Oleh: Ace Sumanta
Bermula lahir untuk membangun mimpi
Merangkak menuju taman, berdiri di bangku tua saat orangtuanya membicarakan pertunangan.
Angin telah membuka himpitan angan
Saat itu senja menjadi bening kasih sayang
Cintanya adalah semesta membuka harap
Mimpi kan menjadi kenyataan setelah gelap berubah terang dan matahari berangsur bergeser mengikuti perintah Tuhan.
Anak-anak bersorak di halaman sekolah selepas upacara pagi
Itu cerita kemarin.
Kini ditantang edukasi
Kita harus memeluk bumi
Kemerdekaan menjadikan pilihan setia setiap saat
Mereka menunggu kita melepaskan anak panah
Pada sasaran istimewa
Mengenai ke jantung negeri.
Kemerdekaan harus dilakoninya
Terlepas ucapan dan perlengkapan
Kita butuh kepastian hingga realisasi dalam penerapan.
Cinta yang kami beri untuk memeluk zaman
Begitu kuat diantara kita akan saling menikam kawan atau sahabat setia
Hal itu kan mempermudah kuas cat tersapu warna warni di langit
Ungkapan itu kan memperkuat narasi kehidupan saat ini.
Cinta tetap tertanam di lubuk hati yang dalam
Kebebasan negeri akan tertemin pada kesetiaan memelihara bumi, semesta dan seluruh isinya
Menjadikan makna melekat setiap kehidupan.
Bogor, 20 Juli 2021
Penulis adalah budayawan dan sastrawan pituin Sunda Pajajaran





