Normal Baru dan Adaptasi Masyarakat Menuju Era Virtual

0
Akhmad Saoqillah, New Normal, Adaptasi, Virtual
Foto: Akhmad Saoqillah (Pengamat Komunikasi Digital IUQI)

Oleh: Akhmad Saoqillah

Lebih dari 3 bulan kita menghadapi pandemi virus corona yang menyerang negeri ini, virus corona meluluhlantakan segala aspek kehidupan kita, baik itu kesehatan, sosial dan juga ekonomi. Menurut data Kementerian Kesehatan, Tercatat, setidaknya dalam waktu 3 bulan terakhir, puluhan ribu orang terinfeksi virus ini namun kabar baiknya, orang yang sembuh juga semakin bertambah.

Kini di pertengahan tahun 2020, kita memasuki babak baru, babak kehidupan baru, dimana kita diharuskan mengikuti aturan kehidupan social yang baru atau yang lebih kita kenal dengan new normal atau normal baru. New normal mulai mengemuka sejak Presiden Jokowi mengumumkan akan menerapkan new normal di Negeri ini. Namun jika kita baca berita di diluar negeri sebenarnya new normal sudah ada bahkan sudah di terapkan di beberapa Negara.

Baca :  Covid-19 Menurun, Cianjur Siapkan Fase New Normal

Lantas, apa itu new normal atau normal baru? Secara definisi sederhana new normal adalah skenario untuk mempercepat penanganan COVID-19 dalam aspek kesehatan dan sosial-ekonomi. Pemerintah Indonesia sendiri akan mempertimbangkan studi epidemiologis dan kesiapan regional dalam penanganan COVID-19 seperti pengembangan penyakit, pengendalian virus, dan kapasitas kesehatan.

Nantinya Pemerintah daerah akan diizinkan untuk menerapkan new normal jika daerah mereka berada di tingkat moderat atau sedang (zona hijau).

Ada beberapa Indikator New Normal yang ditetapkan oleh pemerintah, yakni: 1. Tidak menambah penularan atau memperluas penularan atau semaksimalnya mengurangi penularan. 2. Menggunakan indikator sistem kesehatan yakni seberapa tinggi adaptasi dan kapasitas dari sistem kesehatan bisa merespons untuk pelayanan COVID-19. 3. Surveilans yakni cara menguji seseorang atau sekelompok kerumunan apakah dia berpotensi memiliki COVID-19 atau tidak sehingga dilakukan tes masif.

Baca :  Minim APD, Bayangi Pelaksanaan Pilkada di Masa New Normal

Di lain sisi, secara tidak sadar pandemic Covid 19 ini mengantarkan kita pada era virtual live, era dimana segala sesuatu dilakukan secara berjejaring. Mulai dari aktifitas pertemanan, belanja, belajar dan berkomunikasi. Misalnya saja di dunia pendidikan, sekarang aplikasi meeting online semakin familiar dan banyak digunakan oleh berbagai macam kalangan, misalnya saja googlemeet, webex, zoom dan lainnya.

Fenomena ini seyogyanya merupakan sisi positif dari pandemi ini, hal ini dikarenakan secara tidak sadar kita dibawa untuk beradaptasi dengan cepat di era 4.0. era dimana segala hal menggunakan media online atau lebih dikenal dengan internet of thing atau bisa kita sebut dengan era virtual.

Baca :  Jelang New Normal, Babinsa Berperan Efektif di Pusat Keramaian

Manusia tentunya harus bisa berdaptasi dengan lingkungannya, jika kita tidak bisa beradaptasi maka kita akan hilang termakan zaman. Adaptasi dalam keadaan apapun tentunya harus kita lakukan, tak terkecuali adaptasi dengan perkembangan teknologi informasi.

Penulis adalah Pengamat Komunikasi Digital IUQI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here