat keberadaan fhoto dan gambar jadoel tersebut, maka kita seharusnya dalam keluarga membudayakan sikap dan perbuatan gemar mengoleksi dan merawat fhoto-2 jadoel yang masih ada, jangan sampai rusak apalagi hilang. Jika hilang atau tidak ada koleksi dokumen fhoto jadul itu, maka kita merasa kasihan dan bersalah kepada keturunan (zhuriat) kita berikutnya terutama para cucu dan cicit kita yang tidak pernah seumur hidupnya melihat wajah kakek nenek (eyangnya), sayang keberadaan mereka terputus (disconnected) dgn masa lalu keluarganya. Oleh karena itu saya mengajak pada dunsanak mulailah dari sekarang, mari kita lestarikan fhoto2 jadoel karya fhotografer bpk Monua yang masih ada di rumah kita masing-2 di kampung halaman. Hal ini kita lakukan disebabkan manfaatnya begitu penting bagi pemenuhan kebutuhan anggota keluarga seperti pendidikan sejarah, hiburan dan rasa syukur kepada Tuhan Allah SWT atas karunia dan kenikmatan hidup yang telah diberikanNya kepada kita dalam kehidupan berkeluarga selama ini yang bermakna dan bermarwah (dignity).

Demikian narasi mengenai manfaat fhoto-2 jadoel, semoga adanya tulisan ini akan menggugah alam sadar kita akan kebutuhan koleksi fhoto keluarga. Sekian dan terima kasih semoga terinspirasi.

Ingat moto Kuansing
“Basatu nagori maju, tigo tali sapilin” …salam kayuah-kuyuang… go a head !

Penulis adalah Dosen Profesional dan pendiri Universitas Djuanda Bogor, Aktivis Ormas, pegiat dan pemerhati sosial, kini Tenaga Ahli P3PD Ditjen Bina Pemdes Kemendagri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *