Paus Fransiskus: Pandemi Membuktikan Kegagalan Kapitalisme Pasar

oleh -305 views
Paus Fransiskus, Pandemi, Kapitalisme, Pasar
Pemimpin Vatikan, Paus Fransiskus (Foto: Reuters)

LEAD.co.id | Pandemi virus corona (Covid-19) membuktikan bahwa “teori ajaib” kapitalisme pasar telah gagal, sehingga membutuhkan reformasi yang mendorong dialog dan solidaritas. Pernyataan itu disampaikan oleh Paus Fransiskus saat memaparkan Ensiklik “Fratelli Tutti”, pada Minggu (4/10/2020).

Fratelli Tutti (Semua Saudara), adalah surat amanat Paus yang biasa disebut Ensiklik. Dokumen tersebut mengambil inspirasi dari ajaran St. Fransiskus dan khotbah Paus sebelumnya tentang ketidak-adilan ekonomi global dan kehancuran bumi, serta menyerukan solidaritas manusia untuk menghadapi “awan gelap di atas dunia yang tertutup.”

Dalam edaran tersebut, Paus Fransiskus bahkan menolak doktrin Gereja Katolik sendiri yang membenarkan perang sebagai alat pertahanan yang sah, karena tidak lagi dapat dijalankan.

Baca :  Festival Akhir Tahun KNPI, Perumda PPJ Siapkan Pasar bagi Kaum Muda

“Saat ini sangat sulit untuk menggunakan kriteria rasional yang dielaborasi pada abad-abad sebelumnya untuk berbicara tentang kemungkinan ‘perang yang adil,'” tulis Paus Fransiskus seperti dikutip Associated Press.

Dia mengatakan, bagaimanapun pandemi telah mengkonfirmasi keyakinannya, bahwa lembaga politik dan ekonomi saat ini harus direformasi untuk memenuhi kebutuhan sah orang-orang yang paling dirugikan oleh virus corona.

“Selain cara berbagai negara menanggapi krisis yang berbeda, ketidakmampuan mereka untuk bekerja sama menjadi sangat jelas,” tulis Francis.

Dia mengutip hilangnya jutaan pekerjaan yang parah akibat virus sebagai bukti kebutuhan politisi untuk mendengarkan gerakan populer, serikat pekerja dan kelompok-kelompok yang terpinggirkan dan untuk membuat kebijakan sosial dan ekonomi yang lebih adil.

Baca :  Gelombang Pengunduran Pimpinan OJK: Etika Jabatan atau Ancaman Krisis MSCI?

“Kerapuhan sistem dunia dalam menghadapi pandemi telah menunjukkan bahwa tidak semuanya dapat diselesaikan dengan kebebasan pasar,” tulisnya.

Dia mencela politik populis yang berusaha menjelekkan dan mengisolasi, dan menyerukan “budaya pertemuan” yang mempromosikan dialog, solidaritas, dan upaya tulus untuk bekerja demi kebaikan bersama.

Seruan Paus Fransiskus untuk “persaudaraan manusia” itu, berasal dari kesepakatan bersama dengan imam besar Al-Azhar Mesir, pada tahun 2019. Dokumen “Persaudaraan Manusia” tersebut menetapkan hubungan antara Katolik dan Muslim sebagai saudara, dengan misi bersama untuk mempromosikan perdamaian.

Editor: Aru Prayogi
Sumber: Associated Press

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *