PB HMI Minta Kapolda Maluku Dicopot Terkait Pengibaran Bendera RMS

0
PB HMI, Covid-19, SPP, Mahasiswa
Ketua Bidang PTKP PB HMI, Akmal Fahmi

LEAD.co.id | Kedua bidang PTKP pengurus besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Akmal Fahmi meminta Kapolri agar mencopot Kapolda Maluku karena dinilai tidak mampu menjaga ketertiban dan dan keamanan ditengah bulan suci ramadhan, hal tersebut di sampaikan berkaitan dengan pengibaran bendera Republik Maluku Selatan (RMS) yang dilakukan oleh kelompok Front Kedaulata Maluku (FKM) pada sabtu sore kemarin, kejadian tersebut bertepatan di hari peringatan Ulang RMS ke-70 tahun di Desa Aboru, Kecamatan Haruku, Maluku Tengah.

“Apa yang telah dilakukan oleh Kelompok separatis terhadap pengibaran bendera benang raja di maluku itu merupakan perbuatan makar, maka pihak kepolisian harus mengambil sikap yang tegas, disamping itu juga sangat disayangkan sikap kapolda maluku karena tidak mampu menjaga keamanan dan ketertiban di bulan suci ramadhan, harusnya kapolda maluku mampu melakukan antisipasi terhadap bawahannya agar hal tersebut tidak terjadi” ujar Akmal

Baca :  PB HMI Desak Pemerintah Ungkap Pelaku Pembakaran Hutan

Di tengah bencana penyebaran wabah Covid 19 yang saat ini melanda indonesia, harusnya semua pihak mampu menjaga ketertiban dan keamanan negar. Kita ketahui bersama bahwa kapolri telah mengeluarkan Maklumat Nomor Mak/2/III/2020 Tentang Kepatuhan Terhadap Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona, tapi nyatanya masih banyak pihak-pihak yang tidak mematuhi hal tersebut.

“Kejadian yang dilakukan oleh kelompok separatis dalam pengibaran Bendera RMS di Maluku saya rasa telah mencoreng nilai-nilai kebhinekaan dalam bernegara, sangat disayangkan hal tersebut terjadi dibulan suci ramadhan, artinya kapolda maluku tidak mampu bertanggung jawab dan menjalankan terhadap maklumat kapolri, maka kami meminta agar kapolda maluku di copot dari jabatannya” ungkapnya.

Baca :  PB HMI Jalin Kerjasama Kepemudaan dan Kebudayaan dengan ACYF

Diketahui bahwa Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Polda Maluku Komisaris Besar Polisi Mohamad Roem Ohoirat membenarkan bahwa ada tiga orang membawa bendera RMS sambil berteriak “Mena Muria”. Mereka berjalan kaki dari arah jembatan Skip menuju halaman Polda Maluku, Ohoirat dalam rilisnya mengatakan ketiga orang tersebut saat ini ditangkap aparat. Mereka tengah menjalani pemeriksaan di Ditreskrimum Polda Maluku.

Reporter : Jayadi
Editor : Aru Prayogi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here