Bahtsul Masail NU, Ada Tiga Komisi dan Empat Fungsi

oleh -1,954 views
Bahtsul Masail, NU
Ketua SC/Rais Syuriyah PBNU, KH. Ahmad Ishomuddin saat sambutan Bahtsul Masail pra Munas-Konbes NU 2020 di Pesantren Al-Falakiyah Pagentongan, Kota Bogor, Minggu 1 Maret 2020 kemarin. (doc. NU Online)

BOGOR (LEAD.co.id) – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyelenggarakan Bahtsul Masail pra Munas-Konbes NU 2020 di Pesantren Al-Falakiyah Pagentongan, Kota Bogor, pada Minggu (1/3/2020).

Dalam kegiatan tersebut, Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin mengemukakan, Bahtsul Masail setidaknya memiliki empat fungsi, dan meliputi tiga komisi yakni Waqi’iyah (aktual), Maudhui’yah (tematik), dan Qonuniyah (perundang-undangan).

Pertama, fungsi ilmiah. Menurut Kiai Ishom, bahtsul masail merupakan forum menyelesaikan setiap persoalan yang ada dengan menggunakan referensi kitab-kitab kuning yang mu’tabar dan dibahas oleh para kiai yang keilmuannya tinggi.

Baca :  Skizofrenia Faizal Assegaf dan Gerombolan Bohir Anti NU

Kedua, fungsi silaturahim. Melalui perhelatan ini, para kiai dari sejumlah daerah bisa bertemu. “Di antara kita yang jarang bertemu atau memiliki sekat hati, di dalam bahtsul masail ini hendaklah kita eratkan tali silaturahim dan tali persaudaraan,” ucapnya.

Ketiga, fungsi konsolidasi. Konsolidasi ini penting untuk saling mengenal kiai yang satu dengan yang lainnya, bahkan menguatkan hubungan satu sama lain.

“Jadilah engkau sebagaimana dua buah tangan yang saling kerja sama di dalam menyelesaikan masalah, di dalam mencari setiap solusi atas setiap masalah yang dihadapi,” ucapnya.

Baca :  Satu Abad NU, Dedie Rachim Ajak Tingkatkan IPM Kota Bogor

Keempat, fungsi kaderisasi. Ia mengaku menginginkan pesantren-pesantren Nahdlatul Ulama hidup dengan kiai-kiai yang cerdas dan berpengetahuan luas berdasarkan kitab-kitab kuning yang mu’tabar dan bisa dipertanggung-jawabkan baik di dunia maupun di akhirat.

“Kalau pesantren-pesantren NU terus hidup, maka NU akan terus hidup, kalau NU hidup Indonesia juga akan terus ada ila yaumil qiyamah dengan persatuannya,” jelasnya.

Bahtsul masail ini dibuka oleh Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Faris Mas’udi. Sejumlah pengurus harian PBNU lainnya juga hadir, seperti Katib Syuriyah PBNU KH Mujib Qulyubi dan Wasekjen PBNU H Imdadun Rahmat.

Baca :  NU Kota Bogor Minta Pemulasaraan Jenazah Covid-19 Sesuai Syariat Islam

Pada pembukaan ini hadir pula Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dan Ketua MUI Kota Bogor KH Mustafa Abdullah bin Nuh.

Sumber: NU Online
Editor : Fardiansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *