P4S Mekar Sari : Petani Milenial Harus Menggali Potensi Untuk Mencapai Keberhasilan

76
0

LEAD.co.id |Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Mekar Sari berlokasi di Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang, telah menjadi P4S kelas Utama dengan produksi pengolahan buah Nanas. Lembaga P4S yang didirikan pada tahun 2006 ini merupakan binaan Pusat Pelatihan Pertanian BPPSDMP Kementan.

P4S Mekar Sari yang dipimpin oleh Kartika ini diketahui aktif melakukan kegiatan pelatihan dan memfasilitasi magang bagi Kelompok Tani dan pelaku usaha. Bahkan, kegiatan magang selalu ramai dikunjungi antara lain dari Afganistan, ASEAN, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimatan Barat, bahkan pernah melatih pengolahan buah Nanas di Suku Dayak, Kalimantan Timur.

“Saya senang dapat bersosialisasi dengan para petani agar bisa menjaga dan menciptakan hasil yang lebih baik, serta dapat bekerjasama yang lebih baik dan saling menguntungkan,” terang Ika, sapaan akrab Kartika, ketua P4S Mekar Sari kepada tim redaksi LEAD.co.id, Jumat (18/1/2019).

Baca :  Petani Milineal Padang Panjang Sukses Kelola Pelatihan dan Permagangan

Selain sukses pada Usahatani pengolahan buah Nanas, produk usahanya juga mewarnai setiap Stand oleh-oleh di Kabupaten Subang, Rumah Makan, Super Market Yogya melalui Aspartan Provinsi Jawa Barat serta Provinsi Riau.

Menurut Ika, sapaan akrab Kartika, aktivitas yang pernah dilakukan P4S Mekar Sari yaitu pelatihan pengolahan dan pengemasan Dodol Nanas pada tahun 2009 sebanyak 40 peserta (2 angkatan) dan tahun 2011 sebanyak 40 peserta (2 angkatan), menerima peserta Study Banding, peserta praktik lapang dari BBPP Lembang. Adapun materi yang diberikan pada pelatihan yaitu pengolahan Dodol Nanas, Jus Nanas, Kewirausahaan, Packaging, Kemitraan, SOP Pengolahan. Selain itu, dirinya juga aktif mengikuti Pasar Tani di Gedung Sate Bandung setiap hari Jum’at pada minggu kedua.

Baca :  Slamet Wuryadi, Penggerak Petani Milenial Melalui Pusat Pelatihan Petani

Adapun kegiatan Usahatani P4S Mekar Sari, menurut Ika yaitu antara lain pengolahan hasil pertanian buah nanas menjadi dodol dengan skala produksi mencapai 150 Kilogram per-hari (Kg/hari), Keripik Nanas 15 Kg/hari, Wajit Nanas 50 Kg/hari, pembuatan Enzim Bromelain berbahan dasar limbah nanas, dan Pembutan jus Nanas.

Ika berharap, petani di era Milenial harus mandiri, dan mampu menggali segala potensi yang ada demi mencapai keberhasilan. “Saya berharap petani dapat menggali potensi yang ada dengan kemauan yang tinggi dan tidak disertai rasa malu ataupun gengsi, demi mencapai keberhasilan mereka,” tegasnya.

Baca :  Success Story Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya Astuti Lestari : Dari Impian Menjadi Kenyataan

Untuk diketahui, dalam perjalanannya, Visi P4S Mekar Sari yaitu, Mampu berperan sebagai model terbaik dalam pengolahan hasil pertanian dan pemasaran yang unggul, berkelanjutan. Senantiasa tumbuh dan berkembang, berwawasan masa depan, sebagai pelayan yang baik, dan menerapkan teknologi ramah lingkungan.

Adapun Misi P4S Mekar Sari yaitu, Mengembangkan teknologi pengolahan hasil pertanian (off farm) yang unggul, modern dan terstandarisasi dengan baik, efektif dan efisien yang dapat bersaing di pasar bebas, mengembangkan Usahatani dengan pengelolaan yang ramah lingkungan, mengembangkan sistem pengelolaan usaha tani baik on farm maupun off farm yang terbaik mampu mencapai harapan. (MSA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here