Panitia CGM Dinilai Lakukan Tindakan Diskriminasi Terhadap Wartawan

0

Bogor – Kemeriahan Bogor Street Festival (BSF) Cap Go Meh (CGM) tadi malam, (19/02) meninggalkan polemik dikalangan wartawan. Pihak panitia kegiatan tersebut dinilai tidak profesional bahkan melakukan tindakan diskriminasi terhadap sejumlah awak media yang meliput rangkaian acara Pesta Rakyat bertajuk “Katumbiri Lighting Festival 2019”.

Salah seorang wartawan bidiknusantara.com berinisial SL menyampaikan, tindakan diskriminasi yang dialami olehnya bermula saat dirinya memasuki ruang media center dan menaiki panggung yang disediakan oleh pihak penyelenggara untuk awak media, kendati dirinya telah melakukan registrasi melalui humas yang ditunjuk oleh panitia dalam acara itu.

“Saya diminta untuk turun karena tidak membawa kamera, dan panggung tersebut hanya untuk wartawan televisi saja dan ini dibatasi,” ucapnya saat menuturkan kronologinya (19/01).

Baca :  Suasana Persiapan Bogor Street CGM 2020

Selain dirinya, sejumlah wartawan lain pun mengalami hal yang sama dengan perlakuan oknum panitia tersebut. Bahkan menurutnya, saat panitia menanyakan nama medianya, salah satu oknum wartawan juga ikut melontarkan ucapan “media online tidak jelas” yang dianggap telah mencoreng keprofesian jurnalis.

“Kami diperlakukan tidak adil, hanya karna kami media online lantas bisa seperti itu? Ditambah, ada oknum wartawan berbicara seperti itu. Lontaran kalimat tersebut seharusnya tidak pantas dilontarkan mengingat profesi kita pun sama!, ” ucap tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Korwil Kota Bogor, Ibrahim Hermawan mengaku sangat menyayangkan sikap panitia yang mempersoalkan wartawan yang akan melakukan peliputan hanya karena alasan tidak membawa kamera.

Baca :  Polemik CGM, Giliran FMB Beri Penjelasan dan Klarifikasi

“Ini kan jaman modern, serba praktis. Meski tidak ada camera, Gadget pun kameranya sudah cukup memadai. Jadi tidak ada alasan setiap wartawan harus bawa kamera, yang penting mereka (wartawan) bertugas secara profesional sesuai dengan undang undang dan kode etik yang ada,” ujarnya.

“Apa yang dilakukan oknum panitia pada acara CGM merupakan sebuah tindakan yang kontra Produktif. Ironisnya panitia pelaksana mengundang sejumlah wartawan dan memberikan ID Card, namun kehadiran wartawan untuk meliput kegiatan tersebut dihadang oleh oknum panitia. Hal ini merupakan bentuk pelecehan terhadap profesi wartawan dan pelanggaran undang-undang, ” tambahnya.

Baca :  Bogor Street Festival Bikin Macet, Pengendara Merasa Dirugikan

Disisi lain, tak terima anggotanya mengalami tindakan diskriminasi saat peliputan, H. Deden selaku Dewan Penasehat Kelompok Kerja Wartawan (Pokjawan) Kota Bogor memprotes. Keras dan akan mengambil ranah hukum, karena dinilai telah melanggar UU 40 Tahun 1999.

“Kita akan melakukan protes keras kepada panitia pelaksanaan BSF – CGM’19 atas tindakan diskriminasi terhadap anggota kami dan akan membawa ke jalur hukum. Dalam UU pers di jelaskan, setiap lembaga atau intansi lain yang mencoba menghambat kinerja Pers diancam hukuman satu tahun penjara atau denda 500 Juta,” tegasnya. (AP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here