Pasukan Suriah Dibombardir, Iran Minta Turki Bijak

oleh -293 views
Turki, Bombardir, Idlib, Suriah, Iran
Konvoi Kendaran Militer Turki di Idlib, Suriah. (doc. FNA)

LEAD.co.id | Turki dikabarkan menembak jatuh dua pesawat tempur Suriah di Idlib dan menyerang bandara militer Suriah, pada hari Minggu (1/3/2020). Serangan pihak Turki terhadap Suriah ini dinamai “Operation Spring Shield”.

Menteri Pertahanan Turki, Hulusi Akar mengatakan, dalam empat hari terakhir pasukan Turki menghancurkan delapan helikopter, 103 tank, 72 howitzer, peluncur roket, drone dan enam sistem pertahanan udara. Dia menjuluki operasi Turki, serangan keempat di Suriah dalam empat tahun, “Operation Spring Shield”, seperti dilaporkan Reuters.

Serangan Ankara meningkat terhadap pasukan Suriah yang didukung Rusia sejak Kamis lalu, ketika 33 tentara Turki tewas dalam serangan udara oleh Damaskus.

Pihak turki telah mengerahkan ribuan tentara dan kendaraan militer di provinsi barat laut Suriah, Idlib pada bulan lalu untuk membendung pasukan Suriah yang menyebabkan 1 juta orang mengungsi di perbatasan selatan Turki.

Baca :  Belasan Militer Suriah Tewas Diserang Bom

Setidaknya, sudah 3,6 juta pengungsi Suriah telah tertampung. Ankara bertekad untuk mencegah gelombang masuk lebih jauh dari Suriah. Ia juga membiarkan migran melintasi perbatasannya ke Uni Eropa, dalam upaya nyata untuk mendesak dukungan Uni Eropa (UE) dalam mengatasi krisis Suriah.

Merespon hal itu, Pusat Penasihat Militer Iran (MAC) di Suriah meminta Turki menunjukkan perilaku bijak tentang masalah di Idlib, Suriah.

“Mengikuti permintaan pemerintah Suriah untuk membebaskan jalan M5, kami bekerja sama dengan negara itu,” sebut MAC seperti dikuti Fars News Agency (FNA), Sabtu (29/2).

MAC bersama sejumlah pasukan dari Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) dan Hizbullah Libanon bekerja sama dengan kelompok-kelompok perlawanan untuk memberikan layanan kepada penduduk lokal di daerah-daerah yang telah dibebaskan.

Baca :  Tegang dengan Turki, Yunani Tingkatkan Kekuatan Militer

Ia menambahkan, teroris asing dari Tajikistan dan partai Turkistan serta militan al-Nusra telah melancarkan serangan besar-besaran terhadap pusat-pusat militer Suriah dalam empat hari terakhir, dan MAC telah mengirim pasukannya ke daerah-daerah yang dibebaskan lagi untuk membantu tentara Suriah.

Karenanya, pihaknya mengecam tentara Turki atas serangan rudal terhadap pusat-pusat MAC meskipun ada posisi defensif. MAC juga mengungkapkan bahwa, para mediator telah dikirim ke tentara Turki untuk menghentikan serangan-serangan ini, namun ditolak.

“Tentara Turki telah menolak mediasi dan membunuh beberapa pasukan MAC dalam pemboman lanjutan,” ungkap MAC melalui kantor berita FNA.

Baca :  Iran Kecam AS atas Pemblokiran Pasokan Peralatan Medis Corona

Sementara itu, tentara Suriah mengatakan telah menembak jatuh tiga drone Turki dan memperingatkan akan menjatuhkan pesawat apa pun yang menembus ruang udara di barat laut, yang telah dikendalikan selama bertahun-tahun oleh Presiden Bashar al-Assad, sekutu utama Rusia.

Terlepas dari itu, pesawat-pesawat tempur Turki telah menjatuhkan dua pesawat tempur Suriah, sementara badan Anadolu milik pemerintah Turki mengatakan militer Turki telah menargetkan dan membuat bandara Nayrab sebelah barat kota Aleppo tidak dapat digunakan.

Komandan oposisi yang didukung Turki juga mengatakan bandara Kuweires, sebelah timur Nayrab, telah dibom sejak tengah malam. Kedua bandara berada di dalam wilayah yang dikontrol pemerintah Suriah, menandai perluasan signifikan target Ankara.

Sumber: Reuters/FNA
Editor : Fardiansyah

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *