LEAD.co.id | Dewan Pengurus Daerah (DPD) Lembaga Seni Qasidah Indonesia (LASQI) Kota Sorong gelar festival Seni Qasidah Rebana Klasik, bertempat di Aula MAN Model, Sorong Papua Barat, Minggu (15/9/2019).
Menurut Ketua DPD LASQI Kota Sorong, M. Sanusi Rahaningmas, Festival bernuansa Islami ini merupakan ajang pencarian bakat-bakat untuk mewakili Papua Barat di ajang Festival Qasidah Nasional 2019 yang akan di gelar pada bulan Oktober mendatang.
“10 tim yang mendaftar ini dalam rangka mempersiapkan bibit-bibit LASQI Kota Sorong untuk mewakili provinsi Papua Barat tingkat nasional yang insya Allah yang akan di laksanakan pada bulan Oktober di Ambon,” kata Sanusi.
Walaupun baru pertama kali melaksanakan festival ini, lanjut Sanusi, LASQI Kota Sorong telah tiga kali mengikuti Pagelaran musik bernuansa Islami di tingkat nasional. “Ini yang ketiga kali mewakili kontingen Papua Barat ikut festival tingkat nasional di Kendari tahun 2015, 2017 di Padang, 2018 kemarin itu di Jakarta dan kita persiapkan menuju ke Ambon ,” ujarnya.
Senator terpilih Papua Barat ini mengatakan Pembinaan baik itu vokal maupun instrument LASQI Kota Sorong sudah punya, untuk itu tak perku mendatangkan orang dari luar daerah sebagai pelatih.
“ Kita sudah mengikuti latihan secara khusus untuk instrument dan untuk vokalis itu lihat saja hari ini bukan saja kita pakai pemain-pemain atau orang lasqi yang sudah mahir di qasidah tapi yang menilai ini orang-orang yang menguasai musik genre qasidah, pop dan lainnya. Jadi mereka menilai sesuai keahlian mereka masing-masing,” kata dia
Lima orang tang di percaya sebagai juri ini semuanya mempunyai kemampuan masing-masing. “Ibu Erina kita semuanya tahu dia seorang penyanyi pop, religi, dan qasidah sehingga kita pakai keahliannya untuk menilai di perlombaan ini,” ujarnya.
Walaupun tidak ada dukungan dari pemerintah kota sorong, Sanusi yang juga merupakan anggota DPR Papua Barat tang menjabat selama tiga periode sudah menyediakan dana dan bantuan untuk menunjang kegiatan ini yang berasal dari pemerintah provinsi Papua barat
Dengan kegiatan ini, Sanusia berharap karena kondisi Papua yang selama ini yang kurang lebih satu bulan terakhir ini di Goncang berbagai persoalan yang rasisme hingga bernuasa SARA. Dengan kegiatan ini sesuai dengan lagu syair-syair qasidah yang mengajarkan tentang perdamain, persaudaraan dan lainnya menjadi momen atau wadah silaturahmi memupuk persaudaraan bukan hanya di kalangan umat muslim melainkan umat beragama lainnya
“Buktinya yang hadir hari ini bukan hanya umat muslim saja hadir juga umat beragama lainnya menyaksikan langsung pembukaan kegiatan ini,” tutur Rahaningmas. (Ul)





